kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Pon, 5 Mei 2008

 Bali

 

Tak Dilaporkan---
Penganiaya
Kakek dan Bibi Bebas 

Semarapura (Bali Post) -
Di
saat kakek, Nyoman Sregeg (Nyoman S, 80) dan bibinya, Ni Wayan Marfiani (Ni Wayan M, 40) asal Banjar Pakel, Sampalan Tengah, Dawan, Klungkung tergeletak di RSUP Sanglah dan harus mendapat perawatan intensif akibat sabetan pedang, Putu Suastika alias Goblir (35) asal Banjar Batur, Sampalan Klod, Dawan masih bisa berleha-leha. Meskipun, akibat kejadian tersebut Goblir sempat dimintai keterangan semalam suntuk di Mapolsek Dawan, namun bapak dua anak dari dua istri itu tidak diamankan. Lantaran kasusnya diselesaikan secara damai dan kekeluargaan.

Ditemui di lokasi kejadian, Minggu (4/5) kemarin, Wayan Sumatra (62)--ayah Suastika juga anak korban Sregeg dan kakak korban Marfiani mengungkapkan, anaknya (Suastika-red) memang terkenal keras dibanding dua anaknya yang lain. Namun demikian, dia tak ingin anaknya berurusan dengan polisi akibat perbuatannya yang menyebabkan bapak dan adiknya (kakek dan bibi Suastika-red) masuk rumah sakit. ''Ini masalah keluarga. Diselesaikan secara kekeluargaan dan damai saja,'' ujarnya.

Apalagi, korbannya yang notabena bapak dan adik saya sendiri, tidak mempermasalahkan kejadian itu, tambah Sumatra. Namun demikian, Sumatra mengatakan, anaknya Suastika sempat dimintai keterangan di Mapolsek Dawan, Sabtu (3/5) lalu. Mulai pukul 18.30 wita hingga 01.30 wita, Minggu (4/5) kemarin. ''Saya juga diperiksa,'' akunya. Tetapi, diperbolehkan pulang. Karena kasusnya tidak dilaporkan ke polisi.

Dituturkan, peristiwa naas yang menimpa Sregeg dan Marfiani terjadi pukul 19.00 wita, Jumat (2/5) malam. Saat itu, Suastika menemui Sregeg di rumahnya untuk minta uang. Alasannya untuk biaya upacara makala-kala (pernikahan) dengan istrinya yang sudah memberinya anak, namun dinikahi tanpa upacara (belum sah). Uang itu, sempat dijanjikan Sregeg kepada Suastika saat menjual tanah 31 are seharga Rp 420 juta. Sayang, keinginan sopir rent car itu tidak terpenuhi.

Sregeg mengaku tidak punya uang dan hanya memberi Rp 1 juta. Padahal Suastika minta Rp 5 juta. Kecewa, Suastika ngambul. Dia tak menghiraukan penjelasan kakeknya. Namun, sebelum pulang, Suastika ditengarai mengeluarkan kata-kata yang membuat Sregeg tersinggung. Sregeg mengambil pedang lalu mengacung-acungkan ke arah Suastika. Merasa terancam, Suastika merebut pedang sepanjang 1 meter tersebut. Keduanya bergumul.

Marfiani mencoba melerai. Akhirnya, Sregeg mengalami luka serius di telapak tangan kiri (jari nyaris putus). Marfiani juga sama, jari tangan kanannya nyaris putus dan luka sabet di dahi dan punggung. Keduanya dilarikan ke RSUD Klungkung. Namun, karena lukanya parah dan RSUD tidak siap peralatan untuk itu, keduanya dirujuk ke RSUP Sanglah. Kapolsek Dawan AKP. Ketut Sudartha mengakui sudah meminta keterangan Suastika dan Sumatra. Namun, tak melanjutkan kasusnya karena tidak dilaporkan kepolisi dan diselesaikan secara damai dan kekeluargaan. (kmb20)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)