kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Kliwon, 17 Juni 2007 tarukan valas
 

BERITA


Tingkatkan SDM Pariwisata dengan Mengasah Falsafah Lama

Denpasar (Bali Post) -
Upaya meningkatkan kedatangan wisatawan memiliki hubungan yang erat dalam persiapan sumber daya manusia di bidang pendidikan pariwisata. Peningkatan tersebut bisa diupayakan lewat promosi secara terus-menerus dengan lebih menitikberatkan pada penggarapan produk-produk pariwisata lokal.

Pernyataan itu dikemukakan Menteri Pariwisata dan Budaya Ir. Jero Wacik dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Dr. Ir. IGP Laksaguna (Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Kebudayaan dan Pariwisata) pada seminar nasional pariwisata, di Kampus Pascasarjana Kajian Pariwisata Unud, Sabtu (16/6) kemarin.

Ditambahkannya, langkah yang juga tidak kalah pentingnya adalah menggalakkan pariwisata nusantara lewat semboyan ''Kenalilah Negerimu'' dan Cintailah Negerimu''.

Makna dari semboyan tersebut adalah tujuan pariwisata lebih diarahkan pada objek yang ada di seluruh nusantara. Antara satu objek dengan objek lain di seluruh nusantara memiliki hubungan erat satu dengan yang lainnya. ''Jadikan objek nasional sebagai tujuan utama dalam berpariwisata. Dengan lebih mengedepankan objek wisata nasional, berarti telah mencintai negeri Indonesia tercinta ini,'' katanya.

Pada kesempatan itu, Jero Wacik berharap Unud bisa melahirkan konseptor pariwisata andal di masa mendatang. Caranya memiliki rasa percaya yang tinggi. Lewat percaya diri merupakan modal utama untuk maju. Berikutnya berpikir positif.

Pembicara lainnya Dr. Jamian Damanik (Dosen Fisipol UGM), Wayan Ardika dan Laksaguna. Jamian Damanik dalam makalahnya yang berjudul ''Internasionalisasi Program Studi sebagai Pilihan Strategis untuk Meningkatkan Daya Saing SDM Pariwisata'' menyatakan setiap pengelola lembaga pendidikan memikul tanggung jawab moral sosial untuk ikut memasarkan lulusannya agar dapat diserap oleh pasar kerja internasional.

Sementara itu, Wayan Ardika lebih menyoroti berbagai jenis jenjang pendidikan tinggi. Ia kemudian mengklasifikasikan  pendidikan tersebut dalam pendidikan akademik dan pendidikan profesional. Pendidikan akademik meliputi program sarjana dan pascasarjana. Sementara profesional meliputi pendidikan dengan jenjang program D1 sampai D4.

Seminar yang berlangsung sehari itu dibuka Purek I Prof. Bendesa. Ketua Panitia Pelaksana Prof. Dr. Nyoman Sirtha, S.H.,M.S. dalam sambutannya menyatakan konsep pembangunan pariwisata berkelanjutan adalah pembangunan yang memenuhi kebutuhan masyarakat di masa kini tanpa menghambat kemampuan generasi muda mendatang. (015/*)

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com