Merakit Komputer Sendiri
MANFAAT komputer saat ini cukup beragam mulai sebagai alat bantu
menulis, menggambar, mengedit foto, memutar video,
memutar lagu sampai analisis data hasil penelitian
maupun untuk mengoperasikan program-program penyelesaian
problem-problem ilmiah, industri dan bisnis.
Bisakah
kita merakit komputer sendiri?
Jawabnya bisa. Untuk
dapat melakukannya, pertama kita harus dapat mengerti
keterangan berbahasa Inggris yang tertulis dalam manual
peralatan elektronik komputer maupun program-program
komputernya, bila perlu siapkan kamus bahasa Inggris.
Bahasa Inggris yang dipergunakan
dalam hal ini cukup sederhana dan mudah dimengerti,
hanya dengan mengenal sedikit tata bahasa Inggris anda
dapat memahami maksud manual pabrik maupun program
sistem operasi dan sistem aplikasinya.
Dalam
perakitan komputer, tangan kita tidak boleh basah (berkeringat)
dan tidak boleh memegang bagian tengah chip IC termasuk
processor dan memory.
Keringat dapat menyebabkan kortsluit
rangkaian elektronik motherboard saat kita menyalakannya.
Pegangan tangan pada bagian tengah
chip IC dapat merusak isinya karena tangan mengandung
listrik statik. Bila perlu
tangan mengenakan gelang yang terbuat dari logam kabel (kabel
yang telah dikelupas kulitnya) dan terhubung dengan
lantai atau tanah (grounding), agar listrik dari tangan
anda tidak merusak chip IC tetapi diteruskan ke tanah.
Untuk
membangun sebuah personal computer (PC) diperlukan
peralatan-peralatan elektronik paling sedikit sebagai
berikut:
1.
Layar monitor, berbentuk seperti televisi karena
memiliki tabung kaca RGB.
Ada
pula
layar monitor jenis LCD (liquid cristal
display) yang hanya membutuhkan listrik sedikit. Kita
dapat memilih salah satu jenis VGA, SVGA ataupun LCD (jenis-jenis
ini yang banyak dijadikan kelengkapan standar pada
sebuah personal computer saat ini).
2.
Motherboard (mainboard) dapat dipilih dari jenis
motherboard yang mampu mengendalikan processor AT 486
ataupun processor dari berbagai jenis Pentium.
3.
Memori RAM (random access memory), dapat dipilih yang
sesuai dengan jenis yang cocok dengan motherboad yang
kita miliki.
Ada
beberapa jenis RAM dan kita bisa menanyakan ke toko
jenis RAM yang cocok dengan motherboard yang akan
dibeli. Jenis RAM antara lain
EDO RAM, SIM RAM, SDRAM dengan kapasitas yang bervariasi
muai dari 4 Mbyte, 8 Mbyte, 16 Mbyte per buahnya.
4.
Flopy drive dan kabelnya.
Kita dapat memilih yang standar dan umum terpasang di PC
yang ada saat ini yaitu jenis flopy drive 3,5
inci dengan kapasitas 1,4 Mbyte.
5.
Hardisk berikut kabelnya. Kita dapat memilih jenis
hardisk sesuai dengan kebutuhan mulai dari kapasitas 1
Gbyte, 2,3 Gbyte s/d 10 Gbyte.
Hardisk ada dua jenis yaitu jenis
SCSI dan jenis IDE. Jenis
SCSI biasanya dipergunakan di dalam sebuah komputer
server. Tetapi perkembangan
teknologi IDE saat ini memungkinkan hardisk jenis IDE
dipakai dalam sebuah server.
6.
I/O card bila dibutuhkan. Beberapa jenis motherboard
produk terakhir telah memiliki slot yang berfungsi
sebagai I/O slot, dalam hal ini kita tidak perlu lagi
membeli I/O card.
7.
Keyboard, dapat dipilih keyboard yang sesuai dengan
selera kita.
8.
Mouse, dapat dipilih sesuai kebutuhan.
9.
Perangkat lain yang dapat kita tambahkan adalah CD ROM
drive, souncard & speaker system, modem internal,
video card ataupun tuner TV dan radio.
10.
Disket atau CD ROM yang berisi software sistem operasi
dan software aplikasi. Software
sistem operasi yang umum dipergunakan adalah DOS,
Windows 95, dan Windows 98.
Peralatan
yang dibutuhkan sebagai berikut: obeng, tang, AVO meter
(bila ada), solder, timah solder, isolasi, tali pengikat
kabel dan buku catatan.
Langkah-langkah
Perakitan
Untuk
merakit personal computer kita dapat mengikuti
langkah-langkah sebagai berikut:
1.
Ambil motherboard dan aturlah posisi konektor jumper,
sesuai dengan yang tertulis dalam manual dari pabriknya.
Cabutlah konektor plastik jumper penghubung antar pin
yang ada pada motherboard pindahkan pada posisi lain
yang menghubungkan sebuah kaki pin dengan kaki pin
lainnya sesuai dengan anjuran yang tertulis dalam buku
manual motherboard. Biasanya pabrik menyebutkan posisi
jumper tertentu sesuai dengan jenis processor yang akan
dipergunakan. Perhatikan baik-baik
agar kita bisa mencapai hasil yang baik.
Aturlah
konektor jumper sesuai dengan kebutuhan kita dengan
mengikuti buku petunjuk (manual) dari pabriknya.
Sesuaikan posisi jumper tersebut dengan jenis processor
yang akan anda pasang. Penyetelan
posisi jumper memungkinkan motherboard memberikan
listrik yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan listrik
processor yang dipasang. Apabila salah akan
berakibat processor rusak.
