Ingat, Ada Segudang Masalah Usai Menikah
PRIA
maupun wanita tentunya mempunyai keinginan yang sama ketika
mereka memutuskan untuk menikah. Impiannya, apa lagi kalau bukan
cinta abadi dan menjadi pasangan hidup yang berbahagia sepanjang
waktu. Namun, untuk mewujudkan semua itu, memang tidak semudah
bicara atau membalik telapak tangan. Ingat, menikah adalah awal
dari memasuki "gudang" masalah yang akan terus ada.
-----------------
Masa berpacaran sering disebut orang sebagai yang
paling indah. Sayangnya, suasana mesra dan indah sering kali
tidak berlangsung lama begitu sepasang insan telah terikat tali
perkawinan.
Beragam persoalan mulai kerap terjadi sehingga
membuat pasangan lebih senang saling menghindar. Pasangan pun
jadi jarang melakukan hal-hal yang menyenangkan secara
bersama-sama. Mereka tidak lagi berbicara layaknya sahabat dan
sering beradu argumentasi. Dalam situasi seperti ini, salah satu
atau keduanya tidak lagi saling mendukung sehingga menimbulkan
stres.
Berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan,
yang setidaknya dapat membuat perkawinan jadi harmonis dan tahan
lama;
Biasakan
Berkencan
Kencan merupakan saat paling penting. Lewat
berkencan, seperti makan malam, nonton atau sekadar
berbincang-bincang, pasangan dapat lebih mengenal karakter
masing-masing. Namun sayangnya, hal seperti ini menjadi jarang
dilakukan setelah pasangan menikah. Karena itu, atur waktu untuk
berkencan dengan pasangan. Sekali-sekali tidak ada salahnya
meninggalkan anak dan rutinitas pekerjaan rumah tangga untuk
bersenang-senang. Atau pilihlah aktivitas lainnya yang dapat
menyenangkan hati. Kadang-kadang sebuah ide gila merupakan hal
yang paling baik.
Memahami
Seks
Hubungan jasmani atau berhubungan seks merupakan
bagian paling penting dalam sebuah perkawinan. Sebab, banyak
pasangan yang mengekspresikan cinta mereka justru lewat hubungan
seksual. Maka mulailah dengan melakukan pembicaraan tentang
hasrat dan fantasi seksual masing-masing secara berterus terang.
Hal ini dapat membuat setiap pasangan memahami betul apa yang
bisa membuatnya bahagia tanpa menduga-duga. Cobalah membuat
kejutan dengan melakukan hubungan intim di tempat atau waktu
yang terduga.
Hargai
Perbedaan
Saling percaya dan menghargai juga amat penting
dilakaukan antar-pasangan. Agama, kepercayaan, filosofi,
nilai-nilai, latar belakang budaya dan pengalaman dapat
membentuk kepribadian dan identitas diri. Namun, hal ini dapat
memperkuat atau melemahkan hubungan perkawinan. Jika
masing-masing pasangan punya perspektif yang berbeda, bicarakan
dengan gamblang dan terus terang sebelum masalah ini berubah
menjadi perseteruan. Lakukan negosiasi agar hidup berjalan
nyaman. Hargai perbedaan masing-masing dan hadapi setiap
perbedaan dan masalah sebagai sebuah tim.
Ekspresikan Harapan
Harapan dipengaruhi oleh beberapa faktor,
misalnya latar belakang keluarga, hubungan di masa lalu, etnik
dan agama. Harapan setia orang tentunya berbeda satu sama lain.
Oleh sebab itu, pahami harapan pribadi dan pastikan masih masuk
di akal. Ekspresikan harapan dengan jelas terhadap pasangan agar
tidak menimbulkan sejumlah prasangka.
Kesepakatan Konstruktif
Tangani semua persoalan secara positif. Konflik
merupakan bagian dari sebuah hubungan. Tidak jarang pria dan
wanita menangani ketidaksepakatan dengan cara berbeda. Padahal
sesungguhnya, mereka menginginkan kesamaan dalam sebuah
hubungan. Sebagai contoh, suami ingin sang istri meninggalkan
pekerjaan dan tinggal di rumah mengurus anak. Sementara alasan
istri bekerja adalah untuk menunjang perekonomian keluarga. Jika
hal ini menimbulkan masalah, dengarkan apa yang menjadi
perhatian masing-masing dengan tenang dan konstruktif. Hargai
pendapat masing-masing. Jika tidak mendapatkan titik temu, atur
waktu untuk mencari tempat yang nyaman untuk membicarakan
masalah ini lebih mendalam. Jika tidak mendapatkan solusi, beri
tenggang waktu dan bersabarlah untuk memperkukuh tali
perkawinan.
Saling
Memaafkan
Penelitian menunjukkan bahwa kemarahan dan
kebencian merupakan pemicu hancurnya sebuah perkawinan.
Kebencian hanya membuat pasangan saling menyakiti. Ketika
seseorang sudah terikat pada sebuah lembaga perkawinan, ia harus
lebih bertanggung jawab dengan apa yang telah dilakukan. Beri
tahu pasangan bahwa yang diinginkan adalah kebenaran. Tunjukkan
usaha yang sungguh-sungguh untuk memperbaiki suasana menjadi
lebih baik. Jika merasa disakiti, maafkan dan ambil langkah
untuk mengintrospeksi diri. Tak kurang penting, sadarilah bahwa
tidak ada manusia yang sempurna.
Janji dan
Komitmen
Teguh terhadap janji pernikahan itu penting. Pun
komitmen merupakan unsur tak kalah penting dalam suksesnya
sebuah perkawinan. Sebuah perkawinan dapat bertahan lama jika
pasangan memiliki komitmen pada hubungan harmonis serta dapat
menerima pasangan apa adanya. Bagi pemula, tempatkan perkawinan
di atas segalanya. Jangan pernah mengeluarkan ancaman pada
pasangan dengan kata-kata "cerai". Keinginan menjalankan hidup
bebas atau selingkuh dapat membuat hilangnya rasa percaya dan
keyakinan. Sebaliknya, pelihara visi dengan cara menjunjung
tinggi tujuan dan impian masa depan bersama.
* ira
permatasari