kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Pon, 5 Mei 2008

 Bali


Ratusan
Pasien Cuci Darah
Pemegang
SKTM Kelimpungan

Denpasar (Bali Post) -
Sekitar
200 pasien cuci darah di RS Sanglah yang memakai surat keterangan tidak mampu (SKTM), ternyata tidak terdaftar di dalam data base Jamkesmas. Sekarang status mereka masih dipertanyakan, apakah akan dimasukkan ke dalam SK Bupati atau ditanggung oleh pihak Pemerintah Daerah setempat. Jika pada batas waktu per 30 Juni pasien pengguna SKTM di luar data base statusnya menjadi pasien umum (tidak ditanggung Pemda ataupun Jamkesmas), pihak RS Sanglah akan menagih biaya tersebut.

Direktur Utama RS Sanglah dr. Lanang M. Rudhiarta, Sabtu (3/5) mengatakan, pasien yang harus melakukan cuci darah memang cukup berat dalam hal pembiayaan. Satu kali cuci darah saja untuk tarif kelas III menghabiskan sekitar Rp 400 ribu. Sementara pasien biasanya melakukan cuci darah dua kali dalam seminggu. Pasien yang memerlukan pengobatan kanker juga membutuhkan perhatian pemerintah daerah, karena pengobatan kanker juga memerlukan biaya besar. Menurut Lanang, untuk perlakuan satu kali radioterapi, pasien harus merogoh kocek Rp 2-3 juta.

Ketua Tim Penanganan Pasien Miskin RS Sanglah dr. Ketut Semarajaya mengatakan, untuk sementara pasien yang memakai SKTM di luar data base Jamkesmas tetap mendapatkan pelayanan. Namun, untuk pembayaran masih ditangguhkan hingga statusnya jelas.

Dilanjutkan Semarajaya, seharusnya dalam SKTM dituliskan pernyataan apakah pasien tersebut termasuk dalam data base Jamkesmas atau termasuk tanggungan Pemda. ''Tidak boleh hanya berisi pernyataan bahwa ia adalah warga miskin, tetapi harus dituliskan pasien tersebut termasuk dalam data base Jamkesmas atau pasien tanggungan Pemda,'' jelas Semarajaya.

SKTM format baru tersebut mulai disosialisasikan oleh pihak RS Sanglah per April 2008 ini. Selama itu, ternyata mempengaruhi kunjungan pasien maskin di RS Sanglah. Jika dibandingkan dengan rata-rata kunjungan pasien maskin per bulan di tahun 2007, maka untuk bulan April 2008 kunjungan pasien maskin menurun sekitar 20%.

Berdasarkan data, kunjungan rata-rata pasien maskin rawat jalan per bulan pada tahun 2007 tercatat 6.375 orang. Sementara bulan April 2008 ini angka tersebut menurun menjadi 5.505 orang atau berkurang sekitar 21%. Penurunan tersebut tidak hanya terjadi pada kunjungan rawat jalan, tetapi juga pada kunjungan rawat inap. Jika pada tahun 2007 rata-rata kunjungan pasien maskin rawat inap setiap bulan mencapai 1.198 orang, maka pada bulan April 2008 ini berkurang menjadi 948 orang atau menurun sekitar 20 persen. (san)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)