Tarian Alam
Semesta
Harmonisnya
"Perkawinan" Bali-India
BALI
dan India berpadu
harmonis.
Kesan
itulah yang
menggetarkan perasaan
pengunjung PKB ke-28
ketika
menyaksikan tari
kolaborasi "Graha
Nadhanjali" di
Gedung Ksirarnawa,
beberapa waktu
lalu.
Garapan seni
hasil kreasi
Sanggar Bajra
Sandhi dengan
Indian Cultural Centre ini
mampu "mengawinkan"
unsur gerak
tari Bali dengan
India dengan
sangat harmonis.
Tanpa ada
yang harus
menonjolkan diri
dan
menenggelamkan satu
sama lain.
Kesetaraan
dalam berkesenian
itu juga
diwujudkan lewat
instrumen musik
yang mengiringi
tarian yang menampilkan
dua orang
gadis cantik
-- Dayu Ani
(Sanggar Bajra
Sandhi) dan
Nandini Khrisna
(Indian Cultural Centre) -- sebagai
penari utama
dan delapan
gadis yang tak
kalah cantiknya
sebagai penari
pengiring.
Instrumen
musik tradisional
Bali
seperti genta,
uter dan
suling
dipadupadankan dengan
instrumen musik
India yang diwakili
oleh tampura,
harmonium dan
tabla untuk
menghasilkan
komposisi musik yang
unik sekaligus
bercitarasa seni
tinggi.
Ketika
seluruh instrumen
musik itu
dibunyikan secara
bersamaan, maka
suasana
religius-magis pun mencuat.
Mengalirkan
perasaan tentram
dan damai
sekaligus
kontemplatif.
Damai
dan
Kasih
"Graha
Nadhanjali itu
berarti tarian
alam semesta.
Ada
spirit kedamaian
dan cinta
kasih yang ingin
kami letupkan
kepada masyarakat
Bali lewat
garapan seni
ini," ujar
Nandini Khrisna
kepada Bali Post
seusai pergelaran.
Dengan
runtun, gadis
India ini pun
memaparkan makna
simbolis yang
terkandung dalam
Graha Nadhanjali.
Dikatakan,
suara pertama
yang muncul dan
memulai kehidupan
di dunia
ini adalah
nadha -- suara
primordial -- dan
omkara yang merupakan
awal mula
kehidupan di
dunia.
Lantas,
muncul sumber
dari segala
energi, cahaya,
matahari, bulan
dan planet-planet
serta berbagai
bentuk dan
perwujudan cahaya
dan suara.
Setiap bentuk
melahirkan bentuk
yang lain dalam
proses kreasi
yang tidak pernah
berhenti.
Setiap
perubahan energi
menggerakkan
cakra kreasi
dalam
keberlangsungan yang tiada
henti dalam
waktu yang
mengalir di
keabadian.
"Itulah
sejatinya tarian
alam semesta.
Dan
sujud bagi
tarian abadi
itulah yang
disebut Graha
Nadhanjali,"
paparnya.
Sebelum
memutuskan
berkolaborasi dengan
Sanggar Bajra
Sandhi, gadis
bermata bulat
ini sudah
yakin kolaborasi
antara gerak
tari Bali dengan
India beserta
instrumen musik
pengiringnya
akan
menghasilkan garapan
seni yang memukau.
Pasalnya,
antara kesenian
Bali
dan India itu
masih "senapas"
sehingga bisa
berpadu secara
harmonis.
"Kami
tak kesulitan
bekerjasama
dengan rekan-rekan
di Bali untuk
menghasilkan
sebuah karya
di mana
antara satu
unsur dengan
unsur lainnya
tak harus
saling
menenggelamkan," tegasnya
seraya
mengembangkan senyum
manisnya.
(ian)