kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Paing, 17 Oktober 2007

 Bali


36 Napi Ikuti Terapi Metadon
 

Denpasar (Bali Post) -
Tercatat hanya 36 napi LP Kerobokan yang aktif mengikuti  terapi metadon. Sebelumnya banyak pula napi yang terlibat, hanya dalam perjalanannya banyak yang mundur. Demikian diungkapkan dr. Putu Asih Primatanti, dokter klinik LP Kerobokan, Selasa (16/10) kemarin.

Menurut Dr. Asih terapi metadon memerlukan waktu cukup lama, untuk bisa seseorang dikatakan mulai bisa sembuh. Pemberian obatnya pun dilakukan secara berjenjang, disesuaikan dengan tingkat ketergantungan pasien itu sendiri. ''Untuk bisa dikatakan mendekati normal, paling sedikit diperlukan waktu selama 6 bulan,'' katanya.

Lamanya waktu membuat tidak semua napi bisa ikut. Bagi napi yang mendapat hukuman kurang 6 bulan, kemungkinan besar tidak disertakan.

Ditanya soal banyaknya napi yang meninggal karena kasus HIV/AIDS, Dr. Asih menyatakan penyakit yang diderita para napi merupakan penyakit bawaan. Artinya, sebelum mereka masuk LP, kuat dugaan sudah dihinggapi penyakit menakutkan itu. Jadi tidak benar anggapan, meninggalnya napi tersebut karena mendapatkan penyakit dari dalam LP.

Kepala LP Ilham Djaya menyatakan haknya napi untuk mendapat pelayanan kesehatan. Jika dipandang perlu napi tersebut mesti di bawa ke RS, maka tidak ada alasan untuk menundanya. Ia kemudian memberikan contoh Courby yang sempat dirawat di RS Sanglah karena menderita penyakit ambeien serta banyak lagi napi lainnya. (015)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)