Pelatda Tenis Bali--
Minimal Ikuti Dua Turnamen
Denpasar (Bali Post) -
Para petenis putra dan putri Bali selama ini kurang
mendapat kesempatan mengikuti turnamen nasional dalam
upaya mendongrak poin. Kenyataan ini merupakan kendala
dalam persiapan menghadapi Pra-PON dan PON XVII/2008 di
Kaltim.
Oleh karena itu, dua turnamen nasional, yakni Nusa Dua
Terbuka yang digelar mulai 22 Oktober nanti, dan Cigna
Terbuka, menjadi sasaran utama. Pelatih Candra Widhiarta
(putra) dan Sediati Merdianingsih (putri) akan
mengupayakan agar asuhannya bisa turun dalam dua
kejuaraan tersebut.
''Eko Putra dan kawan-kawan harus mengikuti kedua
turnamen tersebut. Selain untuk menambah poin, juga bisa
menjajal kekuatan lawan-lawan yang akan dihadapi pada
PON,'' tegas Candra di sela-sela pertemuan para pelatih
dan pengurus KONI Bali dengan PPKORI di Kampus FK Unud,
Denpasar, Selasa (16/10) kemarin.
Sejak pelatda awal Oktober lalu, petenis Bali baru bisa
melakukan pelatihan tiga kali seminggu tiap Jumat, Sabtu
dan Minggu di Lapangan Lumintang dan KONI Bali. Iben
Zulkarnaen masih sekolah di Ragunan, Jakarta. Eko Putra,
Fajar Bagiastra sering terkendala kerja. Hanya Sana
Darmawan yang relatif tidak ada maslah berarti karena
masih duduk di SMA.
Petenis putri lebih tidak solid. Ayu Fani berdomisili di
Jakarta, dan Komang Sri Maryati sekolah di Yogyakarta.
Praktis Sediati hanya bisa memoles Nadia Diantari dan
Wiwin. ''Turun minimal di dua turnamen nasional adalah
target kami. Mudah-mudhan pengurus Pelti dan KONI Bali
memberikan dukungan dana,'' harap Sediati.
(kmb11)