Empat Tokoh Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional
Jakarta (Bali Post) -
Pemerintah kembali menganugerahkan gelar Pahlawan
Nasional dan pemberian bintang jasa dan tanda kehormatan
kepada sembilan tokoh nasional yang dinilai berjasa
dalam perjuangan kemerdekaan. Di antara kesembilan tokoh
itu terdapat nama seorang putra Bali, almarhum Ide Anak
Agung Gde Agung, yang dianugerahi gelar Pahlawan
Nasional karena jasa-jasanya dalam perjuangan
kemerdekaan Indonesia.
Upacara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional dan
pemberian bintang jasa dan tanda kehormatan kepada
kesembilan tokoh itu dilakukan di Istana Negara Jakarta,
Jumat (9/11) kemarin. Acara yang digelar untuk menyambut
Hari Pahlawan yang akan jatuh 10 November hari ini itu
dipimpin langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Selain Ide Anak Agung Gde Agung, nama-nama lainnya
mendapatkan gelar Pahlawan Nasional melalui Keppres
bernomor Nomor 066/TK/Tahun 2007 itu adalah almarhum
Mayjen TNI (Purn) dr. Adnan Kapau Gani (penggagas
Kongres Pemuda 1928), almarhum Mayjen TNI (Purn) Prof.
Dr. Moestopo (mantan Ketua BKR dan pejuang pendidikan)
dan almarhum Brigjen TNI (anumerta) Ignatius Slamet
Rijadi (pendiri Resimen 26 TKR yang wafat saat menumpas
pemberontakan RMS).
Sementara melalui Keppres bernomor 067/TK/2007, Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono atas nama pemerintah juga
menganugerahkan Bintang Mahapura Adipradana kepada dua
tokoh pendidikan yakni almarhum Ahmad Dahlan
Ranuwihardjo dan almarhum Prof. Dr. Teungku Muhammad
Hasbi Ash-Shiddieqy. Tokoh pendidikan dan jurnalis
wanita asal Sumatera Barat Rohanna Koeddoes juga
danugerahi Bintang Jasa Utama melalui Keprres bernomor
068/TK/2007. Dua orang seniman, berdasarkan Keppres
Nomor 069/TK/2007 juga mendapatkan Bintang Budaya Parama
Dharma. Kedua seniman yang sudah almarhum itu adalah
sutradara Nya' Abbas Akub dan pelestari seni angklung
Daeng Sutikna. (kmb5)