kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Kliwon, 25 September 2007

 Bali


BRSU Nunggak Askeskin Rp 4 M

Tabanan (Bali Post) -
Akibat
keterlambatan turunnya dana dari Depkes pusat, BRSU Tabanan menunggak sekitar Rp 4 milyar per Agustus 2007. Dikhawatirkan, jika kondisi tersebut berlarut-larut, pelayanan kesehatan terhadap orang miskin di Tabanan akan terganggu.

Direktur BRSU Tabanan dr. I Gede Wiryana Patra Jaya, M.Kes. Senin (24/9) kemarin, mengakui hal itu. Dalam beberapa bulan terakhir harus ngebon demi terlayaninya pasien miskin. Dikatakannya, untuk pelayanan Askeskin dalam setiap bulan diperlukan dana sekitar Rp 750 juta yang terdiri atas biaya obat dan pelayanan kesehatan. Patra Jaya menuturkan pihaknya masih menunggak pembayaran obat mulai Januari lalu hingga Agustus. Sementara itu, biaya pelayanan medik belum dibayar dari Juni hingga Agustus lalu.

Keterlambatan turunnya dana dari Mentri Kesehatan, kata dia, akibat salah perhitungan anggaran tahun 2006 lalu yang diprediksi ada dana sisa sehingga tahun 2007 dianggarkan hanya Rp 1,9 juta. Ternyata dana tersebut hanya mampu menutupi klaim askeskin sampai Juni 2007 lalu. Di Tabanan, kata dia, terdapat 59 ribu lebih warga miskin. Dari jumlah itu sekitar 47 ribu dibayar oleh pemerintah pusat, sisanya sekitar 13 ribu dibayar dari anggaran APBD. Rata-rata per bulan, kata dia, untuk penanganan kesehatan orang miskin memerlukan dana sekitar Rp 250 juta untuk obat-obatan dan bahan habis pakai, serta Rp 500 juta untuk biaya pelayanan medik. Dari kunjungan rumah sakit, kata dia, 65 persen di antaranya menggunakan kartu askes dan dari jumlah itu sekitar 20 persen menggunakan askes miskin. (upi)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)