30.000 Pelari Ikuti ''Vitazone Bali TV 10-K''
Didiskualifikasi, Pelari Elite yang
Pindah Kelas
Denpasar
(Bali Post) -
Sebanyak 30 ribu pelari elite nasional, lokal dan luar negeri akan
tumplek beradu kecepatan dalam lomba lari sejauh 10 ribu meter
pada ajang ''Vitazone Bali TV 10-K''. Hajatan ini digelar Minggu
(16/7) pagi ini mulai pukul 06.30 wita.
Lomba lari jalan raya yang mengusung tema ''run for
peace and leisure in Bali'' akan dilepas secara bersama-sama di
tempat start depan Patung Ngurah Rai Tuban oleh Menpora Adhyaksa
Dault, Menbudpar Jro Wacik, Ketua Umum KONI Pusat Agum Gumelar,
Gubernur Bali Dewa Beratha, Pangdan IX/Udayana Mayjen TNI Zamroni,
S.E., Kapolda Bali Irjen Pol. Soenarko Danu Ardanto, Pimpinan KMB
Satria Naradha, dan segenap bupati/wali kota.
Menyongsong hajatan akbar dalam rangka HUT ke-4
Bali TV dan recovery Bali itu, pihak panitia tampak sangat serius
mempersiapkan segala sesuatunya. Panggung telah ditata artistik di
tempat start dan finis di Gapura BTDC Nusa Dua. Panggung khusus di
lokasi penarikan door prize ini sangat menawan.
Menurut Ketua Panitia, Drs. Made Nariana, Sabtu
(15/7) kemarin, pihak Project Pop asal Jakarta dengan personel
Tika Panggabean cs. sudah menggelar geladi resik. Hal yang sama
dilakukan para artis-artis top Bali yang sedang naik daun,
seperti Nanoe Biru, Joni Agung, Double T, Bondres Dwi Mekar
Buleleng, Manik, Ayu Stiati, Dewi Pradewi yang diiringi Pank Kwala
Band. Persiapan, prosesi perdamaian akan ditandai dengan pelepasan
ratusan burung merpati.
Ajang ''Vitazone Bali TV 10-K'' ini juga
dimeriahkan pelari dari mancanegara seperti John Lips yang
bergabung dalam Bali Hash House Harriers, Toon asal Belanda, Steve
(Inggris). Pelari elite nasional seperti I Gde Karangasem asal
Jawa Barat, pelari lainnya Noce Matifal, Johari Johan, Fery
Junaidi, Agus Prayoga, Yohusa (Babel), Kamlasi bersaudara, Osias,
Samgar dan Alberth, Yana Kebkale, Ruwiyati, Trianingsih, Agustina,
Unik Setiorini, dan Erni Ulatiningsih. ''Kami bangga para pelari
luar negeri dan elite nasional ambil bagian. Ini mengisyaratkan
ajang lari 'Vitazone Bali TV 10-K' mendapat respons positif,''
tutur Nariana.
Tentang sinyalemen ada pelari elite ingin pindah
kelas, tambah Nariana, isu tersebut sudah masuk ke pihak panitia
juga Pengda PASI Bali yang mengkoordinasikan 150 wasit/juri. Jika
kebodohan itu dilakukan oleh pelari elite, pihak panitia tidak
segan-segan akan menjatuhkan penalti. ''Bila ada oknum pelari
elite 10 besar sampai pindah kelas, tidak ada alasan, pasti akan
dipenalti alias didiskualifikasi,'' tegas Nariana.
Tumpleknya peserta ambil bagian, boleh jadi karena
pihak panitia sejak awal sudah memanjakan semua pelari dengan
memberikan energen saat start, minum vitazone di kilometer 5 dan
di garis finis sebuah mi gelas. Di samping servis itu, panitia
juga memberikan hadiah sangat wah satu unit mobil Suzuki APV, 10
sepeda motor Kawasaki ZX 130 cc, ratusan televisi Polytron 14 inci
serta door prize menarik lainnya. (kmb11)