BRSU Nunggak
Askeskin
Rp 4 M
Tabanan
(Bali Post) -
Akibat
keterlambatan
turunnya
dana
dari
Depkes pusat, BRSU
Tabanan
menunggak sekitar
Rp 4
milyar per Agustus
2007. Dikhawatirkan,
jika
kondisi tersebut
berlarut-larut,
pelayanan
kesehatan
terhadap
orang
miskin di
Tabanan
akan
terganggu.
Direktur
BRSU Tabanan dr.
I Gede
Wiryana
Patra Jaya,
M.Kes.
Senin
(24/9) kemarin,
mengakui
hal itu.
Dalam
beberapa
bulan
terakhir harus
ngebon
demi terlayaninya
pasien
miskin. Dikatakannya,
untuk
pelayanan Askeskin
dalam
setiap bulan
diperlukan
dana
sekitar
Rp 750 juta yang
terdiri
atas biaya
obat
dan pelayanan
kesehatan.
Patra
Jaya
menuturkan pihaknya
masih
menunggak pembayaran
obat
mulai Januari
lalu
hingga Agustus.
Sementara
itu,
biaya pelayanan
medik
belum dibayar
dari
Juni hingga
Agustus
lalu.
Keterlambatan
turunnya
dana
dari Mentri
Kesehatan,
kata
dia, akibat
salah
perhitungan anggaran
tahun 2006
lalu yang
diprediksi
ada
dana sisa
sehingga
tahun 2007
dianggarkan
hanya
Rp 1,9
juta.
Ternyata
dana
tersebut
hanya
mampu menutupi
klaim
askeskin sampai
Juni 2007
lalu.
Di Tabanan,
kata
dia, terdapat 59
ribu
lebih warga
miskin.
Dari jumlah
itu
sekitar 47 ribu
dibayar
oleh pemerintah
pusat,
sisanya sekitar 13
ribu
dibayar dari
anggaran APBD.
Rata-rata per bulan,
kata
dia, untuk
penanganan
kesehatan
orang
miskin memerlukan
dana
sekitar
Rp 250 juta
untuk
obat-obatan dan
bahan
habis pakai,
serta
Rp 500 juta
untuk
biaya pelayanan
medik.
Dari kunjungan
rumah
sakit, kata
dia, 65
persen di
antaranya
menggunakan
kartu
askes dan
dari
jumlah itu
sekitar 20
persen
menggunakan askes
miskin.
(upi)