kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Kliwon, 25 September 2007

 Nusantara


Soal
Pencabutan Larangan Terbang--
RI Gagal Lobi UE

Jakarta (Bali Post) -
Indonesia dipastikan gagal lagi melobi 27 negara anggota Uni Eropa (UE) untuk mempercepat pencabutan larangan terbang dari UE yang berlaku mulai 6 Juli 2007 hingga Oktober 2007.    ''Mereka mengatakan keputusan cabut-tidaknya larangan itu akan diputuskan akhir Oktober/awal November,'' kata Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal menjawab pers usai Rapat Kerja dengan Komisi V DPR di Jakarta, Senin (24/9) kemarin.

Jusman sendiri dilaporkan baru pulang dari Montreal, Kanada, Sabtu (22/9) usai menghadiri sidang umum anggota Organisasi Penerbangan Sipil Internasional atau ICAO (International Civil Aviation Organization) pada 20 September 2007.    Jusman mengatakan lobi yang ia lakukan bersama Tim Ditjen Perhubungan Udara adalah secara informal kepada 27 anggota UE di sela sidang umum ICAO tersebut.

Menanggapi lobi-lobi informal itu, kata Jusman, mereka menjawab keputusan mencabut atau tidaknya larangan maskapai Indonesia terbang ke Eropa dilakukan pada akhir Oktober 2007. Selain itu, kata Jusman, dalam sidang umum ICAO tersebut, Indonesia menyampaikan beberapa pandangan dan usulan agar ICAO membuat aturan dan prosedur yang jelas terkait dengan pelarangan terbang dan pencabutannya dari suatu negara ke negara lainnya.

Menurut Jusman, tim Indonesia saat itu dipimpin mantan Kasau Chappy Hakim dan Dirjen Perhubungan Udara Dephub Budi Mulyawan. Dari Uni Eropa dipimpin Komite Safety yang dihadiri oleh lima negara yakni Prancis, Jerman, Belanda, Italia dan Spanyol.

Jusman juga menambahkan, beberapa dokumen yang dipaparkan dan klarifikasi yang diberikan dalam pertemuan adalah dokumen road map to zero accident. Selain itu, juga dijelaskan mengenai kebijakan rating maskapai dan langkah yang telah dilakukan untuk memperbaiki keselamatan penerbangan di Indonesia. (kmb1)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)