Ni Luh Putu Spyanawati--
Ingin Jadi Dosen
PESILAT
Ni Luh Putu Spyanawati dijadwalkan bertolak ke Pontianak, Kalbar,
Minggu (1/7) ini, guna mengikuti Pra-PON. Ia turun di nomor
spesialisnya yakni seni tunggal. ''Saya dua kali ikut PON, di
Surabaya (2000) dan Palembang (2004), namun belum mampu menyumbang
medali,'' ungkap atlet kelahiran Dusun Temen, Susut, Bangli, 3
Maret 1984 ini. Spyanawati berjanji akan tampil all-out dalam
Pra-PON, agar bisa lolos. ''Target saya mengantongi tiket PON
dulu,'' ucap putri pertama pasangan Wayan Selamat dan Nyoman
Lokawati ini. Alasannya, peta kekuatan dan kemampuan teknik merata
di tiap daerah. ''Bahkan, pesilat tuan rumah Kalbar juga bagus,
termasuk NTB dan NTT,'' jelasnya. Dia mengaku, selama ini dirinya
sering tampil di festival silat mancanegara seperti Prancis,
Belgia dan Belanda. Ia pun meraih emas pada kejurnas putri Piala
Kartini. ''Padahal, saya ingin sekali berjaya di PON,'' ucap
alumnus Fakultas Pendidikan dan Ilmu Keguruan (FPIK) Jurusan
Penjaskes, Undiksha Singaraja ini.
Spyanawati cukup sukses di bidang atlet, namun
dirinya ingin mengembangkan kariernya. ''Saya ingin jadi dosen di
Undiksha,'' tuturnya. Ia mengaku, di kampusnya cukup terbuka
peluang dosen yang mahir di bidangnya utamanya mantan atlet.
''Saya kira Undiksha juga memerlukan dosen tenis meja termasuk
silat,'' jelas dia. (nel)