Dibekuk, Satu Tahanan Polres Klungkung
* Betis Kanan Ditembak ...
Semarapura
(Bali Post) -
Kerja keras tim buser Polres Klungkung mengejar empat tahanan yang
kabur dari ruang tahanan utama Mapolres setempat, Kamis (28/6)
lalu, membuahkan hasil. Salah seorang tahanan, Helmi (30), dibekuk
tim buser Polres Klungkung, Sabtu (30/6) dini hari kemarin. Tim
buser terpaksa menembak kaki kanan residivis Polda Bali itu,
karena berusaha meloloskan diri.
Penangkapan dipimpin Kasat Reskrim Polres Klungkung
AKP Ketut Suartha dengan beranggotakan 14 personel tim buser itu
membekuk Helmi di rumah saudaranya di Banjar Patas, Gerokgak,
Buleleng sekitar pukul 02.00 wita. Tim buser menyambangi rumah
tempat persembunyian Helmi atas informan kepolisian yang disebar
di sejumlah titik.
Menurut Suartha, penangkapan residivis pencurian
keluaran LP Kerobokan Denpasar itu relatif sulit. Mengetahui
tempat persembunyiannya disambangi, Helmi nekat kabur dari kejaran
polisi. Tak ingin kecolongan, polisi pun mengambil jalan pintas.
Tembakan pun dilepaskan dan peluru bersarang di betis kanan Helmi.
Dengan tertangkapnya Helmi, polisi masih punya
tugas berat karena harus mengejar tiga tahanan lainnya, Slamet
Riyadi, Fandi dan Suyono Efendi--tersangka tindak pidana
pelanggaran pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.
Di hadapan polisi, Helmi mengatakan upaya
meloloskan diri dari ruang tahanan utama Mapolres Klungkung
beberapa waktu lalu, merupakan ide tahanan Slamet Riyadi. Ide ini
muncul karena saat itu hujan lebat. Menariknya, begitu
berhasil keluar dari tahanan, keempat tahanan sempat singgah di
rumah salah satu keluarga Helmi yang ada di wilayah Klungkung
untuk ganti pakaian yang basah setelah menceburkan diri di selokan
sebelah barat ruang tahanan.
Anehnya lagi, untuk melanjutkan pelarian ke
Terminal Ubung, keempat tahanan menyempatkan diri melakukan aksi
bejatnya dengan menggondol sepeda motor milik warga di Jalan
Kenanga, Klungkung. Dengan motor curian itulah, keempat tahanan
melaju menuju Terminal Ubung. Sampai di Terminal Ubung, mereka
berpencar untuk mencari lokasi persembunyian masing-masing.
Saat ditemui di Mapolres, Kasat Reskrim AKP Ketut
Suartha tak menampik soal penangkapan Helmi--salah satu dari empat
tahanan yang melarikan diri. Namun, dia menolak berkomentar
banyak, dengan alasan masih melakukan pengejaran intensif terhadap
tiga buronan lainnya. ''Nanti saja ya, biar tertangkap semua
dulu,'' pintanya.
Sebelumnya, Helmi dan tiga rekannya--Slamet Riyadi,
Fandi, dan Suyono Efendi meloloskan diri dari ruang tahanan dengan
menjebol plafon dan genting di kamar mandi ruang tahanan. Setelah
itu, mereka melompat ke sebuah selokan di sebelah barat ruang
tahanan. (kmb20)