Sang Nyoman
Suwisma--
Bersiteguh
dengan
Isu Lingkungan Bali
SALAH
satu
masalah mutakhir
dan
masa depan
Bali
ialah
persoalan lingkungan.
Kenyataan
itu yang paling
dicemaskan
bakal
calon gubernur
Bali
dari
jalur PDI-P Bali, Sang
Nyoman Suwisma.
Dalam
acara
ramah-tamah dengan
sejumlah
tokoh
masyarakat, intelektual,
politisi
dan
kaum profesional,
Minggu (23/9)
siang
di Wisma Bali Centre
Denpasar,
Suwisma
mengungkapkan kecemasannya
tentang
kritisnya lingkungan
Bali.
Ia
pun akhirnya
secara
terus-terang mengungkapkan
mengapa
ia bersiteguh
dengan
isu lingkungan.
''Ada
beberapa
hal yang
membuat
saya miris
melihat
alam Bali.
Cukup
signifikan jumlahnya
yang ada
di
beberapa daerah
di Bali,
pertanian Bali yang
mulai
termarginalkan dan
sistem yang
dibangun
dari
kearifan lokal
masyarakat Bali
mulai
tergerus oleh
kepentingan-kepentingan
sesaat,
ditambah dengan
gencarnya global warning
yang dikumandangkan
dunia
membuat saya
terus concern
mengumandangkan
isu
lingkungan dan
berupaya
menawarkan
solusi-solusi
ke arah
perbaikan
lingkungan,''
aku
Suwisma.
Menurutnya,
masalah
lingkungan Bali tak
bisa
ditawar lagi
karena
ini telah
menjadi
persoalan dunia.
Dalam momentum
pilkada
tingkat gubernur
ini,
ia
berkesempatan
mengajak
seluruh
masyarakat Bali untuk
membangun
alam Bali
ke arah
yang lebih
baik.
Dalam
kaitan program
lingkungan,
berbagai
pihak
telah digalang
Suwisma
untuk menghijaukan
Bali kembali,
di
antaranya menggandeng
aktivis
lingkungan Made Mangku
dari SKPPLH,
masyarakat
pertanian
dan
pedesaan di
seluruh Bali
dengan
menawarkan penggunaan
pupuk
Nasa, menanam
pohon
kemiri dan
pisang
serta secara
nyata
turun ke
desa-desa
untuk
mengajak secara
langsung
memperhatikan
lingkungan.
''Karena
satu
visi, saya
dukung program-program Pak
Suwisma
karena apa yang
saya
lakukan selama
ini
juga bertujuan
untuk
melestarikan lingkungan,''
ungkap Made
Mangku.
Obsesi
Suwisma
ke depan
adalah
menjadikan
Bali
nyaman,
aman, damai
dan
sejahtera. Dan
ia
ingin
memulainya dari
lingkungan
dan
berupaya mensejahterakan
masyarakat
pertanian
secara
luas karena
mereka
harus terlebih
dahulu
disejahterakan. Tetapi
ia
tak
mengingkari bahwa
bagaimanapun
Bali
harus
dibangun secara
holistik.
''Namun
tetap
harus ada
prioritas
dan
dari mana
kita
memulainya,'' kata
Suwisma.
Keteguhannya
tak
tergoyahkan, yakni
membenahi
lingkungan Bali
bersama-sama
masyarakat Bali.
''Jadi
mohon
dimengerti mengapa
saya
harus memulainya
dari
pembenahan alam
lingkungan
Bali dan
berupaya
mencoba
mensejahterakan masyarakat
pertanian,''
aku
Suwisma di
hadapan
rekan-rekannya.
Pada
kesempatan
itu
Suwisma menerima
masukan
dan dukungan
tentang
berbagai aspek
pembangunan Bali
berkaitan
dengan
dirinya sebagai
bakal
calon gubernur Bali
dari
jalur DPI-P.
Di
antara mereka yang
mendukung
Suwisma
adalah Ketua PAC
PDI-P Rendang
Karangasem
Wijaya
Mataram, Ketua PAC
PDI-P Banjarangkan,
Klungkung
Atmaja
dan beberapa
lagi PAC
dari
daerah lain
di Bali.
Dasar
dukungan
mereka
di antaranya
bahwa
Suwisma dinilai
bersungguh-sungguh
menjalankan
visi
misinya kelak,
itu
terlihat dari
aktivitasnya
sehari-hari yang
begitu familiar, low profile
dan
pekerja keras.
Bagi
Suwisma, semua
masukan
dan dukungan
itu
sangat berharga
baginya
dan menjadi
kajian
bagi timnya
untuk
melangkah ke
depan.
(r/*)