kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Kliwon, 25 September 2007

 Bali


Proyek
Bank Buleleng Bermasalah, Pejabat Tutup Mulut

Singaraja (Bali Post) -
Proyek
Bank Buleleng di Jalan Pramuka Singaraja yang diduga diliputi banyak masalah, tampaknya tak mendapat penanganan yang berarti dari pihak pejabat berwenang di lingkungan Pemkab Buleleng. Sejumlah pejabat memilih tutup mulut alias tak mau berkomentar mengenai proyek tersebut.

Masalah awal yang muncul dalam proyek itu adalah pengerjaannya yang diperkirakan akan molor dari batas waktu yang ditentukan. Proyek itu baru selesai sekitar 50 persen, padahal batas waktunya hingga 6 Oktober mendatang. Masalah molornya pengerjaan proyek itu belum tuntas, tiba-tiba sejumlah informasi menyebutkan bahwa proyek itu dialihkan secara diam-diam dari kontraktor lama, PT Guna Karya Nusantara, kepada kontraktor yang baru, PT Serba Karya, di Denpasar. Pengalihan itu memunculkan masalah lain lagi, di mana sejumlah toko bangunan cemas karena material yang dipasok proyek itu belum dibayarkan oleh kontraktor lama.

Rencananya, Senin (24/9) kemarin, sejumlah pemilik toko bangunan yang pemasok material ke proyek itu akan mendatangi gedung DPRD Buleleng untuk mempertanyakan nasibnya. Namun ditunggu-tunggu hingga sore, para pemilik toko bangunan itu tak datang-datang. ''Kami dapat informasi pemilik toko bangunan akan mengadu ke DPRD, namun kami tunggu sampai sore ternyata tak datang,'' kata Ketua Komisi B Rifa Gotama, Senin sore kemarin.

Mengenai informasi tentang pengalihan pengerjaan proyek itu ke kontraktor baru, Rifa justru mengaku belum mengetahuinya. ''Saya belum tahu masalah itu, nanti saya akan tanyakan ke Gapensi, apakah hal itu sudah sesuai aturan atau tidak,'' ujarnya. 

Wakil Bupati Buleleng Made Arga Pynatih belum mau berkomentar tentang proyek Bank Buleleng yang diduga banyak masalah itu. Ia mengatakan dirinya masih harus mempelajari permasalahan Bank Buleleng itu, termasuk akan memanggil manajemen Bank Buleleng, agar bisa melakukan tindakan yang tepat. ''Saat ini, saya belum mau berkomentar dulu. Nanti setelah dipelajari, saya ngomong, apalagi permasalahan ini sudah menjadi konsumsi publik dan memang harus segera diselesaikan,'' ujarnya usai rapat paripurna di Gedung DPRD Buleleng.

Sementara itu, Direktur Utama PD Bank Buleleng juga tak berhasil ditemui. Saat wartawan berusaha untuk bertemu di kantornya di Jalan Diponegoro, salah satu stafnya mengatakan bosnya itu sedang menerima tamu dan selanjutnya akan langsung menemui Bupati Buleleng. (kmb15)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)