kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Pon, 25 Juli 2007

 Bali


Ribuan
Fotokopi Kuitansi Pelicin CPNS Ditebar
Kabag
Kepeg Dipanggil Kejaksaan ----- 

Bangli (Bali Post) -
Ribuan
fotokopi kuitansi berisi pembayaran uang pelicin pengangkatan CPNS yang akan datang ditemukan ditebar secara luas. Tidak saja kantor bupati, fasilitas umum juga ditebari kuitansi pemberian uang senilai Rp 30 juta tertanggal 15 Februari 2007 dari I Made Diatmika kepada Made Sujana, S.T. (mantan pegawai RSU Bangli yang terjerat kasus SK bodong) Cq I Wayan Sujana, kakak kandung Bupati Bangli I Nengah Arnawa, S.Sos., M.M.

Peredaran kuitansi dari oknum yang tidak jelas maksud dan tujuannya itu pun membikin heboh seisi kantor bupati, dalam apel rutin beberapa hari lalu. Apalagi jumlahnya mencapai ribuan lembar. Kuitansi yang sama juga dikirimkan ke Sekda Bangli Drs. I Wayan Suarka, M.M. dan kantor Kejaksaan Negeri Bangli melalui pos. Hingga, Kabag Kepeg Bangli Monte dipanggil untuk dimintai keterangan oleh pihak kejaksaan.

Informasi seputar kejadian itu kini ramai dibicarakan masyarakat Bangli. Bahkan, merebak dugaan ada oknum pejabat yang gentayangan mengirim pesan via SMS kepada CPNS meminta sejumlah imbalan balas budi jika terangkat dalam perekrutan 815 orang CPNS kuota Bangli formasi 2006 yang akan dilakukan 2007 mendatang

Sehubungan dengan kejadian ini, Bupati Bangli I Nengah Arnawa, S.Sos., M.M., Selasa (24/7) kemarin, mengaku itu sudah sejak lama diketahui pihaknya. "Ini adalah fitnah," akunya. Dirinya menangkap adanya oknum tertentu yang hendak menggoyang wibawa bupati. Kedua orang yang disebutkan sebagai penerima baik kakak kandungnya dan Kadek Sujana, S.T. telah dipanggil untuk dimintai keterangan seputar kebenaran berita miring yang beredar luas itu.

Ternyata, keduanya mengaku sama sekali tak mengetahui. I Kadek Sujana, S.T. bahkan menantang siap bersumpah di pura ter-tenget sekalipun. Dia mengaku tak tahu-menahu apalagi menerima uang sebesar itu. Begitu juga dengan kakak kandung dirinya, I Wayan Sujana. Sama sekali tidak berbuat apalagi menagih uang sebesar itu untuk kepentingan CPNS. Keduanya sudah diminta untuk segera memberikan keterangan serta berkoordinasi termasuk ke Kejaksaan Negeri Bangli.

Diakuinya, Kabag Kepeg telah dimintai keterangan oleh Kejaksaan Negeri Bangli. Terkait nama I Made Diatmika, sementara waktu masih ditelusuri dan belum ada pegawai dengan nama seperti itu. Tidak menutup kemungkinan nama pegawai lain. Sebab ribuan nama kini masih diselidiki. Tetapi pihaknya sudah bisa memperkirakan siapa pelakunya.

"Namun masih bersifat praduga, kemungkinan ujung-ujungnya jabatan. Saya tidak pernah meminta imbalan balas budi kepada pegawai sepeser pun. Etahlah jika tanpa sepengetahuan saya ternyata ada oknum yang meminta seperti itu. Bukannya munafik, sekalipun saya harus bolak-balik memperjuangkan pegawai honorer yang ada saat ini agar bisa menjadi CPNS, tidak pernah pamrih," katanya seraya menyebutkan sempat didatangi calon CPNS tamatan sarjana dan menyodorinya uang Rp 25 juta, tapi ditolaknya. (kmb17)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)