Tingkatkan SDM Pariwisata dengan Mengasah
Falsafah Lama
Denpasar
(Bali Post) -
Upaya meningkatkan kedatangan wisatawan memiliki hubungan yang
erat dalam persiapan sumber daya manusia di bidang pendidikan
pariwisata. Peningkatan tersebut bisa diupayakan lewat promosi
secara terus-menerus dengan lebih menitikberatkan pada penggarapan
produk-produk pariwisata lokal.
Pernyataan itu dikemukakan Menteri Pariwisata dan
Budaya Ir. Jero Wacik dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan
Dr. Ir. IGP Laksaguna (Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya
Kebudayaan dan Pariwisata) pada seminar nasional pariwisata, di
Kampus Pascasarjana Kajian Pariwisata Unud, Sabtu (16/6) kemarin.
Ditambahkannya, langkah yang juga tidak kalah
pentingnya adalah menggalakkan pariwisata nusantara lewat semboyan
''Kenalilah Negerimu'' dan Cintailah Negerimu''.
Makna dari semboyan tersebut adalah tujuan
pariwisata lebih diarahkan pada objek yang ada di seluruh
nusantara. Antara satu objek dengan objek lain di seluruh
nusantara memiliki hubungan erat satu dengan yang lainnya.
''Jadikan objek nasional sebagai tujuan utama dalam berpariwisata.
Dengan lebih mengedepankan objek wisata nasional, berarti telah
mencintai negeri Indonesia tercinta ini,'' katanya.
Pada kesempatan itu, Jero Wacik berharap Unud bisa
melahirkan konseptor pariwisata andal di masa mendatang. Caranya
memiliki rasa percaya yang tinggi. Lewat percaya diri merupakan
modal utama untuk maju. Berikutnya berpikir positif.
Pembicara lainnya Dr. Jamian Damanik (Dosen Fisipol
UGM), Wayan Ardika dan Laksaguna. Jamian Damanik dalam makalahnya
yang berjudul ''Internasionalisasi Program Studi sebagai Pilihan
Strategis untuk Meningkatkan Daya Saing SDM Pariwisata''
menyatakan setiap pengelola lembaga pendidikan memikul tanggung
jawab moral sosial untuk ikut memasarkan lulusannya agar dapat
diserap oleh pasar kerja internasional.
Sementara itu, Wayan Ardika lebih menyoroti
berbagai jenis jenjang pendidikan tinggi. Ia kemudian
mengklasifikasikan pendidikan tersebut dalam pendidikan
akademik dan pendidikan profesional. Pendidikan akademik meliputi
program sarjana dan pascasarjana. Sementara profesional meliputi
pendidikan dengan jenjang program D1 sampai D4.
Seminar yang berlangsung sehari itu dibuka Purek I
Prof. Bendesa. Ketua Panitia Pelaksana Prof. Dr. Nyoman Sirtha,
S.H.,M.S. dalam sambutannya menyatakan konsep pembangunan
pariwisata berkelanjutan adalah pembangunan yang memenuhi
kebutuhan masyarakat di masa kini tanpa menghambat kemampuan
generasi muda mendatang. (015/*)