kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Wage, 1 Juli 2007 tarukan valas
 

OLAH RAGA


Bola Voli Pra-PON   ---

Putra
Bali Dikalahkan Papua

Jakarta (Bali Post) -
Tim bola voli Bali di babak 16 besar kejurnas yang dirangkaikan dengan Pra-PON XVII, harus mengakui ketangguhan Papua 2-3 (25-20, 30-32, 25-20, 18-25, dan 15-17), di Hall Basket Senayan Jakarta, Sabtu (30/6) kemarin.

Padahal, sesuai dengan pemberitahuan seksi pertandingan, tim Bali dijadwalkan menantang NAD kemarin. Namun, datang pemberitahuan susulan secara mendadak pagi kemarin, Bali menghadapi Papua. "Telah terjadi kesalahan penghitungan nilai dan skor oleh panitia, karena data yang masuk agak terlambat ke meja panitia," kata Seksi Pertandingan Pra-PON, Ali, kemarin.

Tim Bali sebenarnya mampu memetik kemenangan setelah set pertama mampu mencuri game dengan angka 25-20. Sayang, di set kedua, Pande Darmawan dkk. terlalu menganggap enteng lawan, sehingga Papua bisa menyamakan kedudukan 1-1 dengan perolehan angka sangat ketat 32-30.

Pada partai krusial itu, Ketua Umum PBVSI I Ketut Sudikerta mengisyaratkan akan memberikan bonus Rp 10 juta jika bisa lolos PON. Melihat ketatnya permainan, Wakil Bupati Badung ini kembali menambah bonus kemenangan menjadi Rp 15 juta. Bahkan di set kelima yang merupakan penentu tiket PON, Sudikerta berjanji bakal memberikan tambahan bonus lagi menjadi Rp 20 juta. Sayangnya, meskipun siap diguyur bonus puluhan juta, perjuangan mereka tetap dipatahkan Papua.

Humas PBVSI Bali I Kadek Sudharma Hariawan didampingi ofisial tim I Ketut Wara, dari Jakarta melaporkan, duet pemain nasional Windusegara dan Rudi Tirtana yang diharapkan mampu melakukan serangan ke jantung pertahanan Papua, ternyata tampil kurang maksimal. Pada pertandingan kemarin tak terlihat umpan-umpan akurat dari tosser Dolar sehingga trio Pande Darmawan, Pong Ardika, dan Ledin sering salah mencari ruang tembak.

Saat unggul 2-1, pemain Bali kehilangan kontrol permainan. Akibatnya, tim Papua yang bermaterikan pemain Jatim lapis kedua leluasa menguasai pertandingan, hingga mampu membalikkan keadaan dengan kemenangan 2-3. "Anak-anak terlihat tegang dan belum mampu melakukan block smash dengan baik. Itu kunci kelemahan sangat mendasar selain kurang siap membaca permainan lawan," kata pelatih putra, Agung Oka Hadi didampingi asistennya Wayan Darsana dan Agung Wijaya.

Menghadapi Sulut, Oka Hadi minta anak asuhnya bermain lepas, lugas, dan taktis karena pemain Sulut sangat ulet. Dengan kekalahan itu, praktis ambisi untuk merebut tiket PON pada laga kemarin terpaksa ditunda. Peluang untuk maju ke PON masih terbuka lebar dengan syarat mampu merebut dua kali kemenangan pada laga play off. (022/r)

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com