Marlip,
Mobil
Hemat
BBM
Jakarta (Bali Post) -
Presiden
Susilo
Bambang Yudhoyono
menerima
secara
simbolis mobil
Marmut
Listrik LIPI (Marlip)
hasil
produksi Lembaga
Ilmu
Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Penyerahan
mobil
listrik karya
anak
bangsa itu
sebagai
upaya agar pemerintah
membantu
penetrasi
pasar
Marlip. ''Kehadiran
mobil
hemat energi
dan
ramah lingkungan
ini
sangat tepat
di saat
bangsa
Indonesia dan
seluruh
dunia mengalami
krisis
bahan bakar
minyak (BBM)
dan
masalah lingkungan,''
ungkap
Presiden usai
menerima
mobil
Marlip di
lapangan
Monumen
Nasional, Jakarta, Kamis
(27/10) kemarin.
Selain
itu,
lanjut Kepala Negara,
ke
depan mobil
listrik
harus tumbuh
pesat
untuk memecahkan
persoalan fundamental
di
bidang energi
dan
lingkungan hidup.
''Karenanya,
pada
masa mendatang,
mobil
listrik ini
bisa
diproduksi secara
massal
dan bisa
digunakan
di
kota-kota besar
di
seluruh
Indonesia
demi
menjaga kelestarian
lingkungan
dan
penghematan BBM,'' tuturnya.
Diakuinya,
tenaga
matahari selama
ini
belum dimanfaatkan
secara optimal,
padahal
negara di
kawasan
Eropa sudah
berhasil
memanfaatkannya
dengan
baik.
''Karenanya
ke
depan tenaga
panas
matahari bisa
dimanfaatkan
untuk
kemajuan teknologi
kita
terutama untuk
otomotif,''
tambahnya.
Ketua
LIPI Umar
Anggara
Jenie mengakui
Marlip
merupakan kendaraan
dengan
tingkat emisi
nol dan
ramah
lingkungan yang diproduksi
LIPI sejak
tahun 1998.
''Karenanya
ke
depan kami
meminta
dukungan pemerintah
untuk
menarik minat
calon investor
dalam
memproduksi Marlip
yang lebih
besar
lagi,'' katanya.
Sampai
2005 ini, LIPI
sudah
memproduksi 50 unit Marlip
dengan
kecepatan maksimal 40
km/jam berbobot 250 kg,
tenaga
listrik yang tahan
selama
delapan jam, dijual
seharga
Rp 40 juta per unit.
Marlip
sudah digunakan
sebagai
kendaraan operasional
di
berbagai instansi,
seperti RSUD
Karawang, RS
Fatmawati, RSUD
Donggala,
Kebon
Raya Bogor
dan
Polwiltabes Makassar.
Ditambahkan,
kapasitas
produksi
Marlip
di Pabrik
Cimahi
mencapai 30 unit per bulan
atau
satu unit setiap
hari.
''Di
masa datang
akan
dibuat
mobil Marlip
untuk
jalan raya
kalau
sudah ada
undang-undangnya.
Namun
untuk saat
ini
diharapkan dengan
dukungan
pemerintah,
Marlip
bisa dioperasikan
di
setiap bandara,
rumah
sakit besar,
lapangan golf,
pabrik
dan tempat-tempat
rekreasi
di Indonesia,
sehingga
gerakan
nasional hemat
energi
akan
lebih
bermanfaat,'' kata
Kepala LIPI.
(034)