kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Wage, 1 Juli 2007 tarukan valas
 

DESAIN


Tetap Menggeliat, Teater di Kampus Seribu Jendela

TERNYATA, Kampus Seribu Jendela atau Kampus Undiksha (dulu IKIP Negeri Singaraja) tak pernah sepi dari kegiatan teater. Selain mahasiswa yang tergabung dalam UKM teater, juga mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, serta Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris tak pernah berhenti berkarya.

Hal ini lantaran di kedua jurusan tersebut ada mata kuliah drama yang mewajibkan mahasiswa menampilkan pentas teater sebagai bentuk tugas akhir. Jurusan Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia, misalnya, memunculkan kuliah drama pada Semester II, sedangkan Bahasa Inggris pada Semester VI, setelah mahasiswa menyelesaikan kuliah Inroduction to Literatura, Poetry, dan Prose.

Pekan lalu, Senin (18/6) dipentaskan "Ghost" karya Henrik Ibsen dengan sutradara Ayu Artha Sucianingsih dan Wulan Dewi, Selasa (19/6) naskah "Blood Wedding" karya Ferderico Garcia Lorca, sutradara Dayu Chintami dan Indah Puspita yang merangkap koreografer. Minggu (24/6), dipentaskan naskah "Salome" karya Oscar Wilde sutradara Nurul Kinayah, Novy dan Pande Sumartini. Pentas digelar di Aula FBS Jl. A Yani 67 Singaraja.

Semua naskah itu dibawakan dalam bentuk teater realis. "Blood Wedding" yang pernah terkenal di Indonesia dalam terjemahan "Pernikahan Darah" pada awal 1960-an, dibawakan dengan sangat rapi. Naskah yang sangat puitis sebagaimana sifat karya-karya Lorca yang puitis, dibawakan pula dengan tarian dan nyanyian secara live.

Sejumlah lagu dinyanyikan oleh sejumlah pemain dan juga oleh sutradara, ditingkah petikan gitar Bayu. Naskah tragedi modern tersebut menyangkut masalah upacara perkawinan yang menghasilkan kematian mempelai lelaki dan Leonardo Felix yang sudah beristeri dan beranak satu. Kostum gaya Spanyol harus disiapkan, termasuk sombrero, topi khas petani Spanyol.

Untuk "Ghost" yang di Indonesia dikenal lewat sadurannya berjudul "Hantu Sang Tumenggung", kerabat kerja harus juga menggarap panggung dan bagian bawah. Di bawah dibangun sebuah taman dengan sejumlah tanaman hidup dan sebidang lapangan rumput, padahal di atas panggung mereka harus siapkan ruang kerja Mr. Alvin almarhum yang cukup realis.

Dalam drama "Salome", kostum merupakan probel utama, karena seluruhnya harus disiapkan, tak mungkin pinjam atau beli. Kostum raja, ratu, prajurit, orang-orang Yahuni, Nasaren, dan tokoh-tokoh lain. Belum lagi tokoh utama, Nurul Kinayah yang juga sutradara harus pula menari.

Pada semester-semester sebelumnya, Jurusan Bahasa Inggris menampilkan karya-karya lain oleh Eugene Ionesco, Albert Camus, George Bernard Shaw, dan lain-lain, semuanya dibawakan dengan gaya realis. Namun karena tak pernah tersinggung pemberitaan, banyak yang mengira bahwa kegiatan seni di Kampus Seribu Jendela itu melempem.

* sunaryono basuki ks.

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com