kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Pon, 11 Mei 2007

 Bali


Cair
, Tunjangan Penghasilan Guru SD 

Denpasar (Bali Post) -
Salah
satu upaya Pemkot Denpasar meningkatkan kinerja guru adalah dengan meningkatkan tunjangan tambahan penghasilan guru. Tunjangan yang dulu dikenal sebagai insentif itu dikucurkan untuk guru dari jenjang pendidikan SD, SMP hingga SMA/SMK. Untuk tingkat SMP dan SMA/SMK, tunjangan penghasilan yang dibagikan per triwulan itu sudah dicairkan pada April lalu. Sedangkan proses administrasi pencairan tunjangan guru SD sudah dirampungkan pada pekan pertama Mei ini.

"Karena proses administrasinya sudah rampung, saya memperkirakan guru-guru SD di Denpasar sudah bisa menikmati dana itu dalam pekan-pekan ini," kata Kabag Humas Setda Kota Denpasar Made Erwin Suryadarma Sena kepada wartawan, Kamis (10/5) kemarin.

Erwin menambahkan, Pemkot Denpasar merespons positif keluhan para guru yang sempat mempertanyakan terlambatnya proses pencairan tunjangan itu. Dikatakan, kelambatan itu terjadi karena proses pencairan tunjangan guru SD dikoordinasikan oleh Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di masing-masing kecamatan.

"Mengingat pencairannya dikoordinir Cabang Dinas yang mengurusi ribuan guru SD, satu SD saja yang terlambat dapat mengakibatkan keterlambatan bagi SD yang lain. Berbeda dengan tunjangan guru SMP dan SMA/SMK yang diproses oleh bendahara sekolah masing-masing, prosesnya bisa lebih cepat," ujarnya.

Menurut dia, anggaran yang dialokasikan Pemkot Denpasar untuk membayar tunjangan tambahan penghasilan guru SD itu mencapai Rp 2,74 milyar lebih. Rinciannya, Kecamatan Denpasar Timur mendapat Rp 843,86 juta lebih, Kecamatan Denpasar Selatan Rp 705,63 juta lebih dan dan Kecamatan Denpasar Barat mencapai Rp 1,19 milyar lebih. Proses pencairan tunjangan penghasilan guru SD di Kecamatan Denpasar Timur dan Denpasar Selatan sudah rampung Senin (7/5), sedangkan Kecamatan Denpasar Barat rampung Selasa (8/5) lalu.

"Kelambatan juga diakibatkan peraturan dan ketentuan yang masih baru sehingga para bendahara cukup kesulitan dan memerlukan waktu dalam memproses anggaran-anggaran. Apalagi untuk jumlah yang cukup besar, tentu memerlukan waktu yang cukup lama dan kehati-hatian dalam memprosesnya. Jadi, tidak ada niat untuk memperlambat atau menunda tunjangan penghasilan para guru," tegasnya.

Ditemui terpisah, Ketua PD PGRI Kota Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana mengucapkan terima kasih karena Pemkot Denpasar sudah merespons dengan cepat keluhan para guru. Untuk proses pencairan tunjangan tambahan penghasilan guru selanjutnya, pihaknya berharap bisa dilakukan secara tepat waktu alias tidak ada keterlambatan lagi. (kmb13/*)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)