Jelang
KTT UNCCC--
7.600 Kamar
sudah
Di-''booking''
Denpasar
(Bali Post) -
Enam
hari
lagi, Konferensi PBB
tentang
Perubahan Iklim
(UNCCC) akan
digelar
di Bali International Convention Center (BICC)
Nusa
Dua.
Persiapan
untuk
menyambut sekitar
2.000 delegasi
resmi
dari 189 negara
ini
mencapai sekitar 90
persen.
Kepala
Pusat
Pengelolaan Lingkungan
Regional Bali-Nusra R.
Sudirman,
Senin (26/11)
kemarin
menyatakan, penyelesaian
persiapan
untuk
konferensi
akan
rampung
Jumat (30/11) depan.
''Saat
ini
penyelesaiannya sudah
90 persen,
baik outdoor
maupun indoor.
Sementara
untuk
penggabungan telekomunikasi
masih
mencapai 70 persen.
Pada
tanggal 30
nanti
semua persiapan
harus
rampung,'' katanya.
Rencananya
akan
ada 800
sidang pleno yang
melibatkan
delegasi
resmi
dan serangkaian side
event yang diikuti
kurang
lebih 5.000 - 6.000 orang.
Saat
ini,
menurut Sudirman,
7.600 kamar yang
ada di
hotel-hotel kawasan
Nusa
Dua telah
di-booking
untuk
pertemuan yang berlangsung
selama
dua minggu
tersebut.
Pada
minggu
kedua pelaksanaan
konferensi,
Sekjen PBB Ban
Ki Moon
dan Presiden RI
Susilo
Bambang Yudhoyono
dipastikan
hadir
untuk membuka
acara
pertemuan tingkat
menteri
lingkungan hidup
itu.
Sementara
itu,
untuk kampanye
menciptakan
kesadaran
publik,
dilakukan berbagai
kegiatan
termasuk
uji
emisi.
Pelaksanaan
uji
emisi kendaraan
bermotor
ini
akan
terus
berlangsung hingga
tanggal 5
Desember
mendatang.
Uji
emisi
ini dilakukan
untuk
meningkatkan kesadaran
masyarakat
tentang
emisi gas yang selama
ini
merupakan salah
satu
penyumbang terbesar
dari gas
rumah
kaca (GRK).
Peningkatan
kesadaran
publik,
dikatakan Sudirman,
juga
dilakukan melalui
kampanye
penggunaan
biofuel.
Diutarakannya,
kendaraan yang
akan
masuk
ke wilayah
Nusa
Dua selama
konferensi
berlangsung
diharapkan
menggunakan
biofuel. Paling
tidak,
bila tidak
menggunakan
biofuel,
kendaraan yang
masuk
wilayah tersebut
memenuhi
baku
mutu. ''Kalau
tidak
memenuhi
baku
mutu,
kendaraan bisa
saja
tetap masuk
ke
wilayah Nusa
Dua,
tetapi kendaraan
tersebut
tidak
akan ditempeli
stiker
memenuhi
baku
mutu.
Pengendara juga
akan
diberikan leaflet
mengenai
perubahan
iklim,''
terangnya.
(kmb18)