kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Paing, 17 Oktober 2007

 Bali


Molor, Pengoperasian Terminal Kargo   

Denpasar (Bali Post)-
Rencana pengoperasian terminal kargo awal tahun ini akhirnya molor. Bahkan, proyek yang telah rampung 100 persen itu hingga kini belum difungsikan. Padahal, pengoperasian terminal bongkar muat barang tersebut memiliki dampak positif bagi kelancaran arus lalu lintas di Denpasar.

Asisten II Pemkot Denpasar I Ketut Wisada, S.E. didampingi Kabag Humas I Made Erwin Suryadarma, S.E. saat meninjau lokasi, Selasa (16/10) kemarin mengakui dalam waktu dekat terminal seluas 2,5 hektar ini segera dioperasikan. Kini, pihaknya tinggal menunggu penetapan  Dirjen Perhubungan Darat terkait waktu pengoperasian terminal tersebut.

''Kami sudah mengirim surat ke Dephub per 25 September 2007 untuk diadakan pemeriksaan secara teknis oleh tim dari pusat. Karena secara aturan untuk bisa beroperasi harus mendapat penetapan dari Dirjen Hubda,'' kata Erwin saat meninjau kesiapan pengoperasian terminal kargo kemarin.

Dikatakan, kehadiran terminal kargo disadari betul oleh Pemkot Denpasar di samping sebagai sarana pelengkap terhadap pelayanan jasa bongkar muat barang, yang tidak kalah penting adalah menciptakan ketertiban lalu lintas kota. Terminal kargo yang berdiri di atas lahan seluas 2,5 hektar dan menelan dana sekitar Rp 24 milyar kini telah rampung.

Menurutnya saat ini secara fisik pembangunan terminal kargo sudah rampung 100 persen. Pembangunan terminal kargo dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap I pembangunan berupa struktur atau konstruksi dilaksanakan oleh PT Tunas Jaya Sanur, sedangkan pembangunan tahap II dikerjakan oleh kontraktor PT Sanur Jaya Utama meliputi pekerjaan finishising termasuk pekerjaan MEP (mekanikal elektrikal plambing) dengan masa pemeliharaan enam bulan.

Selama masa persiapan ini, kata dia, juga akan melakukan pelatihan dan simulasi kepada tenaga yang akan bertugas di sana. Untuk tahap awal pihaknya sudah mempersiapkan sekitar 40 orang tenaga operasional serta tenaga administrasi dan tenaga kebersihan.

Dikatakan, bila terminal kargo ini sudah beroperasi semua kendaraan angkutan barang atau truk akan dilarang memasuki kota. Truk yang akan bongkar muat barang harus di terminal kargo, sehingga tidak ada lagi truk yang lalu lalang di tengah kota. Dengan kondisi tersebut akan bisa mengurangi kemacetan lalu lintas di tengah kota. Demikian juga truk-truk yang dulunya banyak mangkal dan parkir di sepanjang jalan kargo permai dipastikan akan ditertibkan. Terminal ini mampu menampung 45 truk besar. (kmb12)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)