Bali Belum
Siap
Bagikan BLT
Denpasar
(Bali Post) -
Sampai
saat
ini, Bali belum
siap
membagikan bantuan
langsung
tunai (BLT)
kepada
masyarakat miskin
di
daerah ini.
Hal itu
karena
masih menunggu
kesiapan
instansi
terkait
seperti Dinas
Sosial, PT Pos Indonesia
serta data KK
miskin
terbaru yang dikeluarkan
Biro Pusat
Statistik Bali.
Demikian
disampaikan
Karo
Humas dan
Protokol
Pemprop Bali Drs.
Nyoman
Puasha Aryana,
Senin (26/5)
kemarin.
''Kami
belum mengetahui
kapan
pembagiannya.
Yang jelas,
saat
ini masih
dilakukan
pengecekan
kesiapan
pihak
Dinas Sosial
dan
Kantor Pos,'' katanya.
Pihak
Dinas Sosial
berkaitan
dengan
kesiapan pencairan
dana,
sedangkan PT Pos
berkaitan
dengan
kesiapan kartunya.
''Jadi
tak
bisa dilakukan
segera,
mengingat semua
itu
masih memerlukan
koordinasi
dengan
pihak terkait,''
katanya.
Puasha
Aryana
membantah adanya
kesan,
seolah-olah pencairan
diulur
karena adanya
Pilgub Bali.
''Kita
hanya
menunggu kesiapan
instansi
terkait
dan PT Pos untuk
pencairan,
tak ada
kaitannya
dengan
Pilgub,'' tegasnya.
Kepala
Badan
Pemberdayaan Masyarakat
Cabang Bali Drs.
Ketut
Canang yang dihubungi
di
tempat terpisah,
juga
mengaku belum
mengetahui
kapan
pencairan BLT di
Bali.
''Yang jelas,
kita
masuk tahap
kedua.
Kapan
pencairannya,
saya
belum tahu,''
ujarnya.
Sebab,
semua
masih memerlukan
koordinasi
lintas
vertikal dan
horizontal, termasuk
usulan
kabupaten mengenai KK
miskin
terbaru.
Canang
menyatakan, data
warga
miskin masih
berpatokan
dengan data lama 147.044 KK.
Namun
perkembangan
terakhir
setelah
dilakukan evaluasi,
ada
pengurangan warga
miskin 4.403 KK
sehingga
jumlah
warga miskin
di Bali 142.641 KK.
Pengurangan
terjadi
di Jembrana 1.612 KK,
Karangasem 1.179 KK,
Badung 1.554 KK
dan
Denpasar 58 KK.
Di
Denpasar,
hingga
kini belum
ada yang
menerima BLT.
Bahkan,
Pemkot
Denpasar berharap
data penerima BLT
dilakukan
revisi
karena sudah
terlalu lama.
Sekretaris Kota (Sekkot)
Denpasar Drs. I
Nyoman
Aryana,
M.Si.,
Senin (26/5)
kemarin,
mengatakan
pihaknya
berharap data yang
digunakan
untuk
pencairan dana
dari
kompensasi BBM ini
bisa
direvisi.
Pasalnya,
data yang digunakan
sudah lama,
yakni
tahun 2005 lalu.
Pihaknya
khawatir
banyak
penerima BLT yang terdaftar
sudah
pindah dari
Denpasar
atau
bahkan sudah
meninggal.
Aryana
juga
mengakui, data yang
digunakan pemerintah
pusat
banyak yang harus
didata
ulang.
Pasalnya,
terdapat 4.000 data
penerima BLT yang
disodorkan
dalam data
masyarakat
miskin
tidak tercatat
dalam
nomor induk
kependudukan (NIK).
Sementara
itu,
petugas Kantor Pos
Denpasar yang
dihubungi
kemarin
mengatakan pencairan
BLT untuk
wilayah Bali
belum
bisa dilakukan.
Kantor
Pos Denpasar
saat
ini belum
menerima
kartu BLT
dari
pemerintah pusat.
''Saat
ini
kami sedang
melakukan
pendataan data
dari
masing-masing desa/kelurahan,''
ujar
petugas tadi via
telepon.
(029/kmb12)