kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Kliwon, 27 Mei 2008

 Bali


Pengusaha
Mebel Tewas Gantung Diri

Negara (Bali Post) -
Seorang
pengusaha mebel yang tinggal di Gang V, Lingkungan Arum Timur, Gilimanuk nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Diduga korban gantung diri akibat tidak mampu membayar utang yang mencapai ratusan juta rupiah.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Senin (26/5) kemarin, pengusaha itu bernama Sukrianto (45). Dua anaknya yakni Rian (16) dan Vika (18) melihat korban sudah tergantung di jendela kamar tidurnya dengan menggunakan kain sarung warna hijau. Malam harinya, Sukrianto terlihat gelisah dan baru masuk kamar sekitar pukul 04.00 wita.

Ibu kandung Sukrianto yang tidak curiga dengan gerak-gerik anaknya itu tidak mempedulikannya dan tetap memasak di dapur. Namun pukul 06.30 wita, dua anak korban Rian dan Vika terbangun kemudian menggedor-gedor pintu kamar ayahnya. Karena tidak ada yang menyahut, mereka lalu membuka pintu dan tidak melihat ayahnya tidur di kamar.

Setelah dicari ternyata ayahnya sudah ditemukan menjadi mayat. Sukrianto hanya mengenakan celana pendek warna biru muda motif Tedy Bear dan bibir bawahnya mengalami luka robek dan mengucurkan darah membasahi tubuhnya. Kedua ABG tersebut dibantu Nur (35) menurunkan tubuh Sukrianto dan Rian sendiri yang memotong sarung yang menjerat leher ayahnya.

Setelah jenazah ayahnya dibaringkan di balai-balai di ruang keluarga barulah tetangga dan polisi datang. Salah seorang tetangga korban mengatakan belakangan ini usaha mebel Sukrianto memang terus terpuruk sehingga utang-utangnya makin menumpuk baik di bank maupun utang dengan orang lain.

Sementara anaknya Vika juga mengatakan belakangan ini banyak orang yang datang mencari ayahnya untuk menagih utang. Namun karena ayahnya jarang tinggal di Gilimanuk sehingga tidak bisa ditemui. ''Bapak lebih banyak tinggal di Jawa Timur dengan istri mudanya. Baru dua hari ini pulang,'' ujarnya.

Ayahnya juga sering mengeluh punya masalah yang sulit dan mengatakan ingin mati saja. Sebelumnya, Sukrianto juga pernah merencanakan bunuh diri, namun urung dilaksanakan karena niatnya tercium keluarganya. Kapolsek KP3 Gilimanuk AKP Nyoman Suparta seizin Kapolres Jembrana Senin kemarin, membenarkan kejadian tersebut.

Menurutnya dari hasil pemeriksaan dokter Puskesmas Gilimanuk, Ni Luh Putu Suartini, di tubuh korban tidak ditemukan tanda bekas kekerasan. Korban mengalami patah tenggorokan, dua luka robek di bibir bawah ukuran 2 x 1 cm dan 1 x 0,5 cm yang diduga akibat benturan dengan kusen jendela ketika korban meregang nyawa dan kemaluan korban mengeluarkan air mani. Menurut Suparta motif Sukrianto nekat gantung diri diduga lantaran tidak mampu membayar utang yang nilainya ratusan juta rupiah baik di bank maupun di tempat lain yang hampir jatuh tempo. (sur)

 

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)