kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Wage, 1 Juli 2007 tarukan valas
 

BERITA


Dibekuk, Satu Tahanan Polres Klungkung

* Betis Kanan Ditembak ...

Semarapura (Bali Post) -
Kerja keras tim buser Polres Klungkung mengejar empat tahanan yang kabur dari ruang tahanan utama Mapolres setempat, Kamis (28/6) lalu, membuahkan hasil. Salah seorang tahanan, Helmi (30), dibekuk tim buser Polres Klungkung, Sabtu (30/6) dini hari kemarin. Tim buser terpaksa menembak kaki kanan residivis Polda Bali itu, karena berusaha meloloskan diri.

Penangkapan dipimpin Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Ketut Suartha dengan beranggotakan 14 personel tim buser itu membekuk Helmi di rumah saudaranya di Banjar Patas, Gerokgak, Buleleng sekitar pukul 02.00 wita. Tim buser menyambangi rumah tempat persembunyian Helmi atas informan kepolisian yang disebar di sejumlah titik.

Menurut Suartha, penangkapan residivis pencurian keluaran LP Kerobokan Denpasar itu relatif sulit. Mengetahui tempat persembunyiannya disambangi, Helmi nekat kabur dari kejaran polisi. Tak ingin kecolongan, polisi pun mengambil jalan pintas. Tembakan pun dilepaskan dan peluru bersarang di betis kanan Helmi.

Dengan tertangkapnya Helmi, polisi masih punya tugas berat karena harus mengejar tiga tahanan lainnya, Slamet Riyadi, Fandi dan Suyono Efendi--tersangka tindak pidana pelanggaran pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

Di hadapan polisi, Helmi mengatakan upaya meloloskan diri dari ruang tahanan utama Mapolres Klungkung beberapa waktu lalu, merupakan ide tahanan Slamet Riyadi. Ide ini muncul  karena saat itu hujan lebat. Menariknya, begitu berhasil keluar dari tahanan, keempat tahanan sempat singgah di rumah salah satu keluarga Helmi yang ada di wilayah Klungkung untuk ganti pakaian yang basah setelah menceburkan diri di selokan sebelah barat ruang tahanan.

Anehnya lagi, untuk melanjutkan pelarian ke Terminal Ubung, keempat tahanan menyempatkan diri melakukan aksi bejatnya dengan menggondol sepeda motor milik warga di Jalan Kenanga, Klungkung. Dengan motor curian itulah, keempat tahanan melaju menuju Terminal Ubung. Sampai di Terminal Ubung, mereka berpencar untuk mencari lokasi persembunyian masing-masing.

Saat ditemui di Mapolres, Kasat Reskrim AKP Ketut Suartha tak menampik soal penangkapan Helmi--salah satu dari empat tahanan yang melarikan diri. Namun, dia menolak berkomentar banyak, dengan alasan masih melakukan pengejaran intensif terhadap tiga buronan lainnya. ''Nanti saja ya, biar tertangkap semua dulu,'' pintanya.

Sebelumnya, Helmi dan tiga rekannya--Slamet Riyadi, Fandi, dan Suyono Efendi meloloskan diri dari ruang tahanan dengan menjebol plafon dan genting di kamar mandi ruang tahanan. Setelah itu, mereka melompat ke sebuah selokan di sebelah barat ruang tahanan. (kmb20)

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com