Jeli Memilih ''Style'', Anda pun Betah di Rumah
SESEORANG
yang memiliki sense of style yang baik adalah mereka
yang memiliki kepekaan terhadap warna, skala dan
proporsi seperti halnya kepekaan manusia dalam
mendengarkan musik.
Begitu banyak definisi tentang style. Tetapi, pada
intinya adalah good taste. Ketika kita mengatakan
seseorang mempunyai style atau taste, maka dia harus
mempunyai kemampuan mengkombinasikan berbagai hal
menjadi satu kesatuan yang harmonis dalam berbagai aspek,
misalnya dalam fashion sampai pada penataan furniture.
Pada dasarnya style secara garis besar terbagi dua yaitu:
Nationall Styles dan Period Styles. Sebagai contoh:
English Style, American Style, Japanese Style adalah
kategori National styles. Sedangkan Period Styles,
dinamakan berdasarkan era saat style itu lahir dan
populer seperti Renaisance, Restoration, Regence atau
berdasarkan monarki sebagal contoh: Louis XIV dan Louis
XV di Prancis ataupun Queen Anne, Geogian, Victorian di
Inggris.
Tetapi ada beberapa sumber yang membagi style menjadi
beberapa kategori berdasarkan faktor lainnya seperti:
bentuk furniture dan motif sebagai contoh Baroque dengan
ukiran-ukiran yang penuh. Rococo dengan kurva-kurva dan
bentuk-bentuk kerang. Neoclassic dengan bentuk lebih
sederhana dan simpel dari bentuk classic. Art Nouve
dengan motif sulur-sulur dan floral. Berdasarkan nama
desainer furniture seperti Chippendale, Hepplewhite atau
berdasarkan geografi seperti Country Style dan Urban
Style serta istilah populer lainnya seperti
International style, Eclectic, Hi-tech, Minimalism dan
sebagainya.
Temukan ''Style'' Sesuai Gaya Kita
Mengkombinasikan beberapa bahan, warna dalam suatu rumah
dapat dikatakan susah-susah gampang. Secara sederhana
dapat kita katakan ''Temukan style yang sesuai dengan
gaya kita dan yang paling membuat kita nyaman''. Namun,
pada praktiknya tidaklah sesederhana yang dibayangkan.
Anda dapat mulai mengira-ngira style apa yang cocok
untuk anda, dengan istilah really look. Catat dan
analisis mengapa anda menyukainya. Pikirkan baik-baik
apa yang membuat anda senang dengan ruangan yang anda
lihat di majalah misalnya. Lihat dan analisis, apakah
anda menyukai arsitektur tradisional atau yang total
bersih dengan garis-garis modern. Sebagai referensi
tambahan, anda juga bisa mencari inspirasi dari setting
program TV atau pun film.
Inspirasi Menentukan Style
Berikut ini panduan secara garis besar mengenai beberapa
style yang dapat digunakan sebagai inspirasi dalam
menentukan style rumah Anda.
Rustic Charm don Country Style
Style dengan tampilan dan materi yang berkesan apa
adanya, dapat dilihat dari kayu yang tidak di-finishing
atau di-finishing kasar. Terkadang, bentuk furniture
begitu sederhana. Misalnya, berupa rak-rak tempat buku
ataupun peralatan masak yang hanya digantung di atas
dapur.
The 19th Century
Secara umum, gaya ini dapat dikatakan sebagai
perkembangan gaya Victorian. Masa ini adalah era yang
penuh dengan penjelajahan dunia baru sehingga begitu
banyak pengaruh dalam style ini. Seperti pencampuran
gaya exotic oriental, India, maupun Mesir serta Yunani.
Bahan-bahan yang digunakan seperti silk untuk wallpaper,
China porcelain untuk lampu ataupun taplak meja, karpet
dengan motif India dan Persia yang eksotik.
Modern Movements
Art Nouveau dan Art Deco, gaya Art Nouveau berkembang
pada masa 1892-1900, pertama kali terjadi di Belgia dan
meyebar ke Eropa sampai Amerika dengan nama yang berbeda,
seperti Jugendstill di Jerman, Liberty di Inggris, Style
Moderne di Prancis dan lain-lain.
Art Nouveau Style adalah gaya extravaganza dengan
ornamen yang terinspirasi dari alam seperti flora yang
penuh dengan sulur-sulur, kelopak bunga dan kecantikan
wanita.
Art Deco Lahir di Paris 1925 pada sebuah pameran
International Exposition des Arts Decoratifs. Pada
pameran itu, ada dua pavilion yang lain dari peserta
lainnya pada masa itu. Sampai-sampai ada pengunjung
membuat lelucon bahwa kedua pavilion itu terbuat dari
kotak-kotak peti kemas. Dengan style yang sangat kaku,
geometrik, konstrukstif tipikal Rusia dan satu pavilion
kecil sebuah majalah seni, L'Esprit Nouveau New Spirit),
yang di desain oleh dua orang sepupu CharlesEdouard dan
Pierre jeanneret yang dikenal sebagai Le Corbusier.
Style ini adalah gaya yang berkembang karena kejenuhan
masyarakat akan art nouveau yang dianggap terlalu
dekoratif. Sebagian besar format art deco adalah bentuk
geometris yang lebih jazzy/stylish dan seringkali
terinspirasi dari dunia Afrika, dengan kayu-kayu tropis,
menggunakan motif inlays, zebra dan leopard.
Minimalism, Peiopon Style
Style ini sangat menghargai bentuk dan fungsi. Style ini
sering kali memakai elemen-elemen hi-tech seperti
flooring menggunakan vinyl, tiles ataupun metallic
finishing, dengan warna-warna dominan putih.
Post-Modernism
Perkembangan style ini adalah manisfestasi dan
neoclassicism dengan salah satu style seperti Gothic
ataupun Rococo, sehingga terkesan bermain dengan sesuatu
yang erat dengan sejarah atau sesuatu yang klasik,
dirumuskan mejadi satu sehingga lebih berkesan
kontemporer. Penggunaan pilar dan profil hanya sebagai
elemen dekoratif dari pada benar-benar mendukung
konstruksi bangunan. Warna yang dipakai adalah
warna-warna pastel, seperti salem tua, terracotta pucat,
biru kehijauan, pink, biru langit, lilac, yang sangat
mempresentasikan tanah, udara dan langit.
Refrensi tentang style rumah itu penting dipelajari
untuk menuntun Anda mewujudkan sebuah hunian yang sesuai
dengan selera dan kebutuhan Anda. Dengan begitu, rumah
Anda pun menjelma jadi sebuah ''istana'' yang membuat
Anda betah berlama-lama tinggal di dalamnya.
(ian,
dari berbagai sumber)