Buku Soal Pariwisata Bali dan Terorisme
Setelah 15 Tahun, Terbit di London
SEBUAH
buku tentang pariwisata
Bali baru
saja terbit di London. Buku berjudul "Tourism, Development and
Terrorism in Bali" ditulis bersama oleh Prof Michael Hitchcock
dari London Metropolitan University dan Dr. I Nyoman Darma Putra
dari Fakultas Sastra Unud. Penerbit Ashgate mengklasifikasikan
buku ini dalam seri terbitannya "voices in development
management".
-------------
Fokus buku ini adalah pengalaman Bali dalam
mengelola krisis kepariwisataan (tourism crisis management) dalam
10 tahun terakhir. Dalam kajiannya, kedua penulis menggarisbawahi
ketahanan budaya masyarakat Bali dalam menghadapi berbagai tekanan
arus globalisasi yang masuk lewat sektor pariwisata dan terorisme
global.
Uraian dimulai dengan dampak dari krisis moneter
Asia, krisis sosial politik yang menimbulkan berbagai kerusuhan
sosial, sampai dengan krisis akibat serangan terorisme 2002 dan
2005 di Kuta dan Jimbaran. "Kami juga membahas wacana perdebatan
penolakan nominasi Pura Besakih sebagai warisan budaya dunia,"
ujar Darma kepada Bali Post baru-baru ini.
Ahli pariwisata Richard Butler dan Adrian Vickers
memberikan komentar dalam buku ini. Menurut Butler, buku ini
penting karena secara menarik membahas hubungan kebertahanan
budaya Bali dengan globalisasi lewat pariwisata. Sementara Adrian
Vickers menulis bahwa buku ini merupakan kajian komprehensif
tentang Bali sejak 15 tahun terakhir, dan yang pertama pasca-bom
Bali.
Buku ini ditujukan bagi kalangan mahasiswa,
akademik, pengusaha, dan pengambil keputusan pembangunan
pariwisata. Isinya diharapkan dapat memperkenalkan kepada dunia
luas pengalaman Bali dalam mengembangkan pariwisata, khususnya
dalam mengelola krisis kepariwisataan, di tengah-tengah dampak
positif dan negatif dari globalisasi.
Jarang Ditulis
Topik pariwisata Bali banyak dibahas dalam berbagai
seminar dan dialog bisnis, namun penulisan buku yang lebih
menyeluruh jarang terjadi. Buku serius dan mendalam tentang
pariwisata Bali, menurut Darma, terbit tahun 1992 (1996) karya
Michel Picard dari Paris, berjudul "Bali, Cultural Tourism and
Touristic Culture". "Setelah lima belas tahun, barulah ada buku
tentang pariwisata Bali terbit," jelas Darma yang kini tengah
menjadi peneliti tamu di School of Languages and Comparative
Cultural Studies, University of Queensland, Australia.
Tampil merah mencolok, kulit buku ini dihiasi foto
dari kompleks Pura Besakih dan monumen bom Bali di London. Monumen
London diresmikan oleh Pangeran Charles pada Oktober 2006.
Ilustrasi kulit buku mencerminkan bahwa penulis buku ini berasal
dari Bali dan London.
Gagasan awal menulis buku ini sudah disepakati
sejak 2003 ketika Darma dan Michael melakukan riset bersama di
Bali. Saat itu, Michael juga sempat mengikuti sidang-sidang kasus
bom Bali di Nari Graha. Kegiatan penulisan baru dimulai 2004,
ketika Darma diundang ke London sebagai peneliti atas biaya
Sutasoma Trust hasil perjuangan Michael dan Prof IB Adnyana
Manuaba lewat program kerja sama universitas.
Michael adalah antropolog yang mendalami pariwisata
dan kebudayaan Indonesia. Dia sering tampil sebagai komentator
TV/Radio BBC London untuk masalah Indonesia. Michael baru saja
menerbitkan buku tentang batik sebagai desain interior yang
diprakarsai oleh mantan Menteri Pariwisata Joop Ave.
Sedangkan Darma adalah dosen Fakultas Sastra Unud
yang pernah menjadi wartawan pariwisata. Riset untuk buku ini
dilakukan di sela-sela kegiatannya menjadi penerjemah untuk
televisi ABC Australia dalam liputan sidang bom Bali.
(tin)