kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Kliwon, 17 Juni 2007 tarukan valas
 

BERITA


Presiden
Buka PKB Ke-29
Pertahankan
Karakter Bali

Denpasar (Bali Post) -
Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Sabtu (16/6) kemarin, membuka Pesta Kesenian Bali (PKB) XXIX Tahun 2007. Acara pembukaan ditandai dengan pemukulan kulkul yang dipusatkan di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi, Renon.

Malam harinya, Presiden berserta Nyonya Ani Yudhoyono bersama sejumlah menteri sampai tuntas menyaksikan pementasan sendratari kolosal ''Gugurnya Niwatakawaca'' di Ardha Candra Taman Budaya Denpasar. Dramatari ini garapan Pemprop Bali dengan dalang I Ketut Kodi melibatkan 200 penari.

Serupa dengan penyelenggaraan PKB pada tahun-tahun sebelumnya, seluruh rangkaian kegiatan PKB diawali dengan pawai yang melibatkan kontingen dari seluruh kabupaten/kota di Bali, sejumlah partisipan luar daerah dan luar negeri. Dalam sambutannya, Presiden SBY mengajak segenap komponen masyarakat Bali tetap kukuh mempertahankan dan melestarikan kekuatan, kekhasan, dan karakter Bali.

Dikatakannya, karakter Bali yang mendunia itu di antaranya keindahan alamnya, kekayaan seni budayanya, kehidupan spiritual masyarakatnya dan sebagainya. "Tidak banyak di dunia ini ada sebuah pulau yang begitu kaya akan kekhasan dan kebesarannya seperti Bali," katanya.

Lebih lanjut Presiden mengajak masyarakat Bali melestarikan seni dan budaya adiluhung warisan leluhur. Termasuk, terus-menerus mengembangkan kreativitas dan inovasi seni tanpa meninggalkan nilai dasar dan karakteristik seni budaya Bali yang khas. Kita semua bangga karena Bali sering disebut sebagai the island of God. Bahkan, sebuah komunitas di luar negeri memberikan catatan bahwa Bali dinobatkan sebagai world best island. ''Sebagai manifestasi rasa syukur dan kebanggaan kita, marilah terus kita tunjukkan kepada dunia bahwa Pulau Bali benar-benar pulau dewata dan pulau yang terindah di dunia. Marilah kita pertahankan dan lestarikan kekuatan, kekhasan dan karakter Bali tersebut," tegasnya.

Dia menambahkan pemerintah senantiasa berupaya untuk memacu peningkatan sektor kepariwisataan di seluruh Tanah Air. Seperti diketahui, Bali merupakan andalan kepariwisataan Indonesia. Mengingat posisinya sebagai etalase kepariwisataan Indonesia, maka situasi Bali yang aman, tertib, dan damai harus tetap dipertahankan sekaligus memberikan berbagai kemudahan bagi setiap wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri yang berwisata ke Bali. "Mari kita pelihara pula kelestarian lingkungan sehingga kita dapat terus menghadirkan lingkungan yang asri, indah dan suatu saat menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan di pulau dewata ini," ujarnya.

 

Pariwisata Lingkungan

Di abad ke-21 ini, kata dia, Indonesia perlu lebih mengedepankan pengembangan kepariwisataan yang berbasiskan lingkungan dan ekonomi yang berbasiskan warisan termasuk warisan budaya. Dia menambahkan Indonesia memang harus mengembangkan pembangunan di bidang pertanian, industri dan jasa untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Namun, bukan berarti kekayaan warisan sejarah dan budaya, keragaman budaya lokal dan keindahan alam serta sejumlah kekayaan lainnya lantas dilupakan. Justru, kekayaan-kekayaan itu harus dapat dikembangkan menjadi ekonomi yang berbasis warisan dan kepariwisataan yang berbasis lingkungan.

Ia memerintahkan gubernur, para bupati, wali kota, seniman, budayawan, cendekiawan, usahawan dan masyarakat luas terus membangun dan mengembangkan Bali untuk menjadi andalan kita dalam bidang ecotourism dan heritage economy. Ajak seluruh masyarakat Bali untuk memelihara, melestarikan, dan mengembangkan Bali berdasarkan kekuatan dan kebesaran yang telah dimiliki seperti kedamaian, keramahtamahan, spiritualitas, keindahan alam dan lain-lain.

Indonesia, kata dia, harus bangga memiliki Bali dengan segala kebesarannya dan cara menunjukkan kebanggaan itu adalah dengan melestarikan budaya Bali, mengembangkan Bali menuju masa depan yang lebih baik sebagaimana tugas kita semua membangun dan mengembangkan Indonesia menuju hari esok yang lebih cerah.

 

Materi PKB

Sementara itu, Gubernur Bali Dewa Beratha melaporkan tema sentral yang diusung PKB tahun ini adalah Sura Dhira Jayeng Rat (Aktualisasi Kepahlawanan Menuju Kesejahteraan Masyarakat). Tema ini, kata dia, memiliki makna mendorong para seniman agar mereka berapresiasi sedemikian rupa sehingga setiap hasil karyanya menjadi objek konsumsi masyarakat dan dapat memberi inspirasi dan memotivasi masyarakat untuk berjuang menuju peningkatan kesejahteraan lahir dan batin.

Dilihat dari segi isian materinya, tambahnya, materi PKB kali ini tetap mengacu pada lima materi pokok yaitu pawai, pergelaran, lomba/parade, sarasehan dan pameran dengan melibatkan 187 jenis kesenian dari kota/kabupaten se-Bali, 14 partisipan luar daerah dan 14 partisipan luar negeri.

Diperkirakan, sekitar 13 ribu seniman akan mengisi kegiatan PKB selama satu bulan penuh. Ia menambahkan, pada PKB kali ini juga diagendakan Utsawa Dharma Githa yang bertujuan menggali potensi-potensi seniman sastra sejalan dengan usaha pelestarian dan pengembangan nilai-nilai sastra yang memiliki makna multidimensional.

Pawai pembukaan PKB 2007 ini juga diwarnai dengan  peluncuran branding Bali (Bali : Shanti, Shanti, Shanti) sebagai maskotnya Bali. Branding itu divisualisasikan ke dalam rangkaian jajan sarad berbentuk segi tiga sama sisi. Branding itu didominasi warna merah dengan paduan warna hitam dan putih yang merupakan tridatu yang dikenal sebagai representasi Tri Murti : Brahma, Wisnu dan Siswa. Sedangkan motif flora pada branding mencerminkan kedekatan orang Bali pada alam yang menganugerahkan kehidupan dan pelimpahan karunia. (kmb13/08)

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com