Radar Bandara Brazil
Rusak,Pesawat
Ditolak
Mendarat
Sao Paulo-
Setelah
kecelakaan
pesawat yang
menelan
ratusan korban
jiwa
Jumat malam,
sistem
penerbangan Brazil yang
sudah tercoreng
kembali
harus menanggung
malu.
Akibat
kerusakan
pada radar
di Amazon
menyebabkan
negeri
ini harus
memerintahkan
semua
pesawat rute
internasional
untuk
balik lagi
ke
negaranya atau
mendarat
di
bandara terdekat.
Insiden
memalukan ini
terjadi
beberapa jam setelah
Presiden
mengumumkan
peningkatan
upaya
keselamatan pasca
tragedi
Jumat.
Matinya
radar terjadi
mulai
pukul 11.45 siang
hingga
Minggu dini
hari (22/7)
disebabkan
oleh
masalah kelistrikan.
Hal ini
memaksa banyak
pesawat
dari AS yang hendak
menuju Brazil
dipaksa
kembali ke
bandara
pemberangkatan atau
melakukan
pendaratan
tak
terjadwal di
bandara
dari Puerto Rico hingga
Chile.
Delapan
dari 17
pesawat yang terbang
di
jangkauan radar harus
terbang
menuju rute
berbeda
dan beberapa
maskapai
membatalkan
penerbangan
menuju
negeri Samba.
Brazil
memiliki
masalah
rumit dalam
penundaan
dan
pembatalan yang acapkali
terjadi
dalam penerbangan
domestik
dalam 10
bulan
terakhir, namun
matinya radar
terjadi
untuk pertama kali
dan
mempengaruhi penerbangan
internasional.
"Benar-benar
kacau,
saya tak
pernah
melihat hal
macam
ini sebelumnya
dan
membuat segalanya
menjadi
tidak aman,"
ujar Eli Rocha (52)
dari Oklahoma City yang
ingin
melakukan penerbangan
menuju
Dallas
di
bandara internasional
Sao Paulo. Bandara
kemudian
dipenuhi
oleh
warga Amerika yang
tiba
atau mengalami
penundaan
penerbangan
dan
pengalihan pendaratan.
Kekacauan
ini
tepat terjadi
setelah
pidato Presien
Luiz
Inacio Lula da Silva
Jumat
malam yang mencoba
menenangkan
warganya
dengan
menerangkan upaya-upaya
keselamatan
baru.
Pemerintah juga
mengatakan
akan
membangun sebuah
bandara
baru di Sao Paulo,
tempat
di mana
pesawat Airbus 1320
milik
maksapai TAM mengalami
kecelakaan
dan
menewaskan 192 orang.
Matinya
radar disebabkan
oleh
arus pendek
dalam
perawatan rutin
Jumat
malam di
kota
Manaus.
Listrik
baru bisa
dihidupkan
lagi
Minggu dini
hari
dan sistem radar
bisa
difungsikan lagi
satu jam
kemudian.
Masalah
ini
juga memaksa American
Airlines mengalihkan 13
pesawat
tujuan Brazil dari
New York, Miami dan Dallas
tutur
jubir perusahaan Mary
Frances Fagan.
Dua
pesawat
milik American Airlines dari
Sao Paulo menuju Miami
melakukan
pendaratan
tak
terjadwal di
kota
Manaus,
terang
Celso Gick
jubir
penguasa bandara
Infraero Brazil. Media
Brazil juga
melaporkan
pesawat
milik maskapai
ini
mendarat di Santiago,
Chile. (ton/ap)