Kasek
Tuntut
Kenaikan Tunjangan
Jabatan
Semarapura
(Bali Post) -
Melambungnya
harga-harga
kebutuhan
pokok
belakangan ini,
dijadikan
alasan
tepat oleh
kepala
sekolah (kasek)
di
Kabupaten Klungkung
untuk
menuntut kenaikan
tunjangan
jabatan.
Mulai
tingkat SD
hingga SMA.
Tuntutan
itu
disampaikan para
kasek
dalam setiap
kesempatan
bertatap
muka
dengan Bupati
Klungkung,
Wayan
Candra.
Tunjangan
yang diterima
saat
ini terbilang
kecil
dibanding beban
tugas
dan tanggung
jawab yang
dipikul.
Para
kasek
menyebutkan saat
ini
tunjangan jabatan
yang diterima
hanya
Rp 118 ribu
setiap
bulan.
Angka
itu
dinilai sangat
kecil
dibanding beratnya
tanggung
jawab
dan beban
kerja yang
diemban.
Karenanya,
para
kasek meminta
Bupati
Candra memperjuangkan
kenaikan
tunjangan
untuk
mereka dalam
setiap
pembahasan APBD. ''Antara
tunjangan guru
dan
kepala sekolah
hampir
sama.
Padahal
tugas
dan beban yang
dipikul
berbeda,'' ujar
Kepala SDN 1
Paksebali,
Umar
Haeni, pada
kesempatan
Kepala
Sekolah se-Kecamatan
Dawan
bertatap muka
dengan
Bupati Candra
Selasa (13/5)
lalu.
Bukan
hanya
menuntut kenaikan
tunjangan
jabatan,
para
kasek, terutama SD
juga
menuntut penempatan
pegawai
tata usaha
di SD. Hal
itu
sangat dibutuhkan
untuk
pengaturan administrasi
sekolah
dan siswa.
Selama
ini,
administrasi sering
kelabakan
dan tak
beraturan
lantaran
dikerjakan
sekaligus
oleh guru
kelas.
Saat
dimintai
konfirmasi
Rabu (14/5)
kemarin,
Kepala
Dinas Pendidikan
Klungkung,
Nengah
Wijana, menyebutkan
tuntutan yang
disampaikan
para
kasek merupakan
hal yang
wajar,
masuk akal
dan
tidak mengada-ada.
Wijana
juga
mengaku sangat
mendukung
usulan
tersebut jika
diakomodasikan
oleh
bupati dan
bisa
diwujudkan dalam
waktu
dekat.
(kmb20)