Atasi Limbah, Pasar Ikan Kedonganan Dipindah
Denpasar (Bali Post) -
Pasar ikan Desa Kedonganan, Kuta kini dipindahkan dan
mendapatkan perbaikan. ''Pemindahan itu lebih ditekankan
untuk mencegah limbah merembes ke pantai dan upaya
menjadikan pasar ikan lebih higienis,'' kata Ketua KUD
Mina Segara Kedonganan I Nyoman Sudarta, S.Sos. Selasa
(16/10) kemarin.
Ia mengatakan,lokasi pasar ikan dipindah ke sebelah
timur pasar lama dan posisinya lebih ke dalam. Ini
merupakan salah satu program penataan pantai sesuai
komitmen pihak desa adat, KUD dan Lembaga Pemberdayaan
Masyarakat (LPM) setempat. Selain penataan pasar ikan,
juga dilakukan perbaikan kantor KUD Mina Segara dan
perluasan lahan parkir.
Dalam areal pasar itu sudah ada 3 septic tank dan akan
dibuat sekitar 2-3 septic tank baru untuk menampung
limbah pasar. Namun posisi, ukuran dan volumenya belum
ditentukan. ''Dengan adanya septic tank baru ini
diharapkan persoalan limbah di pasar ikan itu bisa
tertangani,'' ujarnya.
Nantinya, ikan-ikan tangkapan nelayan akan dijual di
dalam toko dan los penjualan. Jumlah toko keseluruhan 24
dan los 66.
Dikatakan, saat ini pembangunan belum sepenuhnya selesai
karena banyak tukang mudik ke Jawa. Padahal sedianya
pembangunan los dan toko itu rampung akhir bulan ini.
Namun, dia berharap pembangunan selesai November nanti
dan awal 2008 nanti bisa dipergunakan. Proyek berikutnya
dari pusat yaitu pembangunan solar package dealer untuk
nelayan yang saat ini masih proses pengurusan izin
prinsip.
Ditambahkan, biaya pembangunan pasar ikan dan gedung
tersebut menghabiskan anggaran Rp 1 milyar yang
merupakan investasi dari pihak desa adat. ''Nantinya
para pengguna los dan toko itu membayar sewa bangunan
per tahun,'' ujar Sudarta.
Biaya sewa per tahunnya, pedagang dari masyarakat lokal
Rp 1,9 juta, sedangkan pedagang dari luar Rp 3 juta.
Saat ini terdapat pedagang lebih dari 50 orang dan 80%
di antaranya merupakan warga dari luar Kedonganan.
Sementara itu, Bendesa Adat Kedonganan Ketut Mudra
menambahkan, penanganan limbah dari psar ikan itu
mendapat perhatian lebih. Karena masih banyak warga yang
bandel membuang limbah sembarangan meskipun sudah ada
septic tank. Selanjutnya, lanjut Mudra, saluran
pembuangan limbah itu akan ditutup dan dibuatkan bak
penampungan baru. (kmb21)