ASEAN Tourism Task Force
Kunjungi STP
Denpasar
(Bali Post) -
Sejumlah
delegasi ASEAN Tourism Task
Force, Senin (24/9)
kemarin
mengadakan kunjungan
ke
kampus Sekolah
Tinggi
Pariwisata (STP) Bali, Nusa
Dua.
Dalam
kunjungan tersebut,
para
delegasi diperkenalkan
secara
sekilas mengenai
keberadaan
kampus STP,
proses
pembelajaran dan
seputar program yang
dilaksanakan
salah
satu sekolah
pariwisata
terbesar
di Bali
ini.
Kepala
Badan
Pengembangan Sumber
Daya
Budpar Departemen
Kebudayaan
dan
Pariwisata, I Gusti
Putu
Laksaguna dalam
wawancaranya
di
sela-sela kunjungan
mengatakan,
kunjungan
para
delegasi tersebut
dimaksudkan
untuk
mengenal lebih
jauh
tentang kondisi
sekolah
pariwisata di
Indonesia khususnya STP
Bali. Laksaguna
mengungkapkan,
tidak
semua sekolah
pariwisata yang
berada
di wilayah ASEAN
memiliki
kualitas yang
baik.
Pada
kesempatan
inilah,
maka STP Bali memiliki
peluang
untuk menunjukkan
kepada Negara-negara
ASEAN, bahwa
Bali
memiliki
sekolah
pariwisata yang memiliki
kualitas yang
berkompeten
di ASEAN.
Menyambut
hal itu,
Ketua STP Bali, I Made
Sudjana
mengungkapkan STP Bali tidak
hanya
mencetak lulusan yang
sekedar
punya ijazah.
Kualitas
dan
kompetensi mahasiswa
berikut
lulusannya menjadi
suatu
hal yang mutlak.
''Para
mahasiswa
disiapkan
untuk
menjadi profesional
di
bidang pariwisata.
Mereka
diharapkan
tidak
hanya terampil
di
bidangnya, tetapi
juga
punya sikap mental
yang bagus,''
ujar
Sudjana.
Lebih
lanjut
Sudjana memaparkan,
untuk
mencapai kualifikasi
yang diinginkan,
metode
pembelajaran di STP
Bali dibagi 60-70
persennya
digunakan
untuk
melatih skill melalui
praktik
dan sisanya
untuk
pengetahuan dan
pemahaman
teori.
Dalam
rangka
peningkatan mutu
pendidikan, STP
selama
ini telah
melakukan
berbagai
perjanjian
kerjasama
dengan
lembaga luar
negeri.
Salah
satunya yang
baru
saja ditandatangani
adalah
MoU dengan Malaysia
Budget Hotel Association.
Dimana
inti
dari perjanjian
tersebut
menyangkut
pertukaran
dosen
dan mahasiswa.
Sementara,
dalam
kunjungan yang berlangsung
hangat
tersebut para
delegasi ASEAN Tourism Task
Force yang hadir
tidak
hanya berkeliling
dan
memperoleh sejumlah
informasi yang
berkenaan
dengan STP Bali.
Mereka
bahkan
juga didaulat
untuk
mengikuti cooking competition
dengan menu
nasi
goreng. (ded/*)