kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Paing, 17 Oktober 2007

 Ekuin


Atasi Limbah, Pasar Ikan Kedonganan Dipindah  

Denpasar (Bali Post) -
Pasar ikan Desa Kedonganan, Kuta kini dipindahkan dan mendapatkan perbaikan. ''Pemindahan itu lebih ditekankan untuk mencegah limbah merembes ke pantai dan upaya menjadikan pasar ikan lebih higienis,'' kata Ketua KUD Mina Segara Kedonganan I Nyoman Sudarta, S.Sos. Selasa (16/10) kemarin.

Ia mengatakan,lokasi pasar ikan dipindah ke sebelah timur pasar lama dan posisinya lebih ke dalam. Ini merupakan salah satu program penataan pantai sesuai komitmen pihak desa adat, KUD dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) setempat. Selain penataan pasar ikan, juga dilakukan perbaikan kantor KUD Mina Segara dan perluasan lahan parkir.

Dalam areal pasar itu sudah ada 3 septic tank dan akan dibuat sekitar 2-3 septic tank baru untuk menampung limbah pasar. Namun posisi, ukuran dan volumenya belum ditentukan. ''Dengan adanya septic tank baru ini diharapkan persoalan limbah di pasar ikan itu bisa tertangani,'' ujarnya.

Nantinya, ikan-ikan tangkapan nelayan akan dijual di dalam toko dan los penjualan. Jumlah toko keseluruhan 24 dan los 66.

Dikatakan, saat ini pembangunan belum sepenuhnya selesai karena banyak tukang mudik ke Jawa. Padahal sedianya pembangunan los dan toko itu rampung akhir bulan ini. Namun, dia berharap pembangunan selesai November nanti dan awal 2008 nanti bisa dipergunakan. Proyek berikutnya dari pusat yaitu pembangunan solar package dealer untuk nelayan yang saat ini masih proses pengurusan izin prinsip.

Ditambahkan, biaya pembangunan pasar ikan dan gedung tersebut menghabiskan anggaran Rp 1 milyar yang merupakan investasi dari pihak desa adat. ''Nantinya para pengguna los dan toko itu membayar sewa bangunan per tahun,'' ujar Sudarta.

Biaya sewa per tahunnya, pedagang dari masyarakat lokal Rp 1,9 juta, sedangkan pedagang dari luar Rp 3 juta. Saat ini terdapat pedagang lebih dari 50 orang dan 80% di antaranya merupakan warga dari luar Kedonganan.

Sementara itu, Bendesa Adat Kedonganan Ketut Mudra menambahkan, penanganan limbah dari psar ikan itu mendapat perhatian lebih. Karena masih banyak warga yang bandel membuang limbah sembarangan meskipun sudah ada septic tank. Selanjutnya, lanjut Mudra, saluran pembuangan limbah itu akan ditutup dan dibuatkan bak penampungan baru. (kmb21)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)