Gelombang Pasang Sisakan Utang
Selong (Suara NTB)-
Gelombang pasang yang melanda kawasan pantai Teluk
Sereweh dan Kaliantan, Lombok Timur bagian selatan,
Senin (31/7) kemarin telah mereda. Para nelayan dan
petani rumput laut telah kembali melaksanakan
aktivitasnya untuk memanen, memilah-milah dan menjemur
rumput di pesisir pantai setempat.
Pantauan Suara NTB di kawasan pantai
Teluk Sereweh, Kaliantan dan kawasan pantai-pantai di
daerah Lotim bagian selatan, kemarin menunjukkan,
bekas-bekas terjangan gelombang pasang telah merusak
sejumlah balai-balai kecil, tempat para nelayan dan
petani rumput laut berteduh di tepi pantai. ''Lebih dari
3.500 rakit rumput laut hanyut dan ratusan sampan
nelayan hilang,'' kata H. Sirojudin, seorang penduduk
Teluk Sereweh.
Menurut Sirojuddin dan Zainal Abidin
serta penduduk lainnya, gelombang pasang yang terjadi
Sabtu (29/7) siang itu, merupakan yang terbesar selama
ini. ''Sebagian penduduk masih mengungsi, takut
kalau-kalau tsunami seperti di Aceh terjadi di sini,''
kata Zainal Abidin.
Meski demikian, yang paling ditakutkan para petani
rumput laut yakni utang yang menumpuk kepada calon
pembelinya. ''Semua rumput laut kami telah laku sebelum
dipanen,'' kata Zainal.
Rakit dan sampan para nelayan serta
petani rumput laut tersebut, menurut penduduk, sebagian
besar dibiayai oleh pemodal. ''Kini rakit-rakit penduduk
telah hanyut, tetapi catatan utang-utang kami tidak
terhapus dari pembeli,'' kata H. Sirojuddin. Penduduk
berharap pemerintah dapat mencarikan solusi atas
persoalan serius yang dihadapi oleh masyarakat petani
dan nelayan setempat.
Sementara itu, menurut data yang dihimpun
Lembaga Pemberdayaan Sumber Daya Nelayan (LPSDN), selain
sekitar 3.500 rakit rumput laut dan ratusan sampan
nelayan hanyut akibat arus deras, gelombang pasang itu
juga telah menyebabkan empat nelayan warga Desa Rensing,
Kecamatan Sakra Barat, hilang saat memancing di kawasan
pantai Tanjung Ringgit. ''Seorang telah ditemukan dalam
keadaan tewas yakni sabaruddin (23),'' kata Amin
Abdullah, Direktur Eksekutif LPSDN. Tiga pemancing
lainnya masih dalam pencarian.
Temuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan
(DKP) Lotim yang juga menurunkan tim ke kawasan bencana
mencatat, 1.736 rakit dan puluhan sampan nelayan hanyut
akibat gelombang pasang itu. ''Kami masih mendata semua
akibat dari bencana ini,'' kata Lalu Mahrup, ketua tim
khusus yang diturunkan dari DKP ke kawasan bencana.
Namun baik LPSDN maupun DKP sama-sama
menemukan bahwa utang petani rumput laut menjadi
menumpuk dan terkesan akan sulit dilunasi dalam waktu
dekat, sebab rakit dengan rumput laut siap panen telah
hanyut dibawa arus deras. (038)