kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Kliwon, 17 Mei 2008  

 Bali


Pasar
Bebandem Ludes Terbakar
Pura
Melanting Selamat --

Amlapura (Bali Post) -
Satu
unit bangunan los dan satu bangunan terdiri dari sembilan kios, di Pasar Bebandem, Karangasem Jumat (16/5) kemarin, sekitar pukul 13.00 ludes terbakar. Tak ada korban jiwa dalam kebakaran itu karena pasar sudah tutup.

Kapolsek Bebandem AKP Ketut Gelgel, S.Sos. yang terjun langsung ke lokasi mengatakan sumber api masih diselidiki. Sejumlah pedagang juga mengaku tak tahu sumber api itu. Akibat hubungan arus pendek listrik juga tak bisa dipastikan, karena menurut beberapa pedagang, listrik sekitar pukul 07.00 tiap hari sudah dimatikan dari sumbernya. ''Pasar rata-rata tutup pukul 11.00 wita tiap pasaran dan tak ada yang meninggalkan dupa menjelang menutup kios,'' ujar pemilik kios Kadek Yasa.

Jumlah kerugian material belum bisa dipastikan, namun diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Sejumlah saksi yang mengaku pertama mengetahui kasus itu, api sudah membubung dengan asap mengepul dari bagian selatan bangunan kios berukuran 3,5 m x 80 m itu. Kios itu merupakan gudang barang dagangan.

Sembilan blok kios yang terbakar ini di antaranya milik Jro Mangku Reti, Nyoman Kartika, Rain, Luh Bandem, dan Ni Kadek Yasa. Yasa asal Lingagasana menjual berbagai barang prasarana upakara seperti tikar, lamak, soksokan. Delapan pemilik kios lainnya juga barang dagangannya sejenis. Sementara, satu los pasar berukuran 6 x 12 meter, tempat berdagang puluhan orang. Mereka menjual sembako, palawija, canang, bunga dan barang dagangan lainnya.

Di tengah kesedihan, mereka masih berusaha menyelamatkan barang dagangannya meski kebanyakan tinggal puing. Kebakaran pasar ini membuat geger warga Bebandem, terutama ratusan pemilik toko dan kios di pasar tradisional terbesar kedua di Karangasem itu.

Begitu memperoleh informasi, para pedagang itu panik dan berdatangan ke pasar itu guna melihat kondisi pasarnya. Bendesa Pakraman Bebandem Gede Sukarti tampak mengomando para pedagang dan warga yang berusaha menjinakkan si jago merah. Dia mengatakan berkat bantuan warga, pura melanting yang beratap ijuk di pojok timur laut atau di sebelah dua unit kios dan los pasar terbakar, selamat dari jilatan api.

Sementara, Perbekel Bebandem Gede Partadana mengaku sedih atas kasus kebakaran itu. Dia mengatakan baru membentuk tim untuk menata para pedagang di pasar itu agar mau berjualan ke dalam dan tak meluber membuat kemacetan lalu lintas di depan pasar itu. Sejumlah warga mengeluhkan mobil dan tim pemadam kebakaran Pemkab Karangasem terlambat tiba di lokasi.

Mobil pemadam baru tiba setelah bangunan kios dan los ludes terbakar. Padahal, jarak antara kantor Bupati Karangasem tempat mobil pemadam dan tim pemadam berkantor, tak terlalu jauh dari lokasi. Lokasi juga berada di pinggir jalan raya. (013)

 

Ditinggal ke Kampung, Rumah Terbakar

Semarapura (Bali Post) -
Masyarakat
dan pelajar SMA PGRI Klungkung yang berada di Jalan Flamboyan, Semarapura, geger, Jumat (16/5) kemarin. Mereka berhamburan menuju ke jalan, menyusul terjadinya kebakaran yang menimpa rumah milik Ketut Sabda (62) yang berada tepat di depan SMA PGRI Klungkung. Peristiwa naas itu diperkirakan terjadi akibat korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai Rp 200 juta.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 09.00 wita itu diketahui pertama kali oleh pegawai counter HP, Ni Putu Eka Mahayani. Kebetulan, saat itu dia hendak membuka counter yang notabene merupakan bagian depan dari bangunan yang terbakar. Awalnya, dia hanya melihat asap mengepul. Beberapa saat kemudian, api diketahui menjalar di beberapa bagian bangunan.

Sementara itu, Ketut Sabda yang tinggal sendiri di rumahnya, sedang pulang ke kampung halamannya di Desa Nongan, Karangasem. Eka Mahayani kemudian menghubungi pensiunan guru itu dan mengabari bahwa rumahnya terbakar. Sambil menunggu kedatangan mobil pemadam kebakaran, masyarakat dan pelajar bahu-membahu membantu memadamkan kobaran api dengan peralatan seadanya seperti ember dan kaleng bekas.

Beberapa saat kemudian, tiga unit pemadam kebakaran Pemkab Klungkung tiba dilokasi lengkap dengan personel Satpol PP dan petugas pemadam. Sayang, tak semua mobil berfungsi optimal. Ada yang macet dan tidak bisa mengeluarkan air. Petugas pun tidak bisa berbuat maksimal untuk menghentikan kobaran api yang terus melalap bangunan rumah itu.

Insiden itu praktis mengundang reaksi masyarakat. Mereka menyoraki dan mengejek petugas. Hingga kemudian datang bantuan satu unit mobil pemadam kebakaran Pemkab Gianyar. Api baru bisa dipadamkan dua jam kemudian. Untuk memudahkan petugas, polisi menutup sementara Jalan Flamboyan Klungkung, mulai perempatan Rumah Sakit Umum Daerah Klungkung hingga depan SMAN 1 Klungkung dan mengalihkan lalu lintas ke jalur lain.

Ketut Sabda, hanya terbengong melihat kondisi rumahnya. Ironisnya, dia tinggal sendiri di rumah tersebut. Istrinya sudah meninggal dan diaben beberapa waktu lalu. Sedangkan anaknya bekerja di Kalimantan. Biasanya dia menampung anak-anak kos dan mengontrakkan sebagian rumahnya untuk counter HP.

Sabda menduga kebakaran dipicu korsleting listrik. Mengingat, satu minggu sebelumnya, dia memindahkan meteran listrik. Oleh petugas PLN, saat pemasangan, antara kabel lama dan baru disambung begitu saja. Sehingga diduga dari sambungan itulah muncul percikan api. Diakui sebelum pulang kampung, dia sempat sembahyang dan menyalakan dupa. Namun, dia yakin bukan dupa penyebabnya. (kmb20)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)