Teh, Minuman Sehat Banyak Manfaat
INGIN
tetap sehat dengan biaya murah? Mahalnya biaya perawatan untuk
menjaga kesehatan menyebabkan orang harus punya alternatif lain
untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit. Pilihan menjaga kesehatan
bukan saja dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan cukup berolah
raga, rajin minum teh juga merupakan salah satu cara.
-----------------
Teh merupakan minuman yang populer di Indonesia.
Konsumsi teh di Indonesia mencapai 0,8 kg per kapita per tahun.
Sayangnya, angka itu masih jauh di bawah negara-negara lain di
dunia walaupun Indonesia merupakan negara penghasil teh terbesar
ke-6 di dunia. Kebiasaan orang minum teh sudah berlangsung sejak
ratusan tahun, bahkan para tuan tanah dan pejabat di zaman
kolonial Belanda memiliki perkebunan teh tersendiri di suatu
tempat yang menjadi simbol kekayaan yang dimiliki.
Teh dikelompokkan berdasarkan cara pengolahannya.
Secara umum ada 3 jenis teh yang dikenal yaitu teh hijau, teh
hitam, dan teh oolong. Teh hijau dibuat tanpa mengalami proses
fermentasi, tapi diproses dengan pengukusan. Teh hitam mengalami
proses fermentasi sepenuhnya sehingga memiliki cita rasa, aroma
dan warna yang lebih menarik. Sedangkan teh oolong adalah daun teh
yang mengalami fermentasi sebagian.
Proses pengeringan akan membuat daun teh berwarna
gelap karena terjadi pemecahan khlorofil dan terlepasnya unsur
tannin. Proses selanjutnya berupa pemanasan basah dengan uap panas
agar kandungan air pada daun menguap sehingga proses oksidasi bisa
dihentikan pada tahap yang ditentukan.
Untuk kesehatan, teh banyak kegunaannya. Ketiga
jenis teh yang disebutkan itu dapat digunakan untuk pengobatan
maupun terapi karena memiliki kandungan yang sama, hanya kadarnya
berbeda. Teh hijau paling baik untuk kesehatan karena tidak
mengalami proses fermentasi. Teh hijau lebih kaya kandungan
polyphenol-nya, senyawa ini punya aktivitas antioksidan yang kuat
memerangi radikal bebas sehingga potensial mencegah kanker. Teh
hijau juga berkhasiat mengobati infeksi karena bakteri, menurunkan
risiko stroke, serangan jantung bahkan meningkatkan imunitas sel
dan sekaligus mencegah sel terhadap penularan virus HIV.
Flavonoid pada teh merupakan antioksidan yang mampu
memperkuat dinding sel darah merah dan mengatur permeabilitasnya.
Mengurangi kecenderungan trombosis dan menghambat oksidasi LDL
sehingga mengurangi terjadinya proses atherosklerosis di pembuluh
darah yang akhirnya dapat mengurangi risiko kematian akibat
penyakit jantung koroner. Orang yang minum satu cangkir atau lebih
teh hitam per hari memiliki kira-kira setengah risiko mendapat
suatu serangan jantung.
Dengan mengkonsumsi teh oolong selama 10 minggu
dapat mencegah kegemukan dan perlemakan. Absorpsi nutrien yang
menurun dan pembakaran energi yang meningkat mungkin dapat
berkonstribusi memberi efek tersebut. Teh juga mengandung fluorida
yang akan memperkuat enamel gigi dan meningkatkan kesehatan gigi.
Berbagai
Khasiat
Penelitian-penelitian ilmiah belakangan ini juga
menemukan berbagai khasiat lain dari teh, antara lain:
1. Membantu membakar lemak. Teh hijau dapat
membantu mempercepat tingkat metabolisme karena pengaruh
antioksidannya yang membantu liver berfungsi lebih efektif. Sebuah
penelitian di Amerika menyebut, pria yang kelebihan berat badan
ditemukan minum teh hijau tiga kali sehari dapat membakar 200
kalori ekstra per hari. Konsumsi ekstrak teh hijau oleh laki-laki
muda sehat dengan setiap makanan menghasilkan peningkatan yang
signifikan pada pembakaran energi 24 jam.
2. Mencegah penyakit alzheimer. Teh hijau maupun
teh hitam dapat menghambat aktivitas enzim otak yang berkaitan
dengan penyakit alzheimer. Teh menghambat betasecretase, sejenis
enzim yang tampak berkaitan langsung dengan perkembangan awal
penyakit alzheimer.
3. Mencegah kanker. Konsumsi teh hijau 4 cangkir
bagi para perokok berat dapat mengalami menurunkan
8-hydroxyde-oxyguanosine, sejenis zat kimia yang dikeluarkan
sebagai respons terhadap kerusakan DNA. Sedangkan yang tidak
mengkonsumsi teh tidak mengalami penurunan kandungan zat kimia ini
dari tubuh. Teh hijau dikaitkan dengan peningkatan jumlah yang
bertahan hidup pada pasien yang didiagnosa berpenyakit kanker
epithalial ovarian. Kandungan polyphenol pada teh diketahui dapat
memerangi kanker prostat dengan membatasi jumlah darah dan nutrien
ke tumor dan mengurangi perilaku sejenis protein sehingga dapat
mencegah penyebaran kanker.
4. Teh hijau dapat menurunkan kolesterol jahat LDL
karena pengaruh aktivitas antioksidan yang mencegah oksidasi LDL
dalam arteri. Minum teh dapat membantu arteri bebas sumbatan.
Konsumsi teh hitam sekitar 2-3 cangkir setiap hari dapat
menurunkan risiko serangan jantung mencapai 70%.
5. Membantu menurunkan tekanan darah. Hipertensi
disebabkan suatu enzim yang dikeluarkan dari ginjal. Obat
hipertensi dikenal sebagai ACE inhibitor dimana teh hijau
merupakan inhibitor ACE alami dan beberapa hasil penelitian
menunjukkan tekanan darah tinggi menurun setelah konsumsi ekstrak
teh hijau. Orang-orang yang terbiasa minum teh akan mengalami
penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik. Senyawa yang
terkandung dalam teh yang dapat menurunkan tekanan darah, antara
lain antioksidan, asam amino, dan senyawa yang merilekskan
otot-otot halus.
6. Khasiat pemakaian luar. Dalam teh diketahui
adanya senyawa germisidal yang dapat mencegah terjadinya infeksi
jika terjadi luka. Jadi teh bisa bisa digunakan membersihkan luka
agar infeksi tidak menyebar. Selain itu, pembersihan dengan teh
dapat mengatasi penyakit kutu air dan bisa juga digunakan untuk
menghilangkan bau mulut dengan menggunakannya sebagai cairan
kumur.
Aroma dari daun teh dapat digunakan untuk memberi
kesegaran dalam ruangan sehingga dapat menimbulkan suasana
relaksasi seperti aroma terapi, hal ini kadang dilakukan dengan
memasukkan daun teh ke dalam sarung bantal.
7. Minum teh yang tidak mengandung gula dapat
membantu mencegah munculnya plak pada gigi karena teh diketahui
mengandung fluoride dan tannin.
* ni nyoman
puspawati,
Sarjana Teknologi
Pertanian Unud
KANDUNGAN
TEH
* Kafein
* Teofilin
* Theobromin
* Tannin
* Zanthine
* Adenine
* Minyak atsiri
* Antioksidan dengan kadar lemak, karbohidrat atau protein.
* 20 asam amino
* 6 asam organik
* Senyawa polyphenolic
* Minyak esensial
* Magnesium
* Fluoride
* Vitamin C