kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Umanis, 10 Nopember 2007

 Nusantara


Empat Tokoh Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional  

Jakarta (Bali Post) -
Pemerintah kembali menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional dan pemberian bintang jasa dan tanda kehormatan kepada sembilan tokoh nasional yang dinilai berjasa dalam perjuangan kemerdekaan. Di antara kesembilan tokoh itu terdapat nama seorang putra Bali, almarhum Ide Anak Agung Gde Agung, yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional karena jasa-jasanya dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Upacara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional dan pemberian bintang jasa dan tanda kehormatan kepada kesembilan tokoh itu dilakukan di Istana Negara Jakarta, Jumat (9/11) kemarin. Acara yang digelar untuk menyambut Hari Pahlawan yang akan jatuh 10 November hari ini itu dipimpin langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Selain Ide Anak Agung Gde Agung, nama-nama lainnya mendapatkan gelar Pahlawan Nasional melalui Keppres bernomor Nomor 066/TK/Tahun 2007 itu adalah almarhum Mayjen TNI (Purn) dr. Adnan Kapau Gani (penggagas Kongres Pemuda 1928), almarhum Mayjen TNI (Purn) Prof. Dr. Moestopo (mantan Ketua BKR dan pejuang pendidikan) dan almarhum Brigjen TNI (anumerta) Ignatius Slamet Rijadi (pendiri Resimen 26 TKR yang wafat saat menumpas pemberontakan RMS).

Sementara melalui Keppres bernomor 067/TK/2007, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas nama pemerintah juga menganugerahkan Bintang Mahapura Adipradana kepada dua tokoh pendidikan yakni almarhum Ahmad Dahlan Ranuwihardjo dan almarhum Prof. Dr. Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy. Tokoh pendidikan dan jurnalis wanita asal Sumatera Barat Rohanna Koeddoes juga danugerahi Bintang Jasa Utama melalui Keprres bernomor 068/TK/2007. Dua orang seniman, berdasarkan Keppres Nomor 069/TK/2007 juga mendapatkan Bintang Budaya Parama Dharma. Kedua seniman yang sudah almarhum itu adalah sutradara Nya' Abbas Akub dan pelestari seni angklung Daeng Sutikna. (kmb5)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)