kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Kliwon, 1 Agustus 2006

 Nusatenggara


Gelombang Pasang Sisakan Utang  

Selong (Suara NTB)-
Gelombang pasang yang melanda kawasan pantai Teluk Sereweh dan Kaliantan, Lombok Timur bagian selatan, Senin (31/7) kemarin telah mereda. Para nelayan dan petani rumput laut telah kembali melaksanakan aktivitasnya untuk memanen, memilah-milah dan menjemur rumput di pesisir pantai setempat.

Pantauan Suara NTB di kawasan pantai Teluk Sereweh, Kaliantan dan kawasan pantai-pantai di daerah Lotim bagian selatan, kemarin menunjukkan, bekas-bekas terjangan gelombang pasang telah merusak sejumlah balai-balai kecil, tempat para nelayan dan petani rumput laut berteduh di tepi pantai. ''Lebih dari 3.500 rakit rumput laut hanyut dan ratusan sampan nelayan hilang,'' kata H. Sirojudin, seorang penduduk Teluk Sereweh.

Menurut Sirojuddin dan Zainal Abidin serta penduduk lainnya, gelombang pasang yang terjadi Sabtu (29/7) siang itu, merupakan yang terbesar selama ini. ''Sebagian penduduk masih mengungsi, takut kalau-kalau tsunami seperti di Aceh terjadi di sini,'' kata Zainal Abidin.
Meski demikian, yang paling ditakutkan para petani rumput laut yakni utang yang menumpuk kepada calon pembelinya. ''Semua rumput laut kami telah laku sebelum dipanen,'' kata Zainal.

Rakit dan sampan para nelayan serta petani rumput laut tersebut, menurut penduduk, sebagian besar dibiayai oleh pemodal. ''Kini rakit-rakit penduduk telah hanyut, tetapi catatan utang-utang kami tidak terhapus dari pembeli,'' kata H. Sirojuddin. Penduduk berharap pemerintah dapat mencarikan solusi atas persoalan serius yang dihadapi oleh masyarakat petani dan nelayan setempat.

Sementara itu, menurut data yang dihimpun Lembaga Pemberdayaan Sumber Daya Nelayan (LPSDN), selain sekitar 3.500 rakit rumput laut dan ratusan sampan nelayan hanyut akibat arus deras, gelombang pasang itu juga telah menyebabkan empat nelayan warga Desa Rensing, Kecamatan Sakra Barat, hilang saat memancing di kawasan pantai Tanjung Ringgit. ''Seorang telah ditemukan dalam keadaan tewas yakni sabaruddin (23),'' kata Amin Abdullah, Direktur Eksekutif LPSDN. Tiga pemancing lainnya masih dalam pencarian.

Temuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lotim yang juga menurunkan tim ke kawasan bencana mencatat, 1.736 rakit dan puluhan sampan nelayan hanyut akibat gelombang pasang itu. ''Kami masih mendata semua akibat dari bencana ini,'' kata Lalu Mahrup, ketua tim khusus yang diturunkan dari DKP ke kawasan bencana.

Namun baik LPSDN maupun DKP sama-sama menemukan bahwa utang petani rumput laut menjadi menumpuk dan terkesan akan sulit dilunasi dalam waktu dekat, sebab rakit dengan rumput laut siap panen telah hanyut dibawa arus deras. (038)


Klik di Sini
 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)