Upacara
Panca
Wali Krama ---
Membludak,
''Pemedek''
di Pura
Penataran
Ped
Semarapura
(Bali Post) -
Pura
Penataran
Ped
Nusa Penida
benar-benar
menjadi
lautan manusia
sejak
sebulan lalu.
Setiap
hari, ribuan
pemedek
dan pengayah
tangkil
ke pura yang
terkenal
keramat
itu, berkaitan
dengan
pelaksanaan Karya
Agung
Panca Wali
Krama,
Pedana-danaan, Mamungkah,
Prayascita
Bumi,
Pengenteg Linggih,
Pengusaban
Bhatara
Turun Kabeh.
Upacara
agung yang
pertama kali
digelar
serangkaian telah
selesainya
pemugaram
sejumlah
pelinggih
di pura
yang berada
di
Pakraman Ped
tersebut,
juga
berkat pewisik yang
diterima Ida
Pedanda
Kekeran di
pura
itu.
Sebagaimana
Minggu (23/9)
kemarin,
ribuan
pemedek asal
Nusa
Penida maupun
masyarakat
di Bali
daratan tangkil
melakukan
persembahyangan.
Juga
hadir
Bupati Klungkung
Wayan
Candra, Ketua DPRD
berserta
anggota
dan unsur
Muspida
dan pejabat.
Prosesi
karya
dimulai pukul 10.00
wita.
Di-puput 15
sulinggih, 11
sulinggih
muput
tawur panca
wali
krama di
bencingah
agung, 2
sulinggih
muput
tawur Pedanan
dan 2
sulinggih di
jeroan (utama
mandala).
Difungsikannya
11 sulinggih
pada
Tawur Panca
Wali
Krama diambil
dari
konsep pengider-ider
bhuana (sembilan
mata
arah angin)
ditambah
urdah-ardah (atas-bawah)
sebagai
konsep keseimbangan.
Upacara
berlangsung khidmat
dilengkapi
berbagai
tarian
sakral seperti
Tari
Baris Gede
di
depan Pura
Pelinggihan
Ratu
Gede, Tari
Baris
Pati di
depan
bencingah agung,
Jangkang
dan
lainnya.
Tak
ketinggalan
juga
dipertontonkan Topeng
Sidakarya.
Ketua
1 Baga
Prahyangan Made Septarawan
mengatakan
karya
Panca Wali
Krama
bermakna menciptakan
kembali
keseimbangan jagat
raya (alam
semesta).
Melakukan
pemujaan-pemujaan
guna
memohon pancaran
sinar
suci dari
segala
penjuru demi
kesejahteraan/kemakmuran
umat.
Dilanjutkan
Pedana-danaan
sebagai
simbol pemberkahan
Ida Sang Hyang
Widi
Wasa kepada
umatnya yang
senantiasa
memuja
dan tulus
ikhlas
menghaturkan sembah
kepada-Nya.
Terakhir
pewintenan.
Puncak
karya
berlangsung Rabu
(26/9) mendatang,
rencananya
dihadiri
Menbudpar
Jero
wacik.
Nyejer
selama
tiga hari
hingga
Sabtu (29/9) mendatang.
Tetapi,
proses upacara
akan
tetap
berlangsung hingga 28
Oktober 2007. (kmb20)