Bush akan Temui Dalai Lama
Cina Marah
Washington -
Presiden Bush melakukan sebuah langkah yang memicu
kemarahan negeri Cina ketika memberi penghargaan kepada
Dalai Lama, seorang pemimpin spiritual Buddha dari Tibet
yang kini dalam pengasingan.
Dalai Lama dianggap oleh dunia sebagai figur penguasa
yang memiliki moral, namun Beijing tidak senang dengan
peraih Nobel Perdamaian 1989 ini dan mengklaim jika ia
ingin menghancurkan kekuasaan Cina dengan memaksakan
kemerdekaan untuk Tibet, tempat di mana Dalai Lama
dipuja sebagai sosok Dewa-Raja.
Cina memperingatkan rencana pertemuan Bush dengan Dalai
Lama di Gedung Putih, Rabu (17/10) ini dan dilanjutkan
dengan sebuah upacara di US Capitol untuk memberikan
anugerah sipil prestisius yakni Congressional Gold
Medal, akan mempengaruhi hubungan bilateral kedua negara.
Utusan khusus Dalai Lama, Lodi Gyari, mengatakan
foto-foto dari Presiden AS berdiri di samping Dalai Lama
di upacara pemberian penghargaan akan mengirimkan pesan
yang sangat jelas bahwa "masyarakat dunia memiliki
perhatian dengan Tibet. Kami belum dilupakan. Saya yakin
hal ini akan memberikan semangat lebih besar dan harapan
bagi masyarakat Tibet," paparnya sebelum kunjungan
digelar. Ini juga "mengirimkan sebuah pesan kuat kepada
Cina jika Dalai Lama tidak pergi ke mana-mana."
Dalai Lama sebenarnya menginginkan "otonomi nyata" bukan
kemerdekaan untuk Tibet. Namun, Cina tak mengindahkan
keinginan ini dan menganggap AS memberikan penghargaan
kepada seorang separatis. Kunjungan Dalai Lama sendiri
berlangsung saat Cina menggelar kongres penting Partai
Komunis.
"Kami
menyampaikan perasaan sangat kecewa dan menentang atas
pertemuan ini. Tindakan tersebut akan berdampak besar
dan menurunkan hubungan bilateral Cina-AS," tegas jubir
Menlu Liu Jianchao di Beijing, Selasa (16/10) kemarin.
Beijing juga meminta agar Bush membatalkan pertemuan ini.
"Kami sudah memberikan banyak representasi kepada pihak
AS dan sekali lagi meminta agar membatalkan pertemuan,"
imbuh jubir ini.
"Kami
sangat terganggu dan menyesal melihat kenyataaan AS
terus mengabaikan permintaan Cina dan melanjutkan
kegiatan tersebut," papar jubir Kedubes Cina di
Washington.
Ini merupakan pertemuan kali ketiga sejak Bush duduk di
kursi presiden Januari 2001 dengan pemimpin religius
usia 73 tahun yang disebut oleh Cina sebagai figur
separatis berbahaya.
Ini juga menjadi momen pertama seorang Presiden AS hadir
di hadapan publik dengan Dalai Lama, yang kedatangannya
di Washington, Senin lalu disambut meriah kelompok warga
Tibet yang mengenakan pakaian tradisional sambil
memberikan doa, nyanyian serta tarian. Sebagai salah
satu ungkapan rasa ketidaksenangannya, Cina lantas
menunda sebuah pertemuan yang dijadwalkan berlangsung
Rabu -- antara pejabat tinggi lima anggota permanen DK
PBB dan Jerman di Berlin, membahas krisis nuklir di
Iran. (ton/afp)