Pengusaha
Mebel
Tewas Gantung
Diri
Negara (Bali Post) -
Seorang
pengusaha
mebel yang
tinggal
di Gang V, Lingkungan
Arum Timur,
Gilimanuk
nekat
mengakhiri hidupnya
dengan
gantung diri.
Diduga
korban
gantung diri
akibat
tidak mampu
membayar
utang yang
mencapai
ratusan
juta rupiah.
Berdasarkan
informasi yang
dikumpulkan
Senin (26/5)
kemarin,
pengusaha
itu
bernama Sukrianto
(45).
Dua
anaknya
yakni Rian (16)
dan
Vika (18) melihat
korban
sudah tergantung
di
jendela kamar
tidurnya
dengan
menggunakan kain
sarung
warna hijau.
Malam
harinya,
Sukrianto
terlihat
gelisah
dan baru
masuk
kamar sekitar
pukul 04.00
wita.
Ibu
kandung
Sukrianto yang tidak
curiga
dengan gerak-gerik
anaknya
itu tidak
mempedulikannya
dan
tetap memasak
di
dapur.
Namun
pukul 06.30
wita,
dua anak
korban
Rian dan
Vika
terbangun kemudian
menggedor-gedor
pintu
kamar ayahnya.
Karena
tidak
ada yang menyahut,
mereka
lalu membuka
pintu
dan tidak
melihat
ayahnya tidur
di
kamar.
Setelah
dicari
ternyata ayahnya
sudah
ditemukan menjadi
mayat.
Sukrianto
hanya
mengenakan celana
pendek
warna biru
muda motif
Tedy Bear
dan
bibir bawahnya
mengalami
luka
robek dan
mengucurkan
darah
membasahi tubuhnya.
Kedua
ABG tersebut
dibantu
Nur (35) menurunkan
tubuh
Sukrianto dan
Rian
sendiri yang memotong
sarung yang
menjerat
leher
ayahnya.
Setelah
jenazah
ayahnya dibaringkan
di
balai-balai di
ruang
keluarga barulah
tetangga
dan
polisi datang.
Salah
seorang tetangga
korban
mengatakan belakangan
ini
usaha mebel
Sukrianto
memang
terus terpuruk
sehingga
utang-utangnya
makin
menumpuk baik
di bank
maupun utang
dengan
orang lain.
Sementara
anaknya
Vika juga
mengatakan
belakangan
ini
banyak orang yang
datang
mencari ayahnya
untuk
menagih utang.
Namun
karena
ayahnya jarang
tinggal
di Gilimanuk
sehingga
tidak
bisa ditemui.
''Bapak
lebih
banyak tinggal
di Jawa
Timur
dengan istri
mudanya.
Baru
dua
hari ini
pulang,''
ujarnya.
Ayahnya
juga
sering mengeluh
punya
masalah yang sulit
dan
mengatakan ingin
mati
saja.
Sebelumnya,
Sukrianto
juga
pernah merencanakan
bunuh
diri, namun
urung
dilaksanakan karena
niatnya
tercium keluarganya.
Kapolsek
KP3 Gilimanuk AKP
Nyoman
Suparta seizin
Kapolres
Jembrana
Senin
kemarin, membenarkan
kejadian
tersebut.
Menurutnya
dari
hasil pemeriksaan
dokter
Puskesmas Gilimanuk,
Ni Luh
Putu Suartini,
di
tubuh korban
tidak
ditemukan tanda
bekas
kekerasan.
Korban
mengalami patah
tenggorokan,
dua
luka robek
di
bibir bawah
ukuran 2 x 1 cm
dan 1 x 0,5
cm yang diduga
akibat
benturan dengan
kusen
jendela ketika
korban
meregang nyawa
dan
kemaluan korban
mengeluarkan air
mani.
Menurut Suparta motif
Sukrianto
nekat
gantung diri
diduga
lantaran tidak
mampu
membayar utang yang
nilainya
ratusan
juta rupiah
baik di
bank maupun
di
tempat lain yang
hampir
jatuh tempo. (sur)