kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Wage, 16 Juli 2006 tarukan valas
 

HIBURAN


Tarian Alam Semesta

Harmonisnya
"Perkawinan" Bali-India

BALI dan India berpadu harmonis. Kesan itulah yang menggetarkan perasaan pengunjung PKB ke-28 ketika menyaksikan tari kolaborasi "Graha Nadhanjali" di Gedung Ksirarnawa, beberapa waktu lalu. Garapan seni hasil kreasi Sanggar Bajra Sandhi dengan Indian Cultural Centre ini mampu "mengawinkan" unsur gerak tari Bali dengan India dengan sangat harmonis. Tanpa ada yang harus menonjolkan diri dan menenggelamkan satu sama lain.

Kesetaraan dalam berkesenian itu juga diwujudkan lewat instrumen musik yang mengiringi tarian yang menampilkan dua orang gadis cantik -- Dayu Ani (Sanggar Bajra Sandhi) dan Nandini Khrisna (Indian Cultural Centre) -- sebagai penari utama dan delapan gadis yang tak kalah cantiknya sebagai penari pengiring. Instrumen musik tradisional Bali seperti genta, uter dan suling dipadupadankan dengan instrumen musik India yang diwakili oleh tampura, harmonium dan tabla untuk menghasilkan komposisi musik yang unik sekaligus bercitarasa seni tinggi. Ketika seluruh instrumen musik itu dibunyikan secara bersamaan, maka suasana religius-magis pun mencuat. Mengalirkan perasaan tentram dan damai sekaligus kontemplatif.

 

Damai dan Kasih

"Graha Nadhanjali itu berarti tarian alam semesta. Ada spirit kedamaian dan cinta kasih yang ingin kami letupkan kepada masyarakat Bali lewat garapan seni ini," ujar Nandini Khrisna kepada Bali Post seusai pergelaran.

Dengan runtun, gadis India ini pun memaparkan makna simbolis yang terkandung dalam Graha Nadhanjali. Dikatakan, suara pertama yang muncul dan memulai kehidupan di dunia ini adalah nadha -- suara primordial -- dan omkara yang merupakan awal mula kehidupan di dunia. Lantas, muncul sumber dari segala energi, cahaya, matahari, bulan dan planet-planet serta berbagai bentuk dan perwujudan cahaya dan suara. Setiap bentuk melahirkan bentuk yang lain dalam proses kreasi yang tidak pernah berhenti.

Setiap perubahan energi menggerakkan cakra kreasi dalam keberlangsungan yang tiada henti dalam waktu yang mengalir di keabadian. "Itulah sejatinya tarian alam semesta. Dan sujud bagi tarian abadi itulah yang disebut Graha Nadhanjali," paparnya.

Sebelum memutuskan berkolaborasi dengan Sanggar Bajra Sandhi, gadis bermata bulat ini sudah yakin kolaborasi antara gerak tari Bali dengan India beserta instrumen musik pengiringnya akan menghasilkan garapan seni yang memukau. Pasalnya, antara kesenian Bali dan India itu masih "senapas" sehingga bisa berpadu secara harmonis. "Kami tak kesulitan bekerjasama dengan rekan-rekan di Bali untuk menghasilkan sebuah karya di mana antara satu unsur dengan unsur lainnya tak harus saling menenggelamkan," tegasnya seraya mengembangkan senyum manisnya. (ian)

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com