Sembuhkan Kanker, Pakai Benalu Teh
BENALU
identik dengan "penyakit". Itu karena tanaman yang tumbuh di
berbagai macam tanaman inang, tergolong tanaman pencuri. Bila si
inang subur, suburlah benalu tersebut. Terkadang, si induk merana.
Sebaliknya benalu yang menumpang hidup, malah makmur karena
menghisap zat makanan yang sudah jadi dari induknya. Mungkin
karena itu benalu disebut tanaman parasit.
Secara umum, zat yang terdapat dalam benalu lebih
ditentukan oleh kandungan zat yang terdapat dalam tanaman inang.
Benalu yang tumbuh pada tanaman jambu misalnya, bisa berbeda
kandungan zat kimianya dengan benalu yang tumbuh pada pohon
beringin. Masyarakat beranggapan, benalu yang tumbuh pada tanaman
tertentu saja yang berkhasiat menyembuhkan suatu penyakit. Benalu
tertentu seperti teh dan kopi banyak dicari orang karena memiliki
khasiat menyembuhkan kanker.
Secara umum, kedua tanaman inang yang ditumbuhi
benalu ini memiliki kemiripan kandungan zat kimianya. Tanaman teh
yang diambil daunnya, mengandung sekitar 1-4% kofein, 7-15%
tannin, dan sedikit minyak atsiri. Sedangkan tanaman kopi yang
diambil bijinya, terdapat 1-3% kofeina, 15% dekstrin, 11-14%
protein, 1-2% asam kofeinat, adenin, ksantin serta alkali fosfat
dan alkali karbonat.
Hingga kini belum ada publikasi ilmiah yang
menyatakan sejauh mana perbedaan kandungan zat kimia pada benalu
teh dengan benalu kopi. Masih perlu bukti untuk menyatakan benalu
teh dan benalu kopi bermanfaat untuk mengobati kanker. Itu karena
kanker banyak jenisnya.
Letak kanker berada, sedikit banyak ikut menentukan
teknik dan sistem pengobatan yang harus dilakukan. Karena itu,
penanganannya pun tidak sama. Obat tertentu dengan teknik
pengobatan sedemikian rupa, mungkin ampuh untuk mengatasi kanker
darah, tapi belum tentu manjur untuk kanker paru, misalnya.
Cara Mengolah
Yang perlu diperhatikan, bagaimana cara mengolah
benalu agar sari zat yang berkhasiat terambil semua. Masyarakat
umumnya mengolah tanaman itu dengan merebus. Dari tiga gelas air
rebusan misalnya, tinggal satu gelas yang diambil sebagai sarinya.
Pengambilan dengan cara demikian, disebut infusa. Infusa adalah
sediaan cair yang dibuat dengan menyari simplisis nabati (tanaman
obat) dengan air pada suhu 90 derajat Celcius selama 15 menit.
Dalam membuat infusa, perlu diperhatikan kadar
bahan yang diambil sarinya dan diperlukan setelah bahan itu
dipanaskan. Komposisinya: 10 gram bahan disari dengan air 10 ml
ditambah air sebanyak dua kali berat bahan atau 20 ml.
Untuk mendapatkan hasil yang baik, pengambilan sari
tanaman sebaiknya dilakukan dalam panci khusus (panci infus).
Panci ini terdiri dari dua buah panci yang dipasang tersusun.
Panci bagian bawah diisi air sebagai pemanas, panci kedua yang
berisi air penyari dan bahan obat. Dengan cara seperti ini, bahan
obat tidak akan rusak karena panasnya tidak terlalu tinggi atau
terkontrol. Selain itu, kandungan zat kimia tidak akan bereaksi
dengan tempat penyari.
Cara lain, daun benalu yang baru dipetik dieramkan,
dijemur, diiris-iris lalu dijemur. Ini karena ada tanaman tertentu
yang kadar zat khasiatnya akan rusak bila salah perlakuan awalnya.
Bila demikian, sekalipun benalu teh atau kopi memiliki kandungan
zat penyembuhan kanker, tidak ada manfaatnya karena zat penting
itu rusak sebelum digunakan.
Untuk menghindari hal itu, lakukan pengolahan yang
benar serta pakai alat dan bahan yang terjamin kebersihannya.
Cucilah daun benalu sebelum direbus, agar jamur berbahaya yang
mungkin ada tak ikut serta.
* ny. ratna
dewi,
Alumni IPB Bogor