Proyek
Bank Buleleng
Bermasalah,
Pejabat
Tutup
Mulut
Singaraja
(Bali Post) -
Proyek
Bank Buleleng
di
Jalan Pramuka
Singaraja yang
diduga
diliputi banyak
masalah,
tampaknya
tak
mendapat penanganan
yang berarti
dari
pihak pejabat
berwenang
di
lingkungan Pemkab
Buleleng.
Sejumlah
pejabat
memilih tutup
mulut alias
tak mau
berkomentar
mengenai
proyek
tersebut.
Masalah
awal yang
muncul
dalam proyek
itu
adalah pengerjaannya
yang diperkirakan
akan
molor
dari batas
waktu yang
ditentukan.
Proyek
itu
baru selesai
sekitar 50
persen,
padahal batas
waktunya
hingga 6
Oktober
mendatang. Masalah
molornya
pengerjaan
proyek
itu belum
tuntas,
tiba-tiba sejumlah
informasi
menyebutkan
bahwa
proyek itu
dialihkan
secara
diam-diam dari
kontraktor lama, PT
Guna
Karya Nusantara,
kepada
kontraktor yang baru,
PT Serba
Karya,
di Denpasar.
Pengalihan
itu
memunculkan masalah
lain
lagi, di
mana
sejumlah toko
bangunan
cemas
karena material yang dipasok
proyek
itu belum
dibayarkan
oleh
kontraktor lama.
Rencananya,
Senin (24/9)
kemarin,
sejumlah
pemilik
toko bangunan yang
pemasok material
ke
proyek itu
akan
mendatangi
gedung DPRD
Buleleng
untuk
mempertanyakan nasibnya.
Namun
ditunggu-tunggu
hingga sore,
para
pemilik toko
bangunan
itu tak
datang-datang. ''Kami
dapat
informasi pemilik
toko
bangunan akan
mengadu
ke DPRD, namun
kami
tunggu sampai sore
ternyata
tak
datang,'' kata
Ketua
Komisi B Rifa
Gotama,
Senin sore kemarin.
Mengenai
informasi
tentang
pengalihan pengerjaan
proyek
itu ke
kontraktor
baru,
Rifa justru
mengaku
belum mengetahuinya.
''Saya
belum
tahu masalah
itu,
nanti saya
akan
tanyakan ke
Gapensi,
apakah
hal itu
sudah
sesuai aturan
atau
tidak,'' ujarnya.
Wakil
Bupati
Buleleng Made Arga
Pynatih
belum mau
berkomentar
tentang
proyek Bank Buleleng
yang diduga
banyak
masalah itu.
Ia
mengatakan
dirinya
masih harus
mempelajari
permasalahan Bank
Buleleng
itu,
termasuk akan
memanggil
manajemen Bank
Buleleng, agar
bisa
melakukan tindakan
yang tepat.
''Saat
ini,
saya belum
mau
berkomentar dulu.
Nanti
setelah
dipelajari, saya
ngomong,
apalagi
permasalahan ini
sudah
menjadi konsumsi
publik
dan memang
harus
segera diselesaikan,''
ujarnya
usai rapat
paripurna
di
Gedung DPRD Buleleng.
Sementara
itu,
Direktur Utama PD
Bank Buleleng
juga
tak berhasil
ditemui.
Saat
wartawan berusaha
untuk
bertemu di
kantornya
di
Jalan Diponegoro,
salah
satu stafnya
mengatakan
bosnya
itu sedang
menerima
tamu
dan selanjutnya
akan
langsung
menemui
Bupati Buleleng.
(kmb15)