kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Wage, 1 Juli 2007 tarukan valas
 

BERITA


Ami Hasegawa

Perajut
Jepang-Bali

TARI Oleg Tamulilingan karya monumental maestro tari Bali I Ketut Marya (1952) itu dibawakan dengan penuh gemulai oleh seorang wanita berkulit kuning cerah. Penonton Pesta Kesenian Bali (PKB) 2007 yang memenuhi Wantilan Taman Budaya Denpasar pada Minggu (24/6) malam lalu itu sungguh dibuat terpukau oleh penari bertubuh langsing itu. Siapakah gerangan penari ayu itu?

------------------

 

Ami Hasegawa namanya, wanita dari Jepang. Banyak penonton yang tak percaya seorang wanita asing dapat membawakan Oleg Tamulingan dengan begitu apik, tak kalah jauh dengan penari-penari terbaik Bali. Bersama teman-temannya sesama orang Jepang yang pernah dan sedang belajar seni tari di Bali, Ami -- panggilan pendeknya, mementaskan beberapa tari klasik dan kreasi yang bergulir sepanjang 1,5 jam dan disaksikan penonton dengan penuh perhatian.

Pada PKB ke-29 ini, wanita yang berasal dari Kanagawa -- sekitar dua jam naik kereta api ke arah utara dari Tokyo --itu juga membawakan tari "Gadis Menanam Padi" pada malam sebelumnya, lalu bersama murid-muridnya yang khusus datang dari Jepang mempergelarkan tari Janger. Di Jepang, sejak 2003 Ami memang mendirikan sanggar tari Bali Basundhari.

Ami tertarik tari Bali sejak remaja, ketika menjadi turis di Bali. Wanita yang kesehariannya sebagai pekerja swasta di negerinya itu kemudian menekuni tari Bali di STSI (kini ISI) Denpasar pada 2000-2002.

Selain belajar secara formal, ia juga berguru pada empu-empu seni tari hingga ke desa-desa. "Legong adalah tari yang sangat saya sukai," kata wanita berusia 30 tahun ini. Pada tahun 2002, ia menciptakan tari yang berangkat dari pola Legong yang diberinya judul "Legong Sakura". Suatu saat nanti, kata wanita yang suka lawar ini, akan mementaskan ciptaannya itu di arena PKB. Ia mengaku sangat senang menari di hadapan masyarakat Bali. "Penonton di sini bagus dan banyak," katanya dengan mata berbinar.

Di Jepang, kesenian Bali, seni tari dan gamelan khususnya, sejak 15 tahun belakangan ini diapresiasi tinggi oleh masyarakat setempat. Lawatan-lawatan kesenian Bali di sana selalu disambut baik. Karenanya, berbekal penguasaannya terhadap tari Bali klasik dan kreasi, Ami mendirikan sanggar tari yang ternyata mendapat respons bagus. "Murid saya kebanyakan wanita, ada ibu-ibu, ada pula para gadis," ujarnya.

Lewat seni tari, Ami telah menjadi perajut budaya antara Jepang dan Bali. "Saya sangat mencintai Bali, tarinya, semuanya," katanya bersemangat. * kadek suartaya

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com