
ICCB Persembahkan
Dua
Tari Klasik India
dalam PKB
Denpasar
(Bali Post) -
Penampilan
memikat
dua penari India,
yang membawakan
dua
tari klasik India
di
Gedung Ksirarnawa,
Senin (18/6)
kemarin
sanggup membius
puluhan
penonton yang hadir.
Decak
kagum
penonton manakala
menyaksikan
tiap
gemulai gerakan
penari
jelas terlihat.
Mereka
benar-benar
mampu
membawa nuansa
religius
khas
India
ke
seluruh ruangan.
Tari
klasik
India
tersebut
merupakan
persembahan Indian Cultural
Centre Bali (ICCB), yang ikut
berpartisipasi
dalam PKB XXIX
tahun
ini.
Penampilan
pertama
malam kemarin
dibuka
dengan tari
Odissi
oleh Chitra
Shankar
dan dua
orang
muridnya.
Ada
empat
bagian dalam
tarian
ini, di
mana
keseluruhannya menggambarkan
tentang
sepuluh perwujudan
Dewa
Wisnu.
Empat
bagian
tersebut yaitu
Mangalacharan (permulaan
suci),
Shankarabharan (ritmik/irama
murni),
Dashavataar (penggambaran
perwujudan
Dewa
Wisnu) dan
Asthapadi.
Pada
bagian
Dashavataar, para
penari
nampak benar-benar
menghayati
nyanyian
pemujaan
kepada
Dewa Khrisna, yang
merupakan
komposisi
penyair
abad ke-16 Jayadeva.
Sementara
itu,
Nandini Khrisna
bersama-sama
siswa-siswanya
menyuguhkan
tari
Bharata Natyam yang
ditujukan
sebagai
salah satu
wujud
pemujaan terhadap
Dewa
Siwa.
Sama
halnya
dengan tari
Odissi,
Bharata Natyam
juga
terbagi empat
bagian.
Bagian
pertama
disebut Om
Namah
Shivaya (pemujaan
kepada
Dewa Ganesha),
disusul
kemudian Allaripu (penghormatan
tradisional
kepada
Tuhan, guru, dan
penonton),
Devi
Stuti (pemujaan
kepada
Dewi, sakti
Dewa
Siwa) dan
Samagam (datang
bersama).
Bukan
kali pertama ICCR
ikut
berpartisipasi di PKB.
ICCB sendiri
telah
ikut meramaikan PKB
sejak
tahun 2005. ''Ini
kali ketiga
kami
dalam PKB, tahun
lalu
kami menampilkan Miss
Nandini yang
berkolaborasi
dengan
Bajra Sandhi,''
kata Deputy Director ICCB
Awanish
Tiwari. Lebih
lanjut
ia
berharap,
melalui
kesenian ini, ICCB
dapat
lebih memperkenalkan
seni
dan budaya India,
serta
dapat menambah
kayanya
khazanah kesenian
di Bali.
(ded/*)