Lahan Subak Juwet Tergerus
Gianyar
(Bali Post) -
Pascameluapnya air sungai Udang-udang yang merupakan hilir dari
Sungai Pekerisan hingga Sabtu (30/6) kemarin, masih menjadi
perhatian masyarakat yang melintas dijembatan By-pass Prof. I.B.
Mantra, yang menghubungkan Desa Lebih, Gianyar dengan Banjar
Cucukan Desa Medahan, Blahbatuh. Luapan air sungai ini merupakan
luapan besar yang kedua kalinya sejak tahun 1971. Akibat luapan
sungai tersebut, lahan pertanian di wilayah subak Juwet tergerus.
Luapan yang sama sekitar 36 tahun yang lalu ini juga mengalami
sejumlah kerusakan pada lahan persawahan warga. Waktu itu
kerusakan yang ditimbulkan dari luapan air karena hujan yang
mengguyur di bagian hulu ini menggerus lahan di bagian barat
sungai. Sedangkan luapan yang bertepatan dengan perayaan Umanis
Galungan ini menimpa lahan di sebelah timur sungai tersebut.
Kerusakan lahan pertanian yang disebabkan tergerus
oleh air sungai bahkan ada yang hanya menyisakan lahan warga
sebanyak 5 meter dari jumlah sebelumnya seluas 1,5 are.
Pekaseh Subak Juwet, Ketut Pios, yang ditemui di
rumahnya mengakui dari gerusan air sungai kerusakan parah dialami
oleh sawah milik Pak Badengan, dari Banjar lebih Duur Kaja. Hal
yang sama juga terjadi pada sawah yang dimiliki oleh Pak Seram.
Menurut salah satu warga Lebih, Wante, tergerusnya sawah milik Pak
Seram mencapai 4 are dari jumlah sawah yang dimilikinya seluas 7
are.
Peristiwa luapan sungai ini belum dilakukan
perbaikan. Kepala Kesbanglinmas IB Nyoman Rai mengatakan dari
hasil rapat kordinasi ini, pemkab akan melakukan pendataan
terlebih dahulu dan masih akan mengambil langkah untuk melakukan
upaya penanggulangan. Camat Gianyar, Wayan Kujus Pawitra, atas
longsor yang menimpa sejumlah persawahan warga juga mengimbau
warga agar jangan lengah mengingat cuaca belum menentu.
(dar)