Pembunuhan
Warga
Korsel
---
Lagi,
Satu ''Body Guard''
Dibekuk
Polisi
Denpasar
(Bali Post) -
Selama
tiga
hari melakukan
pengejaran,
pasukan
gabungan Poltabes
Denpasar
dan
Polsek Densel
akhirnya
berhasil
menangkap
satu body guard
lagi.
Dia
adalah
Dewa Gede
Komang
Susila Atmaja alias
Dewa
Botak asal
Klungkung.
Dewa
Botak
diduga ikut
serta
dalam kasus
pembunuhan Kim Jung Tai (52)
asal Korea
Selatan (Korsel),
beberapa
hari
lalu.
Kasat
Reskrim
Poltabes Denpasar
Kompol
Rendra Radita
Dewayana,
Senin (26/5)
kemarin
membenarkan penangkapan
Dewa
Botak tersebut. ''Tersangka
(Dewa
Botak-red) ditangkap
di
tempat
kos temannya
di
Jalan Penatih,
Denpasar
Timur,
Senin (26/5) kemarin
pukul 02.00
wita.
Kini,
tersangka
masih
menjalani pemeriksaan
intensif
di
ruang penyidik,''
jelas
Kompol Rendra
seizin
Kapoltabes Denpasar
AKBP I Gede Alit
Widana,
kemarin.
Kata
Rendra,
dalam kasus
terbunuhnya
korban
di Vila Dampati,
Jalan
Segara Ayu,
Sanur
ini, Dewa
Botak
memiliki peran
sebagai
fasilitator menyiapkan
body guard dan
mobil. Para body guard (Merta,
Jaya,
Angga, Gani, Andre
dan
Andra-red) yang kini
telah
mendekam di
sel
tahanan merupakan
rekrutan
Dewa
Botak.
Begitu
juga
tiga mobil
yakni Suzuki APV, Toyota
Avanza
dan Kijang
Inova yang
digunakan
untuk
menculik korban.
''Ketiga
mobil
tersebut disiapkan
oleh
Dewa Botak,''
ungkapnya.
Bagaimana
dengan
kasus pembunuhan
dan
apa
peran
mereka masing-masing?
Sejauh
ini,
kesebelas tersangka
baru
terbukti melakukan
aksi
penculikan terhadap
korban.
''Kami
masih
menunggu hasil
otopsi
korban. Mungkin
satu
minggu ke
depan
baru keluar
hasilnya,''
katanya.
Dengan
demikian, total
tersangka yang
sudah
ditangkap adalah 11
orang (empat
warga
Korsel dan
tujuh
warga lokal-red).
Untuk
sementara,
penahanan
mereka
dipisah guna
mempermudah
pemeriksaan.
Empat
tersangka
warga
Korsel ditahan
di
Polsek Densel,
sedangkan
tujuh
lainnya di
Poltabes
Denpasar.
(kmb21)