kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Wage, 1 Juli 2007 tarukan valas
 

BERITA


Dari Sarasehan PKB Ke-29 --

Pembangunan Bali harus Tetap Berlandaskan Budaya

Pesta Kesenian Bali (PKB) selain untuk pencitraan Bali sebagai daerah tujuan wisata, juga sebagai media pemberian penghargaan kepada seniman dan budayawan Bali. PKB selain bermanfaat bagi dinamisasi komunitas seni dan budaya, hendaknya mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat Bali.

KETUA Mada LVRI Bali IB Kompyang mengatakan hal itu dalam sarasehan PKB ke-29 di gedung Natya Mandala ISI Denpasar, Sabtu (30/6) kemarin.

 Sarasehan yang dibuka Asisten II Wayan Subagiarta itu mengambil tema ''Wirabrata Gosita: Mencermati Kepahlawanan''.

Ditambahkannya, pelaksanaan PKB harus bermanfaat dalam menciptakan peluang usaha dan kerja bagi masyarakat kecil dan menengah. Bukan justru menjadi beban waktu dan ekonomi bagi masyarakat Bali.

Sementara menyinggung soal kepahlawanan, IB Kompyang mengatakan pergerakan menuju gerbang kemerdakaan serta perang mempertahankannya telah mengorbankan harta dan nyawa rakyat. Pengorbanan ini akan sia-sia jika pembangunan Bali dalam rangka mengisi kemerdekaan itu tidak mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. ''Pembangunan Bali haruslah diartikan sebagai pembangunan yang tetap mengedepankan  nilai budaya, agama, dan pelestarian alam Bali, sehingga manusia Bali menjadi lebih sejahtera,'' ujarnya.

 

Memerangi Musuh
Sementara sejarawan LIPI-Jakarta Prof. Dr. Taufik Abdullah, M.A. mengatakan pahlawan baru dirasakan ada, ketika dialog antara kesadaran kini dan masa lalu telah dilakukan. Dalam proses dialog ini pahlawan ditemukan dan tempatnya dalam sejarah, serta struktur kesadaran masyarakatnya ditentukan pula. Oleh karena itu, ada aktor sejarah yang dipahlawankan karena sumbangannya yang besar dalam perjuangan membela Tanah Air. ''Dalam masa kekinan kita memerlukan pahlawan yang mampu memerangi musuh dalam diri dan yang mampu mengatasi kondisi nyata dalam masyarakat,'' ujarnya.

Saat ini, masyarakat memiliki musuh dalam bentuk kemiskinan budi dan materi. Karena itu diperlukan pahlawan yang memiliki keberanian, kemampuan memahami situasi, rendah hati, bertanggung jawab dan memiliki daya kekuatan rohani dan dermawan.

Filolog FS Unud Dr. Nyoman Suarka, M.Hum. mengatakan pengimplementasian konsep sura dhira jayeng rat dalam PKB 2007 dilakukan sejalan dengan peran dan fungsi seniman. Seniman adalah sosok yang memiliki kemampuan tinggi dalam pengaktualisasian hal-hal yang bersifat filosofi-religius. Konsep ini diterjemahkan dalam bentuk karya yang mudah dipahami masyarakat umum. (lun)

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com