Pasar
Bebandem
Ludes
Terbakar
Pura
Melanting
Selamat --
Amlapura
(Bali Post) -
Satu
unit bangunan
los dan
satu
bangunan terdiri
dari
sembilan kios,
di
Pasar Bebandem,
Karangasem
Jumat (16/5)
kemarin,
sekitar
pukul 13.00 ludes
terbakar.
Tak ada
korban
jiwa dalam
kebakaran
itu
karena pasar
sudah
tutup.
Kapolsek
Bebandem AKP
Ketut
Gelgel, S.Sos. yang
terjun
langsung ke
lokasi
mengatakan sumber
api
masih diselidiki.
Sejumlah
pedagang
juga
mengaku tak
tahu
sumber api
itu.
Akibat hubungan
arus
pendek listrik
juga
tak bisa
dipastikan,
karena
menurut beberapa
pedagang,
listrik
sekitar pukul 07.00
tiap
hari sudah
dimatikan
dari
sumbernya. ''Pasar
rata-rata tutup
pukul 11.00
wita
tiap pasaran
dan tak
ada yang
meninggalkan
dupa
menjelang menutup
kios,''
ujar pemilik
kios
Kadek Yasa.
Jumlah
kerugian material
belum
bisa dipastikan,
namun
diperkirakan mencapai
ratusan
juta rupiah.
Sejumlah
saksi yang
mengaku
pertama mengetahui
kasus
itu, api
sudah
membubung dengan
asap
mengepul dari
bagian
selatan bangunan
kios
berukuran 3,5 m x 80 m itu.
Kios
itu merupakan
gudang
barang dagangan.
Sembilan
blok
kios yang terbakar
ini di
antaranya
milik
Jro Mangku
Reti,
Nyoman Kartika, Rain,
Luh
Bandem, dan Ni
Kadek
Yasa. Yasa
asal
Lingagasana menjual
berbagai
barang
prasarana upakara
seperti
tikar, lamak,
soksokan.
Delapan
pemilik kios
lainnya
juga barang
dagangannya
sejenis.
Sementara,
satu
los pasar
berukuran 6 x 12 meter,
tempat
berdagang puluhan
orang.
Mereka menjual
sembako,
palawija,
canang,
bunga dan
barang
dagangan lainnya.
Di
tengah
kesedihan, mereka
masih
berusaha menyelamatkan
barang
dagangannya meski
kebanyakan
tinggal
puing. Kebakaran
pasar
ini membuat
geger
warga Bebandem,
terutama
ratusan
pemilik toko
dan
kios di
pasar
tradisional terbesar
kedua
di Karangasem
itu.
Begitu
memperoleh
informasi,
para
pedagang itu
panik
dan berdatangan
ke
pasar itu
guna
melihat kondisi
pasarnya.
Bendesa
Pakraman Bebandem
Gede
Sukarti tampak
mengomando
para
pedagang dan
warga yang
berusaha
menjinakkan
si jago
merah.
Dia mengatakan
berkat
bantuan warga,
pura
melanting yang beratap
ijuk di
pojok
timur laut
atau di
sebelah
dua unit kios
dan los
pasar
terbakar, selamat
dari
jilatan api.
Sementara,
Perbekel
Bebandem
Gede
Partadana mengaku
sedih
atas kasus
kebakaran
itu.
Dia mengatakan
baru
membentuk tim
untuk
menata para
pedagang
di
pasar itu agar
mau
berjualan ke
dalam
dan tak
meluber
membuat kemacetan
lalu
lintas di
depan
pasar itu.
Sejumlah
warga
mengeluhkan mobil
dan tim
pemadam
kebakaran Pemkab
Karangasem
terlambat
tiba di
lokasi.
Mobil pemadam
baru
tiba setelah
bangunan
kios
dan los
ludes
terbakar. Padahal,
jarak
antara kantor
Bupati
Karangasem tempat
mobil
pemadam dan
tim
pemadam berkantor,
tak
terlalu jauh
dari
lokasi. Lokasi
juga
berada di
pinggir
jalan raya.
