Deteksi
Dini
Panyakit
Jantung
Denpasar
(Bali Post)-
Penyakit
jantung
masih menjadi
ancaman yang
mematikan bagi
kebanyakan orang.
Dari sejumlah
kelompok penyakit
jantung--
penyakit jantung
bawaan, rematik,
jantung koroner
dan hipertensi--
penyakit jantung
koroner harus
diwaspadai.
Kematian
akibat jantung
koroner menempati
angka tertinggi
dibandingkan yang
disebakan jenis
penyakit jantung
lainnya.
Menurut
dr. Ismoyo Sunu,
SpJP, Sabtu
(30/6) kemarin,
dalam menghadapi
penyakit jantung
ini diperlukan
deteksi dini,
disamping
strategi populasi
dan prevensi
sekunder.
Menurutnya,
sekitar 90 persen
penyakit jantung
koroner
disebabkan oleh
proses
arteriosklerosis (penyempitan
pembuluh darah).
Selain itu
faktor penyebab
lainnya adalah
kebanyakan lemak,
hipertensi, diabetes
militus (kencing
manis), keturunan,
merokok, kurang
berolahraga dan
kurang melakukan
aktivitas fisik.
'' Penyakit
jantung koroner
sebenarnya
penyakit yang bisa
dicegah,''
ujarnya.
Faktor
risiko yang tidak
bisa di
ubah adalah
faktor keturunan.
Jika orang
tua meninggal
karena serang
jantung, risiko
anak untuk
terkena jantung
koroner besar,
sehingga hal
itu tidak
dapat diubah.
Sedangkan
faktor yang bisa
diubah adalah,
hipertensi dan
diabetes militus,
merokok, gaya
hidup, dan
kolesterol.
Menurut
dr. IGN Putra
Gunadi SpJP,
deteksi dini
yang cermat dan
seksama dapat
menghasilkan
sejumlah cara yang
dapat dilakukan
untuk mencegah
datangnya
serangan jantung
terhadap mereka
yang mempunyai
faktor resiko
tadi. (can)