Kemarau
Basah Landa
Bali
Denpasar
(Bali Post) -
Kendati
saat ini
secara umum
sudah memasuki
musim kemarau,
di sejumlah
kawasan di
Bali masih
berpeluang tumbuh
awan dan
potensi hujan
ringan.
Menurut
Kabid Data dan
Informasi BMG
Wilayah III Denpasar Ir. H.
Sutrisno, M.Sc.,
turunnya hujan
di musim
kemarau ini
dikenal dengan
fenomena kemarau
basah.
Dijelaskannya,
angin timuran
membawa masa
udara basah
di mana
berpeluang
membentuk pertumbuhan
awan yang
disertai hujan
ringan di
atas langit
Bali dan Nusa
Tenggara. "Itulah
sebabnya dalam
dua tiga
hari ke
depan akan
tetap ada
hujan ringan
dan mendung
di beberapa
kawasan di
Bali," ujar
Sutrisno.
Sementara
itu, gelombang
laut dalam
dua tiga
hari ke
depan berkisar
antara 1 - 2 meter
dengan arah
tetap dari
timur ke
tenggara. Kondisi
ini agak
membaik dibanding
dua hari
sebelumnya di
mana kecepatan
angin mencapai
29 - 47 km/jam yang menyebabkan
gelombang laut
di selatan
Bali mencapai
lebih dari 3 meter.
Masih
terkait pantauan
BMG III Denpasar,
dalam sepekan
terakhir hampir
setiap hari
terjadi gempa
bumi di
zona selatan
yang membentang
dari Sumatera
sampai ke
Maluku. Jumat
(29/6) misalnya
terjadi gempa
di kedalaman
100 km sekitar 77 km
arah tenggara
Gorontalo.
Sementara Sabtu (30/6)
kemarin gempa
berkekuatan 5,6 SR
terjadi di
barat daya
Cilacap, Jateng.
(056)