kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Umanis, 16 September 2007 tarukan valas
 

KELUARGA


Ingat, Ada Segudang Masalah Usai Menikah

PRIA maupun wanita tentunya mempunyai keinginan yang sama ketika mereka memutuskan untuk menikah. Impiannya, apa lagi kalau bukan cinta abadi dan menjadi pasangan hidup yang berbahagia sepanjang waktu. Namun, untuk mewujudkan semua itu, memang tidak semudah bicara atau membalik telapak tangan. Ingat, menikah adalah awal dari memasuki "gudang" masalah yang akan terus ada.

-----------------

 

Masa berpacaran sering disebut orang sebagai yang paling indah. Sayangnya, suasana mesra dan indah sering kali tidak berlangsung lama begitu sepasang insan telah terikat tali perkawinan.

Beragam persoalan mulai kerap terjadi sehingga membuat pasangan lebih senang saling menghindar. Pasangan pun jadi jarang melakukan hal-hal yang menyenangkan secara bersama-sama. Mereka tidak lagi berbicara layaknya sahabat dan sering beradu argumentasi. Dalam situasi seperti ini, salah satu atau keduanya tidak lagi saling mendukung sehingga menimbulkan stres.

Berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan, yang setidaknya dapat membuat perkawinan jadi harmonis dan tahan lama;

 

Biasakan Berkencan

Kencan merupakan saat paling penting. Lewat berkencan, seperti makan malam, nonton atau sekadar berbincang-bincang, pasangan dapat lebih mengenal karakter masing-masing. Namun sayangnya, hal seperti ini menjadi jarang dilakukan setelah pasangan menikah. Karena itu, atur waktu untuk berkencan dengan pasangan. Sekali-sekali tidak ada salahnya meninggalkan anak dan rutinitas pekerjaan rumah tangga untuk bersenang-senang. Atau pilihlah aktivitas lainnya yang dapat menyenangkan hati. Kadang-kadang sebuah ide gila merupakan hal yang paling baik.

 

Memahami Seks

Hubungan jasmani atau berhubungan seks merupakan bagian paling penting dalam sebuah perkawinan. Sebab, banyak pasangan yang mengekspresikan cinta mereka justru lewat hubungan seksual. Maka mulailah dengan melakukan pembicaraan tentang hasrat dan fantasi seksual masing-masing secara berterus terang. Hal ini dapat membuat setiap pasangan memahami betul apa yang bisa membuatnya bahagia tanpa menduga-duga. Cobalah membuat kejutan dengan melakukan hubungan intim di tempat atau waktu yang terduga.

 

Hargai Perbedaan

Saling percaya dan menghargai juga amat penting dilakaukan antar-pasangan. Agama, kepercayaan, filosofi, nilai-nilai, latar belakang budaya dan pengalaman dapat membentuk kepribadian dan identitas diri. Namun, hal ini dapat memperkuat atau melemahkan hubungan perkawinan. Jika masing-masing pasangan punya perspektif yang berbeda, bicarakan dengan gamblang dan terus terang sebelum masalah ini berubah menjadi perseteruan. Lakukan negosiasi agar hidup berjalan nyaman. Hargai perbedaan masing-masing dan hadapi setiap perbedaan dan masalah sebagai sebuah tim.

 

Ekspresikan Harapan

Harapan dipengaruhi oleh beberapa faktor, misalnya latar belakang keluarga, hubungan di masa lalu, etnik dan agama. Harapan setia orang tentunya berbeda satu sama lain. Oleh sebab itu, pahami harapan pribadi dan pastikan masih masuk di akal. Ekspresikan harapan dengan jelas terhadap pasangan agar tidak menimbulkan sejumlah prasangka.

 

Kesepakatan Konstruktif

Tangani semua persoalan secara positif. Konflik merupakan bagian dari sebuah hubungan. Tidak jarang pria dan wanita menangani ketidaksepakatan dengan cara berbeda. Padahal sesungguhnya, mereka menginginkan kesamaan dalam sebuah hubungan. Sebagai contoh, suami ingin sang istri meninggalkan pekerjaan dan tinggal di rumah mengurus anak. Sementara alasan istri bekerja adalah untuk menunjang perekonomian keluarga. Jika hal ini menimbulkan masalah, dengarkan apa yang menjadi perhatian masing-masing dengan tenang dan konstruktif. Hargai pendapat masing-masing. Jika tidak mendapatkan titik temu, atur waktu untuk mencari tempat yang nyaman untuk membicarakan masalah ini lebih mendalam. Jika tidak mendapatkan solusi, beri tenggang waktu dan bersabarlah untuk memperkukuh tali perkawinan.

 

Saling Memaafkan

Penelitian menunjukkan bahwa kemarahan dan kebencian merupakan pemicu hancurnya sebuah perkawinan. Kebencian hanya membuat pasangan saling menyakiti. Ketika seseorang sudah terikat pada sebuah lembaga perkawinan, ia harus lebih bertanggung jawab dengan apa yang telah dilakukan. Beri tahu pasangan bahwa yang diinginkan adalah kebenaran. Tunjukkan usaha yang sungguh-sungguh untuk memperbaiki suasana menjadi lebih baik. Jika merasa disakiti, maafkan dan ambil langkah untuk mengintrospeksi diri. Tak kurang penting, sadarilah bahwa tidak ada manusia yang sempurna.

 

Janji dan Komitmen

Teguh terhadap janji pernikahan itu penting. Pun komitmen merupakan unsur tak kalah penting dalam suksesnya sebuah perkawinan. Sebuah perkawinan dapat bertahan lama jika pasangan memiliki komitmen pada hubungan harmonis serta dapat menerima pasangan apa adanya. Bagi pemula, tempatkan perkawinan di atas segalanya. Jangan pernah mengeluarkan ancaman pada pasangan dengan kata-kata "cerai". Keinginan menjalankan hidup bebas atau selingkuh dapat membuat hilangnya rasa percaya dan keyakinan. Sebaliknya, pelihara visi dengan cara menjunjung tinggi tujuan dan impian masa depan bersama.

* ira permatasari

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com