PTK (Bukan) untuk Naik Pangkat
Oleh I Ketut Rupawan, S.Pd., S.Ag., M.Ag., M.Si.
WACANA
penelitian yang sering muncul terkait dengan pekerjaan
guru adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Menurut
Hopkins (1993) PTK adalah penelitian yang
mengkombinasikan prosedur penelitian dengan tindakan
substantif untuk memahami apa yang terjadi sambil
terlibat dalam proses perbaikan dan perubahan.
Kebanyakan guru yang telah melaksanakan PTK adalah guru
dengan golongan IV/a. Hal ini terjadi karena termotivasi
untuk kenaikan pangkat.
Kenaikan pangkat guru dari golongan IV/a ke IV/b harus
melampirkan hasil penelitian di bidang pendidikan.
Demikian juga sertifikasi guru yang sedang berlangsung
mensyaratkan hasil penelitian. Banyak guru yang gagal
dalam sertifikasi akibat kurang/tidak melakukan
penelitian. Padahal di antara alternatif yang tersedia,
PTK adalah jenis penelitian yang paling sederhana
dibandingkan jenis penelitian lainnya, sehingga mudah
dilaksanakan. Karena guru paling tahu tentang keberadaan
kelas, keadaan siswa, dan berbagai masalah terkait
dengan pembelajaran.
Apabila dicermati konsep PTK, seharusnya PTK
dilaksanakan bukan hanya untuk keperluan kenaikan
pangkat atau memenuhi persyaratan sertifikasi, tetapi
sudah selayaknya dilaksanakan guru dari golongan mana
pun.
PTK dimaksudkan untuk menjawab masalah-masalah yang
muncul dalam pembelajaran, guna memperbaiki mutu
pendidikan. Persoalannya sekarang adalah bagaimana guru
menuangkan penelitian tindakan yang telah dilaksanakan
itu ke dalam bentuk laporan hasil penelitian yang
memenuhi kaidah-kaidah keilmuan. Masalah ini dapat
diatasi dengan cara menumbuhkan kesadaran untuk
meningkatkan diri seperti layaknya ketika ia duduk di
bangku kuliah dulu. Persoalan lainnya adalah kesadaran
akan perlunya melaksanakan PTK. Laporan hasil PTK yang
berguna untuk melengkapi kenaikan pangkat dan mendukung
sertifikasi sepatutnya dipandang sebagai bonus sampingan
dari tindakan yang telah dilaksanakan, bukan tujuan
akhir dari penelitian, karena tujuan pokok melaksanakan
PTK adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Apabila guru mau memanfaatkan kreativitasnya
dengan melakukan PTK, sebenarnya cukup banyak topik yang
dapat diangkat sebagai bahan kajian antara lain,
manajemen kelas dan iklim belajar, proses
belajar-mengajar, sumber belajar, dan perkembangan
personal siswa.
Jika guru telah berhasil melaksanakan PTK dan
selanjutnya dapat mengaplikasikannya ke dalam
pembelajaran. Tanpa sertifikat profesional pun
sebenarnya guru telah menunjukkan indikasi ke arah itu.
Wacana tentang rendahnya kemampuan guru melaksanakan
penelitian tak dapat disangkal. Kebanyakan guru
merasakan kesulitan melaksanakan penelitian, padahal
dari berbagai jenis penelitian yang ada maka penelitian
tindakan kelas (PTK) adalah yang paling sederhana dan
sangat cocok dilaksanakan guru karena pada prinsipnya
PTK diarahkan pada praktik pemecahan masalah yang
terjadi pada kegiatan pembelajaran, yakni tentang
masalah-masalah real dan situasional yang dialami guru.
Penelitian ini tidak akan mengganggu proses pembelajaran,
sebab tidak diperlukan waktu khusus untuk itu dan
manfaatnya membantu memecahkan persoalan yang dialami
guru.
Guru patut memahami prosedur PTK agar mampu memecahkan
masalahnya di kelas dengan baik, seperti yang menyangkut
manajemen kelas dan pembelajaran (misalnya: perbaikan
iklim belajar, partisipasi siswa, daya kreativitas dan
inovasi siswa dalam pembelajaran, partisipasi orangtua
siswa), proses pembelajaran (penggunaan strategi yang
bervariasi, keinginan siswa untuk bertanggung jawab
dalam belajar, efektivitas evaluasi hasil belajar siswa),
sumber belajar (pemanfaatan sumber belajar, pemanfaatan
lingkungan sebagai sumber belajar, kemitraan antara
sekolah dan masyarakat), dan perkembangan personal siswa
(efektivitas hubungan guru, siswa, dan orangtua siswa;
konsep diri siswa, strategi pengembangan integrasi siswa).
Berbagai topik tersebut dapat diangkat dalam PTK.
Penulis, guru SMKN Tamanbali, Bangli