Yayasan
tak
Berani
Janji
Soal
Cairnya Dana---
Denpasar
(Bali Post)-
Dana pengajuan
Persegi Bali FC
masih
diproses di Biro
Keuangan
Pemprop Bali.
Bahkan,
sudah
dikeluarkan Surat
Perintah
Pencairan Dana (SP2D),
namun
tatap tak
berani
menjanjikan kapan
mengucur
ke
kantong pemain.
Pasalnya,
kata
Bendahara Yayasan
Marthinus P,
Senin (24/9)
kemarin,
pihaknya
telah
mengecek ke
pemprop,
kemarin,
dan
masih harus
melalui
prosedur di Biro
Umum
lagi.
''Biro umum
inilah yang
akan
mengeluarkan
semacam
nota keuangannya.
Jadi,
saya
tetap tak
berani
berjanji,'' ucap
Marthinus.
Di
antara
bukti-bukti yang diajukan,
seperti
gaji pemain,
katering,
serta
transportasi.
''Cuma,
yang mana yang
cair
dulu saya
juga
belum tahu,''
kilah
Marthinus.
Hanya,
dirinya
menyebutkan, angka
pengajuan
mencapai
Rp 700
juta. ''Sebenarnya,
di
pemprop sendiri
mengetahui
kondisi
nyata di
tubuh
Persegi, mudah-mudahan
dana
pemprop secepatnya
turun,''
harapnya.
Marthinus
mengakui,
dirinya
sempat dikontak
kapten Oscar
Aravena yang
menanyakan
dana.
''Saya
jawab
prosedur bantuan
pemprop
memang begini,''
ungkapnya.
Sementara
Wakil
Sektim Rai
Ridharta
menyatakan,
saat
ini pemain
mau
berlatih jika
gajinya
cair, sedangkan
pihak
manajemen berniat
mengadakan
pendekatan
kepada
pemain agar bersedia
berlatih
kembali.
''Ibarat
buah
simalakama, seandainya
para
pemain berlatih,
kami pun
harus
menyiapkan segala
perlengkapan
latihan
seperti minuman,''
jelas
Rai.
Ia
pun berharap,
Persegi Bali FC
tetap
eksis di
kancah
divisi utama
tahun
depan. Alasannya,
jika 18
tim
melaju
ke Super Liga,
berarti
sisanya 18 klub
bertahan
di
divisi utama,
ditambah
tim
promosi dari
divisi
satu.
Pada
bagian lain,
Sekum
Persegi Komang
Pande
Karyawan menyatakan,
segala
permasalahan yang terjadi
di
tubuh the magic dragon telah
dilaporkan
kepada
Badan Liga Indonesia
(BLI), dalam
pertemuan
di Jakarta.
''Intinya,
kami
juga diingatkan
tentang
hak-hak pemain,''
sebut
Pande Karyawan.
(022)