Angka
Tiga,
Angka Keberuntungan
Pasti-Yoga
Denpasar
(Bali Post) -
Nomor
urut
tiga menjadi
nomor
keberuntungan pasangan
calon
Gubernur dan
Wakil
Gubernur Bali dari
PDI Perjuangan, Made
Mangku
Pastika - A.A. Ngurah
Puspayoga
dalam
pemilihan Gubernur
Bali periode 2008-2013.
Mangku
Pastika-Puspayoga memperoleh
nomor
urut tiga
saat
pengambilan undian
di
kantor KPU (Komisi
Pemilihan
Umum) Bali
di
Denpasar, Senin
(26/5) kemarin.
Tanda-tanda
akan
mendapat
nomor
urut tiga
ini
sudah terlihat
sejak
awal. Ketika
calon lain
menyiapkan
balon
berisi gas dengan
beraneka
warna
untuk dilepas,
pasangan
Mangku
Pastika-Puspayoga menyiapkan
balon-balon
dengan
tiga warna,
merah,
putih, dan
hitam,
warna khas Bali
yaitu Tri
Datu.
Jumlah
rangkaian
balonnya
juga
tiga buah.
Saat
datang
memasuki areal
kantor
KPU Bali, rombongan
Mangku
Pastika-Puspayoga masuk
pada
urutan ketiga.
"Nomor
tiga
itu nomor
penuh
makna bagi
kita di
Bali,"
tutur
Mangku Pastika
didampingi
Puspayoga
usai
pengambilan nomor
urut.
Contohnya,
menurut
Mangku Pastika,
orang Bali
mengenal Tri
Hita
Karana, Tri Kaya
Parisudha, Tri
Mandala,
hingga Tri
Sandhya
dan Tri Murti.
Sakralnya
angka
tiga ini
tercermin
pada poster,
stiker,
serta baliho
Pasti-Yoga yang
umumnya
dilatarbelakangi warna
merah
dengan foto
Mangku
Pastika berpakaian
adat
serba putih
dan
Puspayoga berpakaian
warna
hitam.
Sebuah
perlambang
kesiapan
kedua
calon membangun
Bali berlandaskan
budaya
dan spiritualitas
Hindu.
Tidak
hanya
itu, angka
tiga
ini bagi
Puspayoga
mempunyai
makna
tersendiri.
Angka
tiga
merupakan angka PDI (sekarang
PDI Perjuangan, red)
saat
mengikuti pemilu
di era
orde baru.
Angka
tiga
ini pula yang mengantarkan
Puspayoga
menjadi
Wali Kota Denpasar
pada
Pilkada Denpasar
lalu.
Ketika
itu, ia
juga
mendapat nomor
urut
tiga.
Pengundian
nomor
urut dilanjutkan
dengan
pelepasan burung
merpati
dan balon.
Dalam
rombongan
Mangku
Pastika-Puspayoga terlihat
Bintang
Puspayoga (istri
Puspayoga), Ni Made
Ayu
Putri (istri
Mangku
Pastika), Cok.
Ratmadi (Ketua
DPD PDI Perjuangan Bali),
Adi
Wiryatama (Ketua Tim
Pemenangan
Mangku
Pastika-Puspayoga), Nyoman
Baskara (Koordinator
Media Centre Relawan Bali
Mandara).
(r/*)