(013)
Ditinggal
ke
Kampung, Rumah
Terbakar
Semarapura
(Bali Post) -
Masyarakat
dan
pelajar SMA PGRI Klungkung
yang berada
di
Jalan Flamboyan,
Semarapura,
geger,
Jumat (16/5) kemarin.
Mereka
berhamburan menuju
ke
jalan, menyusul
terjadinya
kebakaran yang
menimpa
rumah milik
Ketut
Sabda (62) yang berada
tepat
di depan SMA PGRI
Klungkung.
Peristiwa
naas
itu diperkirakan
terjadi
akibat korsleting
listrik.
Tidak
ada korban
jiwa
dalam kebakaran
itu.
Namun, kerugian
material diperkirakan
mencapai
Rp 200
juta.
Kebakaran
yang terjadi
sekitar
pukul 09.00 wita
itu
diketahui pertama
kali oleh
pegawai counter HP, Ni
Putu
Eka Mahayani.
Kebetulan,
saat
itu dia
hendak
membuka counter yang
notabene merupakan
bagian
depan dari
bangunan yang
terbakar.
Awalnya,
dia
hanya melihat
asap
mengepul. Beberapa
saat
kemudian, api
diketahui
menjalar
di
beberapa bagian
bangunan.
Sementara
itu,
Ketut Sabda yang
tinggal
sendiri di
rumahnya,
sedang
pulang ke
kampung
halamannya di
Desa
Nongan, Karangasem.
Eka
Mahayani kemudian
menghubungi
pensiunan guru
itu dan
mengabari
bahwa
rumahnya terbakar.
Sambil
menunggu kedatangan
mobil
pemadam kebakaran,
masyarakat
dan
pelajar bahu-membahu
membantu
memadamkan
kobaran
api dengan
peralatan
seadanya
seperti ember
dan
kaleng bekas.
Beberapa
saat
kemudian, tiga unit
pemadam
kebakaran Pemkab
Klungkung
tiba
dilokasi lengkap
dengan
personel Satpol PP
dan
petugas pemadam.
Sayang,
tak semua
mobil
berfungsi optimal. Ada
yang macet
dan
tidak bisa
mengeluarkan air.
Petugas pun
tidak
bisa berbuat
maksimal
untuk
menghentikan kobaran
api yang
terus
melalap bangunan
rumah
itu.
Insiden
itu
praktis mengundang
reaksi
masyarakat. Mereka
menyoraki
dan
mengejek petugas.
Hingga
kemudian datang
bantuan
satu unit mobil
pemadam
kebakaran Pemkab
Gianyar.
Api
baru bisa
dipadamkan
dua jam
kemudian. Untuk
memudahkan
petugas,
polisi
menutup sementara
Jalan
Flamboyan Klungkung,
mulai
perempatan Rumah
Sakit
Umum Daerah
Klungkung
hingga
depan SMAN 1 Klungkung
dan
mengalihkan lalu
lintas
ke jalur lain.
Ketut
Sabda,
hanya terbengong
melihat
kondisi rumahnya.
Ironisnya,
dia
tinggal sendiri
di
rumah tersebut.
Istrinya
sudah
meninggal dan
diaben
beberapa waktu
lalu.
Sedangkan anaknya
bekerja
di Kalimantan. Biasanya
dia
menampung anak-anak
kos dan
mengontrakkan
sebagian
rumahnya
untuk counter HP.
Sabda
menduga
kebakaran dipicu
korsleting
listrik.
Mengingat,
satu
minggu sebelumnya,
dia
memindahkan meteran
listrik.
Oleh
petugas PLN, saat
pemasangan,
antara
kabel lama dan
baru
disambung begitu
saja.
Sehingga diduga
dari
sambungan itulah
muncul
percikan api.
Diakui
sebelum pulang
kampung,
dia
sempat sembahyang
dan
menyalakan dupa.
Namun,
dia yakin
bukan
dupa penyebabnya.
(kmb20)