2.
Pasanglah processor pada tempatnya (soketnya) perhatikan
tanda pada processor harus ditempatkan sesuai dengan
tanda yang ada pada soket tersebut (tidak boleh terbalik).
Kuncilah tangkai pengunci yang
biasanya terdapat di sisi soket processor.
Perhatikan kode titik atau sisi processor dengan bentuk
miring merupakan petunjuk agar bagian processor itu
dipasang pada bagian slot yang memiliki tanda sama.
3.
Pasanglah memori RAM pada tempatnya dengan baik,
perhatikan sudut memori yang biasanya berlekuk harus
ditempatkan pada tempatnya secara hati-hati. Apabila
kita terbalik memasangnya, maka memori akan
sulit dimasukkan.
4.
Masukan motherboard ke dalam cashing (kotak komputer),
kaitkanlah pengait plastik yang biasa disediakan oleh
pabrik cashing ke dalam lubang yang terdapat pada
motherboard. Pada sudut yang
memungkinkan kita tempatkan baut. Bautlah
motherboard tersebut pada cashing untuk menghindari
terjadinya pergeseran motherboard pada waktu anda
memindah-mindahkan CPU nantinya. Sebaiknya
hati-hati memasang motherboard pada cashing karena
bentuknya tipis kecil dan memiliki rangkaian elektronik
yang rumit.
5.
Pasanglah kabel khusus catu daya motherboard yang ada
pada power suply (biasanya dituliskan P8 dan P9), kabel
berwarna hitam dari kedua konektornya harus dipasang
berdampingan. Apabila anda mempergunakan jenis
motherboard jenis ATX, pasanglah kabel power khusus
tersebut pada slot power khusus ATX yang terdapat pada
motherboard tersebut.
6.
Pasanglah hardisk, floppy drive pada tempat yang telah
tersedia dalam cashing CPU, kencangkan dudukannya dengan
baut secara hati-hati. Bila ada CD
ROM drive, pasangkan pula alat ini secara hati-hati dan
dikencangkan dengan baut.
7.
Sambungkan kabel dari power suply ke slot power yang
terdapat di hardisk, flopy drive dan CD ROM drive. Perhatikan
sudut konektor plastiknya pada kabel tersebut biasanya
sudah dirancang pas sesuai dengan dudukan yang terdapat
pada hardisk, flopy drive atau CD ROM drive. Bila
kita memasang konektor ini terbalik, maka pada saat kita
memasukkan konektor tersebut akan
terasa sedikit sulit. Segeralah
cabut konektornya dan masukkan kembali pada posisi yang
tepat.
8.
Sambungkan kabel pita (kabel data) pada dudukan hardisk,
flopy drive dan CD ROM drive. Kabel
ini berfungsi untuk menghubungkan peralatan tersebut ke
motherboard. Perhatikan sisi
kabel berwarna merah harus ditempatkan pada kaki nomor
satu (lihat keterangan yang dituliskan pada hardisk atau
flopy drive ataupun CD ROM drive). Bila terbalik
memasangnya komputer tidak akan
bekerja baik dan dapat merusakan peralatan-peralatan
tersebut. Kabel yang terpasang ke flopy drive lebih
sempit bila dibandingkan kabel penghubung hardisk
ataupun CD ROM drive. Kabel penghubung hardisk dan
CD ROM drive sama ukurannya.
9.
Sambungkan kabel dari flopy drive ke slot untuk flopy
drive, demikian pula sambungkan kabel dari hardisk ke
slot IDE nomor 1, dan kabel dari CD ROM ke slot IDE
nomor 2. Perhatikan juga agar sisi
kabel berwarna merah harus menempati kaki nomor satu
pada tiap slot. Kita bisa
melihat keterangan yang tertulis di motherboard ataupun
di manual motherboard.
10.
Pasanglah card VGA pada slotnya. Bila kita memiliki card
dari jenis ISA, harus menempatkan card tersebut pada ISA
slot bus di motherboard. Bila kita memiliki card VGA
jenis PCI, kita harus pasangkan card tersebut pada slot
bus PCI di motherboard.
11.
Hubungkan konektor kabel penghubung tombol
"Reset" ke pin "Reset" yang terdapat
padaa motherboard. Hubungkan pula konektor kabel
penghubung speaker ke pin bertuliskan speaker yang ada
pada motherboard. Sering ditulis
dengan kode LS. Beberapa
cashing telah dilengkapi pula kabel lampu indikator
berikut kabel penghubungnya lengkap dengan konektornya
agar perakit komputer tinggal menghubungkan ke
motherboard.
12.
Pasanglah kabel data dari monitor ke slot yang terdapat
di card VGA, perhatikan konektornya memiliki tiga
deretan kaki yang tersusun rapi, dengan konektor
berbentuk trapesium.
13.
Pasangkan konektor keyboard ke slot keyboard yang
terdapat di motherboard.
14.
Pasangkan kabel listrik dari layar monitor ke slot power
yang terdapat di bagian belakang power suply yang telah
terpasang pada cashing CPU. Bila
konektornya tidak cocok, kita dapat memasang kabel
listrik tersebut ke jala-jala listrik rumah. Kita
akan membutuhkan T konektor
untuk membagi listrik ke monitor dan CPU yang dirakit.
Pasangkan kabel listrik untuk CPU ke slot yang terdapat
pada power suply di bagian belakang cashing CPU. Selamat
mencoba.
(dari
berbagai sumber)