Kritik tak Selesaikan Masalah Lapindo
Kunjungan kerja dua hari Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono (SBY) ke Sidoarjo menuai kritikan beberapa pihak karena
dinilai tidak mendatangkan manfaat kongkret bagi ratusan pengungsi
korban lumpur Lapindo. Di samping itu ada yang mengganggap bahwa
langkah tersebut sangat terlambat dan tebar pesona.
Sungguh aneh bila inisiatif seorang presiden untuk
terjun langsung melihat persoalan rakyat dianggap tindakan yang
terlambat, tidak menyelesaikan masalah dan tebar pesona. Bagaimana
persoalan bangsa ini akan selesai bila setiap saat ditanggapi
tidak simpati oleh berbagai pihak. Bukan mencari solusi bersama
tetapi malah memanasi suasana.
Mungkin langkah SBY sebagai presiden dianggap
terlambat, tetapi haruslah diingat bahwa masalah bangsa dan negara
bukan hanya masalah Lapindo. Masih banyak masalah lain yang perlu
diselesaikan SBY. Sebagai Presiden tidak mungkin mengurus satu
masalah saja. SBY tentunya telah memberikan sebagian wewenangnya
kepada para menterinya sesuai bidangnya masing-masing. Demikian
juga dalam masalah korban luapan lumpur Lapindo Presiden telah
mendelegasikan kepada para menterinya untuk menjebatani para
korban dengan Lapindo.
Namun bila Presiden memang berkeinginan untuk
berkantor sementara di Surabaya untuk terlibat lebih dekat dengan
korban Lapindo, merupakan suatu bukti perhatian seorang presiden
terhadap masalah rakyatnya. Hal ini seharusnya dihargai,
bukan dicemooh.
Mustofa
Jl. Benda
Cilandak Timur
Jakarta