Ni Made Dwi
Handayani --
Enggan
Bertengkar
BOCAH
pendiam ini
tak menyangka
kalau dia
adalah atlet
karate cukup
andal. Panampilannya
bersahaja, namun
kalau di
arena tarung dia
galak. Karateka
cilik Ni Made Dwi
Handayani baru
saja menyabet
perak pada
Kejurnas FORKI
Malang Terbuka 2007,
kategori usia
10-12 tahun,
kelas -35 kg, awal
Juni lalu.
Ia sempat
menaklukkan
karateka Jombang (Jatim)
dan Palembang
(Sumsel). ''Jika
bertarung di
arena ya...
memang dituntut fight,
sebab lawan
juga galak,''
tutur atlet
yang akrab disapa
Dede ini.
Meskipun
di kalangan
sekolah dikenal
sebagai karateka,
siswi yang baru
naik kelas
VI SDN 10 Sanur
ini, enggan
bertengkar. ''Kalau
saya bertengkar
di sekolah
bisa dipanggil
guru atau kepala
sekolah. Jadi,
saya malas
berkelahi,'' ucap
putri kedua
pasangan Wayan
Arsana dan
Ni Luh Gede
Mas Seni
ini.
Dede
mulai menggeluti
karate sejak
duduk di
bangku kelas IV SD.
Ia kini
ditempa latihan
empat kali
seminggu. ''Saya
ingin menjadi
karateka nasional,''
demikian tekad
atlet asal
Banjar Sindhu
Kaja, Sanur
ini. Dede
mengaku perlu
berguru karate
untuk menjaga
diri. (nel)