kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Wage, 1 Juli 2007 tarukan valas
 

BERITA


Deteksi
Dini
Panyakit Jantung

Denpasar (Bali Post)-
Penyakit jantung  masih menjadi ancaman yang mematikan bagi kebanyakan orang. Dari sejumlah kelompok penyakit jantung-- penyakit jantung bawaan, rematik, jantung koroner dan hipertensi-- penyakit jantung koroner harus diwaspadai.

Kematian akibat jantung koroner menempati angka tertinggi dibandingkan yang disebakan jenis penyakit jantung lainnya.

Menurut dr. Ismoyo Sunu, SpJP, Sabtu (30/6) kemarin, dalam menghadapi penyakit jantung ini diperlukan deteksi dini, disamping strategi populasi dan prevensi sekunder.

Menurutnya, sekitar 90 persen penyakit jantung koroner disebabkan oleh proses arteriosklerosis (penyempitan pembuluh darah). Selain itu faktor penyebab lainnya adalah kebanyakan lemak, hipertensi, diabetes militus (kencing manis), keturunan, merokok, kurang berolahraga dan kurang melakukan aktivitas fisik.

'' Penyakit jantung koroner sebenarnya penyakit yang bisa dicegah,'' ujarnya.

Faktor risiko yang tidak bisa di ubah adalah faktor keturunan. Jika orang tua meninggal karena serang jantung, risiko anak untuk terkena jantung koroner besar, sehingga hal itu tidak dapat diubah.

Sedangkan faktor yang bisa diubah adalah, hipertensi dan diabetes militus, merokok, gaya hidup, dan kolesterol.

Menurut dr. IGN Putra Gunadi SpJP, deteksi dini yang cermat dan seksama dapat menghasilkan sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk mencegah datangnya serangan jantung terhadap mereka yang mempunyai faktor resiko tadi. (can)

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com