Bola Voli Pra-PON
---
Putra
Bali Dikalahkan Papua
Jakarta
(Bali Post) -
Tim bola voli Bali
di babak
16 besar kejurnas
yang dirangkaikan
dengan Pra-PON XVII,
harus mengakui
ketangguhan Papua 2-3 (25-20, 30-32,
25-20, 18-25, dan 15-17),
di Hall Basket
Senayan Jakarta, Sabtu (30/6)
kemarin.
Padahal,
sesuai dengan
pemberitahuan
seksi pertandingan,
tim Bali
dijadwalkan
menantang NAD kemarin.
Namun,
datang
pemberitahuan susulan
secara mendadak
pagi kemarin,
Bali
menghadapi Papua.
"Telah
terjadi kesalahan
penghitungan
nilai dan
skor oleh
panitia, karena data yang
masuk agak
terlambat ke
meja panitia,"
kata Seksi
Pertandingan Pra-PON,
Ali, kemarin.
Tim Bali sebenarnya
mampu memetik
kemenangan
setelah set pertama
mampu mencuri
game dengan angka
25-20. Sayang, di
set kedua, Pande
Darmawan dkk.
terlalu
menganggap enteng
lawan, sehingga
Papua bisa
menyamakan kedudukan 1-1
dengan perolehan
angka sangat
ketat 32-30.
Pada
partai krusial
itu, Ketua
Umum PBVSI I
Ketut Sudikerta
mengisyaratkan
akan
memberikan bonus Rp 10
juta jika
bisa lolos
PON. Melihat
ketatnya
permainan, Wakil
Bupati Badung
ini kembali
menambah bonus
kemenangan menjadi
Rp 15 juta.
Bahkan di
set kelima yang
merupakan penentu
tiket PON,
Sudikerta berjanji
bakal memberikan
tambahan bonus
lagi menjadi
Rp 20 juta.
Sayangnya,
meskipun siap
diguyur bonus
puluhan juta,
perjuangan mereka
tetap dipatahkan
Papua.
Humas
PBVSI Bali I Kadek
Sudharma Hariawan
didampingi
ofisial tim
I Ketut Wara,
dari Jakarta
melaporkan, duet pemain
nasional
Windusegara dan Rudi
Tirtana yang
diharapkan mampu
melakukan
serangan ke
jantung
pertahanan Papua, ternyata
tampil kurang
maksimal.
Pada
pertandingan
kemarin tak
terlihat
umpan-umpan akurat
dari tosser
Dolar sehingga
trio Pande
Darmawan, Pong Ardika,
dan Ledin
sering salah
mencari ruang
tembak.
Saat
unggul 2-1,
pemain Bali kehilangan
kontrol permainan.
Akibatnya,
tim Papua yang
bermaterikan
pemain Jatim lapis
kedua leluasa
menguasai
pertandingan, hingga
mampu membalikkan
keadaan dengan
kemenangan 2-3. "Anak-anak
terlihat tegang
dan belum
mampu melakukan
block smash dengan
baik.
Itu
kunci kelemahan
sangat mendasar
selain kurang
siap membaca
permainan lawan,"
kata pelatih
putra, Agung
Oka Hadi
didampingi
asistennya Wayan
Darsana dan
Agung Wijaya.
Menghadapi
Sulut, Oka
Hadi minta
anak asuhnya
bermain lepas,
lugas, dan
taktis karena
pemain Sulut
sangat ulet.
Dengan
kekalahan itu,
praktis ambisi
untuk merebut
tiket PON pada
laga kemarin
terpaksa ditunda.
Peluang untuk
maju ke
PON masih terbuka
lebar dengan
syarat mampu
merebut dua
kali kemenangan
pada laga play off. (022/r)